pendanaan

calendar_today

18 Februari 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Gaskeun! Bongkar Potensi Cuan Bisnis Sewa Truk dan Tips Biar Orderan Makin Gacor!

Jika Anda merupakan pengusaha UKM yang mencari usaha dengan permintaan stabil dan jangkauan pasar luas, bisnis sewa truk dapat menjadi pilihan yang relevan. Meskipun membutuhkan modal awal yang cukup besar, bisnis ini memiliki potensi pendapatan yang konsisten karena didukung oleh kebutuhan logistik yang terus berjalan.

Permintaan jasa sewa truk datang dari berbagai sektor, seperti distribusi barang UMKM, logistik e-commerce, jasa pindahan, hingga pengangkutan material bangunan. Hal ini menjadikan bisnis sewa truk sebagai salah satu sektor jasa yang tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi. Berikut penjelasan mengenai potensi pasar, cara memulai, serta estimasi modal yang perlu dipersiapkan oleh pengusaha UKM.

Mengapa Bisnis Sewa Truk Layak Dipertimbangkan oleh Pengusaha UKM?

Ada beberapa alasan mengapa bisnis sewa truk menjadi peluang yang relevan dan potensial bagi pengusaha UKM.

1. Permintaan yang stabil

Kebutuhan transportasi logistik terus berjalan, baik untuk distribusi barang UMKM, pengiriman e-commerce, maupun pengangkutan material konstruksi. Aktivitas ini membuat jasa sewa truk tetap dibutuhkan dalam berbagai kondisi.

2. Pasar yang Luas dan Beragam

Penyewa truk berasal dari berbagai sektor, seperti perusahaan logistik, kontraktor, pelaku UMKM, hingga sektor pertanian dan perdagangan. Hal ini memberikan peluang bagi pengusaha UKM untuk melayani lebih dari satu segmen pasar.

Baca juga: Hati-Hati! Perbandingan Sewa Truk vs Beli Truk, Lebih Untung Mana Buat Bisnis?

3. Peluang pendapatan yang konsisten

Dengan operasional yang terkelola dengan baik, armada truk dapat digunakan secara rutin untuk berbagai kebutuhan pengangkutan. Hal ini membuka peluang arus pendapatan yang berulang dan berkelanjutan.

Jenis Layanan yang Bisa Dikembangkan dalam Bisnis Sewa Truk

Untuk memaksimalkan potensi bisnis, pengusaha UKM dapat memilih satu atau mengkombinasikan beberapa jenis layanan dan harga sewa truk sesuai dengan kebutuhan pasar.

1. Sewa Truk untuk Proyek Konstruksi

Layanan ini digunakan untuk mengangkut material seperti pasir, batu, tanah, dan semen. Proyek konstruksi biasanya berjalan dalam jangka waktu tertentu, sehingga membuka peluang kontrak sewa harian hingga bulanan. Jenis armada yang umum digunakan antara lain dump truck, concrete mixer truck, flatbed truck, dan lowboy truck untuk alat berat.

2. Sewa Truk untuk Distribusi Logistik dan Ekspedisi

Permintaan terbesar berasal dari sektor logistik, distributor, dan pelaku e-commerce. Truk digunakan untuk pengiriman barang dalam jumlah besar, baik dalam kota maupun antar wilayah. Armada yang umum digunakan meliputi pickup, truk box, truk engkel, tronton dan wing box.

3. Sewa Truk untuk Kebutuhan Pertanian

Di daerah agraris, truk banyak digunakan untuk mengangkut hasil panen seperti padi, tebu, dan buah-buahan. Layanan ini memiliki permintaan rutin, terutama saat musim panen. Jenis armada yang digunakan biasanya pickup, truk bak, dump truck, atau truk engkel.

4. Sewa Truk untuk Pindahan Rumah dan Usaha

Layanan ini banyak dibutuhkan di wilayah perkotaan. Pengusaha dapat menawarkan paket lengkap, termasuk armada dan tenaga angkut. Armada yang digunakan umumnya pickup, truk engkel, atau van, tergantung volume barang yang dipindahkan.

Baca juga: Cek Bos! 10 Langkah Jitu Cari Truk untuk Bisnis Logistik dan Pendanaan Rp500 Juta!

5. Sewa Truk Harian atau Sistem Lepas Kunci

Pada layanan ini, armada disewakan kepada pengemudi atau perusahaan dengan sistem harian atau bulanan. Jenis armada yang digunakan dapat bervariasi, mulai dari truk engkel, Fuso, hingga tronton dan trailer. Sistem harga sewa truk ini dapat memberikan fleksibilitas operasional dan peluang penggunaan armada secara optimal.

Strategi Sukses Menjalankan Bisnis Sewa Truk

Agar bisnis sewa truk berjalan stabil dan menghasilkan keuntungan jangka panjang, pelaku usaha perlu menerapkan strategi yang tepat. Tidak hanya soal memiliki armada, tetapi juga bagaimana mengelola operasional, pasar, dan biaya secara efisien.

1. Fokus pada Pasar yang Jelas

Langkah pertama adalah menentukan target utama layanan sewa truk. Misalnya, angkutan material proyek, distribusi logistik, atau pengiriman barang UMKM. Dengan fokus pada segmen tertentu, Anda dapat menyesuaikan jenis armada, layanan, dan strategi pemasaran secara lebih efektif.

2. Jaga Kondisi Armada agar Selalu Siap Operasi

Armada adalah aset utama dalam bisnis ini. Perawatan rutin akan menjaga truk tetap optimal, menghindari kerusakan mendadak, dan memastikan operasional berjalan lancar. Armada yang andal juga meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memperkuat reputasi usaha Anda.

3. Tentukan Harga Sewa Truk Secara Kompetitif

Menentukan harga sewa truk harus mempertimbangkan biaya operasional, perawatan, bahan bakar, dan margin usaha. Harga yang tepat akan membuat bisnis tetap kompetitif sekaligus menghasilkan keuntungan yang sehat. Anda juga bisa menawarkan paket harian, mingguan, atau kontrak bulanan sesuai kebutuhan pasar.

4. Bangun Jaringan dengan Pelanggan Potensial

Kerja sama dengan kontraktor, distributor, pelaku UMKM, dan perusahaan logistik dapat membuka peluang pendapatan yang konsisten. Relasi yang kuat membantu meningkatkan utilisasi armada dan mengurangi risiko kendaraan menganggur.

5. Manfaatkan Teknologi untuk Efisiensi

Penggunaan GPS tracker membantu memantau armada secara real time, meningkatkan keamanan, dan mengoptimalkan rute perjalanan. Selain itu, promosi melalui platform digital juga dapat membantu menjangkau lebih banyak pelanggan yang membutuhkan layanan sewa truk.

6. Pastikan Legalitas dan Operasional Tertata

Dokumen kendaraan, izin usaha, dan administrasi harus lengkap dan aktif. Legalitas yang jelas meningkatkan kepercayaan pelanggan dan memudahkan kerja sama dengan perusahaan besar.

Keuntungan dan Tantangan dalam Bisnis Sewa Truk

Bisnis sewa truk menawarkan peluang pendapatan yang stabil dan scalable, terutama karena sektor logistik menjadi tulang punggung distribusi barang di berbagai industri. Namun, seperti usaha lainnya, ada keuntungan yang bisa dimaksimalkan dan tantangan yang perlu dikelola agar bisnis tetap efisien dan menguntungkan.

Keuntungan

1. Permintaan Sewa Truk Stabil  

Kebutuhan distribusi barang terus berjalan setiap hari, baik untuk sektor konstruksi, manufaktur, pertanian, maupun UMKM. Aktivitas seperti pengiriman bahan baku, distribusi produk, dan proyek pembangunan membutuhkan armada truk secara rutin. Hal ini membuat bisnis sewa truk memiliki permintaan yang relatif stabil dan berkelanjutan.

2. Potensi Omzet Besar dari Harga Sewa  

Harga sewa truk per hari dapat mencapai ratusan ribu hingga jutaan rupiah, tergantung jenis dan kapasitas kendaraan. Dengan tingkat penggunaan yang konsisten, satu unit truk dapat menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Jika armada bertambah, potensi pendapatan dan keuntungan juga meningkat secara signifikan.

3. Mudah Dikembangkan dan Scalable

Bisnis ini dapat dimulai dari satu unit truk dan berkembang menjadi armada yang lebih besar. Banyak pengusaha logistik memulai dari skala kecil, lalu menambah unit secara bertahap seiring meningkatnya permintaan. Model bisnis ini memungkinkan ekspansi yang terukur sesuai dengan kemampuan finansial usaha.

4. Pasar Luas dan Tidak Terbatas di Satu Sektor

Layanan sewa truk dibutuhkan oleh berbagai sektor, mulai dari logistik, konstruksi, pertanian, hingga distribusi barang UMKM. Diversifikasi pasar ini membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis pelanggan dan membuat bisnis lebih stabil.

5. Aset Truk Dapat Jadi Sumber Pendapatan Jangka Panjang

Truk bukan hanya alat operasional, tetapi juga aset usaha yang memiliki nilai. Selain menghasilkan pendapatan dari operasional sewa truk, aset ini juga dapat digunakan untuk ekspansi bisnis atau mendukung pengajuan pendanaan usaha.

Tantangan  

1. Biaya Operasional yang Relatif Besar

Pengeluaran seperti bahan bakar, servis rutin, dan pajak kendaraan dapat mempengaruhi profit usaha. Untuk mengatasinya, penting mengatur jadwal operasional secara efisien dan melakukan perawatan berkala agar armada tetap optimal dan terhindar dari biaya perbaikan besar.

2. Persaingan Harga Sewa Truk di Pasar

Banyaknya penyedia layanan membuat kompetisi menjadi ketat, terutama dari sisi harga sewa truk. Solusinya, fokus pada kualitas layanan, ketepatan waktu pengiriman, serta menjaga kondisi armada agar pelanggan lebih percaya dan memilih layanan Anda.

3. Risiko Kerusakan dan Gangguan Operasional

Kerusakan kendaraan dapat menghambat operasional dan mengurangi potensi pendapatan. Untuk meminimalkan risiko ini, gunakan pengemudi yang berpengalaman dan lakukan inspeksi armada secara rutin sebelum dan sesudah digunakan.

Contoh Simulasi Omzet Bisnis Sewa Truk Skala UKM

Untuk melihat proyeksi potensi sebenarnya, berikut simulasi bisnis sewa truk dengan armada yang lebih berkembang. Misalnya Anda memiliki 10 unit truk engkel dan Fuso dengan skema operasional berikut:

Baca juga: Waspada! 5 Hal yang Harus Dicek Sebelum Kredit Truk, Salah Langkah Bisa Gawat!

a. Rata-rata harga sewa truk: Rp1.000.000 per hari
b. Tingkat penggunaan: 22 hari per bulan
c. Jumlah armada: 10 unit truk

Proyeksi Omzet Bulanan

Berikut ini gambaran atau proyeksi mengenai omzet bulanan sewa truk: 

a. Omzet per unit: Rp1.000.000 × 22 hari = Rp22.000.000 per bulan

b. Total omzet 10 unit: Rp22.000.000 × 10 unit = Rp220.000.000 per bulan

c. Rp220.000.000 × 12 bulan = Rp2.640.000.000 per tahun

Artinya, dengan 10 unit armada, bisnis sewa truk berpotensi menghasilkan omzet sekitar Rp2,6 miliar per tahun. Perlu diingat bahwa pencapaian omzet hingga miliaran rupiah dalam bisnis sewa truk tidak terjadi secara instan. 

Pertumbuhan usaha sangat bergantung pada tingkat penggunaan armada, pengelolaan operasional yang efisien, serta kemampuan menjaga kepercayaan pelanggan. 

Truck Funding: Solusi Pendanaan Truk Rp500 Juta – Rp10 Miliar

Baik Anda yang baru ingin memulai bisnis sewa truk, maupun yang ingin mengembangkan armada dari usaha yang sudah berjalan, akses pendanaan menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan. 

Melalui program Truck Funding, LBS Urun Dana menyediakan pendanaan mulai dari Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk membantu pengusaha menambah armada, memperluas operasional, dan meningkatkan kapasitas bisnis logistik secara terukur.

Program ini dirancang untuk mendukung ekspansi usaha dengan skema yang jelas, proses transparan, serta alur yang efisien, sehingga memudahkan pengusaha dalam merencanakan dan merealisasikan pengembangan armada.

Syarat Pengajuan Pendanaan Truck Funding

Untuk mengajukan pendanaan armada truk, pengusaha perlu memenuhi beberapa kriteria berikut:

a. Kebutuhan pendanaan minimal Rp500 juta
b. Memiliki omzet usaha minimal Rp2,5 miliar per tahun
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Memiliki badan hukum (PT atau CV)
e. Memiliki laporan keuangan yang jelas dan terdokumentasi.

Kriteria ini membantu memastikan bahwa pendanaan digunakan untuk usaha yang memiliki aktivitas operasional yang nyata dan terukur.

Simulasi dan Skema Pendanaan

Truck Funding LBS Urun Dana menyediakan skema pendanaan dengan struktur pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan arus kas usaha. Dengan skema ini pengusaha dapat mengelola kewajiban pembayaran secara lebih terencana tanpa mengganggu operasional bisnis.

Pendanaan ini dapat dimanfaatkan untuk pembelian unit baru, penambahan armada, maupun penguatan kapasitas operasional usaha yang sudah berjalan.

Alur Pengajuan Truck Funding

Proses pengajuan pendanaan dilakukan melalui tahapan yang terstruktur:

a. Pengajuan melalui platform resmi lbs.id
b. Verifikasi dokumen bisnis dan legalitas usaha
c. Evaluasi dan persetujuan oleh Komite Investasi
d. Proyek ditampilkan di platform dan didanai oleh investor. 

Setelah pendanaan terpenuhi, dana dapat digunakan sesuai dengan rencana ekspansi yang diajukan. Dengan akses pendanaan hingga Rp10 miliar, pengusaha memiliki peluang untuk meningkatkan kapasitas operasional dan memperkuat posisi bisnis di sektor logistik.

Ajukan pendanaan sekarang melalui platform LBS Urun Dana dan mulai rencanakan ekspansi armada Anda sesuai kebutuhan usaha.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID