artikel
2 Februari 2026
Naufal Mamduh
Awas Keder! Apakah Piutang Masuk ke Debit atau Kredit? Ini Jawabannya
Piutang usaha merupakan bagian penting dalam operasional bisnis. Piutang usaha adalah uang yang masih harus dibayar pelanggan atas barang atau jasa yang telah diterima lebih dulu. Dalam praktiknya, contoh piutang usaha muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan pembayaran dilakukan di kemudian hari.
Pengelolaan piutang usaha yang baik membantu menjaga arus kas tetap sehat, operasional berjalan stabil, dan pertumbuhan bisnis lebih terukur. Sebaliknya, piutang usaha yang tidak tertagih tepat waktu dapat menekan likuiditas dan menghambat kinerja usaha. Karena itu, mari belajar mengelola piutang usaha dengan benar agar bisnis tetap kuat dan berkelanjutan.
Apa Itu Piutang Usaha?
Piutang usaha merupakan salah satu jenis piutang yang harus diperhatikan oleh pebisnis. Menurut Warren dkk. (2015) yang dikutip dalam M. Ardi dkk. (2020) dalam buku “Sistem Akuntansi Piutang: Teori & Aplikasi”, piutang usaha adalah penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit. Piutang jenis ini umumnya diharapkan dapat ditagih dalam jangka waktu relatif singkat, seperti 30 atau 60 hari, dan diklasifikasikan sebagai aset lancar dalam laporan posisi keuangan.
Pengelolaan piutang yang efektif berperan penting dalam menjaga likuiditas perusahaan. Menurut Piutang yang tidak terkelola dengan baik dapat menghambat arus kas dan menimbulkan tekanan keuangan, meskipun perusahaan secara operasional mencatat keuntungan. Piutang sendiri merupakan sejumlah uang yang wajib dibayarkan pelanggan atas barang atau jasa yang telah diserahkan oleh perusahaan, namun belum dilunasi.
Ciri-Ciri Piutang Usaha
Sebagaimana dikutip dari buku “Pengantar Akuntansi 2” karya Syaiful Bahri Dkk (2022), Piutang usaha memiliki karakteristik yang membedakannya dari jenis piutang lainnya dan perlu diperhatikan dalam pengelolaan keuangan perusahaan.
1. Konsekuensi keterlambatan
Apabila debitur tidak melakukan pembayaran sesuai jadwal, perusahaan dapat mengenakan denda, penalti, atau melakukan penagihan lanjutan. Dalam kondisi tertentu, negosiasi ulang hingga langkah hukum dapat ditempuh.
2. Pemberlakuan bunga
Sebagian piutang usaha disertai bunga sebagai konsekuensi atas pemberian waktu pembayaran atau akibat keterlambatan pelunasan. Pengenaan bunga bergantung pada kebijakan dan kesepakatan kedua belah pihak.
3. Tanggal jatuh tempo
Setiap piutang usaha memiliki tanggal jatuh tempo yang ditetapkan oleh kreditur. Umumnya jangka waktu pembayaran berkisar antara 30 hingga 90 hari, tergantung nilai dan kesepakatan transaksi.
Baca juga: Serem! Ini Dampak Pembiayaan Usaha Pakai Modal Sendiri yang Jarang Disadari!
4. Nilai yang harus dilunasi
Saat jatuh tempo, debitur wajib melunasi nilai piutang sesuai perjanjian. Nilai tersebut dapat berupa pokok transaksi saja atau ditambah biaya lain, seperti bunga atau denda.
Perbedaan Piutang dan Utang
Piutang dan utang sering disalahartikan karena sama-sama berkaitan dengan transaksi kredit. Padahal, posisi dan dampaknya bagi perusahaan sangat berbeda. Berikut perbedaan utang dan piutang yang perlu dipahami.
1. Posisi dalam Transaksi
Piutang muncul ketika perusahaan menjual barang atau jasa secara kredit dan menunggu pembayaran dari pihak lain. Dalam kondisi ini, perusahaan bertindak sebagai kreditur.
Sebaliknya, utang timbul saat perusahaan menerima dana, barang, atau jasa dari pihak lain dan memiliki kewajiban untuk membayarnya kembali.
2. Hak dan Kewajiban
Piutang merupakan hak perusahaan untuk menerima pelunasan dari debitur. Utang adalah kewajiban perusahaan yang harus dilunasi kepada kreditur sesuai kesepakatan.
3. Pencatatan dalam Laporan Keuangan
Piutang dicatat sebagai aset, khususnya aset lancar jika jangka waktu pelunasannya relatif singkat. Utang dicatat sebagai liabilitas atau pasiva dalam laporan keuangan.
4. Dampak terhadap Arus Kas
Piutang akan menambah arus kas ketika berhasil ditagih. Utang justru mengurangi arus kas saat perusahaan melakukan pembayaran.
5. Kaitan dengan Jatuh Tempo
Baik piutang maupun utang memiliki tanggal jatuh tempo. Namun, piutang menuntut perusahaan melakukan penagihan, sedangkan utang mengharuskan perusahaan menyiapkan dana untuk pelunasan.
Apakah Piutang Termasuk Debit atau Kredit?
Piutang termasuk debit, yaitu sejumlah nilai yang menjadi hak perusahaan dan akan diterima dari individu atau entitas lain. Debit mencerminkan aset yang dimiliki bisnis, seperti tagihan pelanggan atas barang atau jasa yang telah diterima, imbalan atas pekerjaan yang telah dilakukan, upah yang masih harus dibayarkan kembali kepada perusahaan akibat uang muka gaji, serta klaim pengembalian pajak yang akan diterima.
Sebaliknya, kredit merupakan kebalikan dari debit. Kredit menunjukkan kewajiban perusahaan kepada pihak lain. Contohnya meliputi pajak terutang, pembayaran atas barang atau jasa yang diterima dari pihak lain, pengembalian dana kepada pelanggan atas barang yang dikembalikan, kewajiban pembayaran surat promes, serta gaji yang masih harus dibayarkan kepada karyawan.
Contoh Piutang Usaha
Berikut ini contoh piutang usaha yang disajikan dalam bentuk neraca. Pada laporan posisi keuangan, piutang usaha dicatat di sisi aset lancar (debit) karena merupakan hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa secara kredit.
Melalui contoh neraca ini, dapat dilihat bahwa piutang usaha adalah bagian dari aset perusahaan yang berperan penting dalam mencerminkan potensi arus kas di masa mendatang. Oleh karena itu, pengelolaan piutang usaha perlu dilakukan secara cermat agar nilai piutang dapat tertagih tepat waktu dan tidak mengganggu likuiditas perusahaan.
Piutang usaha adalah hak perusahaan untuk menerima pembayaran dari pelanggan atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan secara kredit. Dalam laporan keuangan, piutang usaha dicatat sebagai aset lancar karena diharapkan dapat ditagih dalam jangka waktu tertentu. Pengelolaan piutang usaha yang baik membantu menjaga arus kas, meningkatkan likuiditas, dan mendukung keberlangsungan serta pertumbuhan bisnis.
LBS Urun Dana: Solusi Pendanaan Rp500 Juta hingga Rp10 Miliar
Selain piutang usaha, aspek lain yang tak kalah penting untuk diperhatikan oleh pengusaha adalah pendanaan. Pengelolaan keuangan yang rapi akan kurang optimal jika bisnis justru terhambat karena keterbatasan modal atau proses pencairan dana yang memakan waktu lama.
Untuk menghindari kondisi tersebut, pengusaha perlu memilih solusi pendanaan yang tepat, cepat, dan transparan. Adapun solusi yang dapat dipertimbangkan adalah LBS Urun Dana, platform pendanaan bisnis Rp500 juta hingga Rp10 miliar.
Baca juga: Mantul! 7 Cara Dapat Modal Usaha Bisnis Kuliner, Cuan Cepat 500 Juta-10 Miliar
Pendanaan di LBS Urun Dana berbasis investasi, lebih transparan, terstruktur, dan diawasi langsung oleh OJK, serta dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Tidak ada bunga tersembunyi dan tidak ada skema yang memberatkan. Pengusaha juga tidak perlu menggadaikan aset pribadi secara berlebihan, sehingga arus kas usaha tetap lebih sehat.
Bikin Usaha Makin Gaspol Lewat FAST 17
FAST 17 adalah program pendanaan dari LBS Urun Dana yang ditujukan bagi pengusaha dengan kebutuhan modal proyek Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Program ini dirancang untuk membantu bisnis menjaga momentum pertumbuhan sekaligus mengeksekusi rencana usaha secara lebih terukur.
Pendanaan disalurkan melalui skema sukuk dan saham, sehingga struktur pembiayaan lebih transparan dan dapat disesuaikan dengan kemampuan arus kas perusahaan. Skema ini relevan bagi pengusaha skala menengah hingga besar yang membutuhkan pendanaan jelas tanpa membebani operasional harian.
Sektor Usaha yang Dapat Mengajukan Pendanaan
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi dan properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian dan perkebunan
Syarat Utama Pendanaan
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana
Alur Pengajuan Pendanaan
a. Pengajuan melalui website resmi lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Proyek ditayangkan dan didanai oleh investor
Saat bisnis butuh dorongan nyata untuk tumbuh, LBS Urun Dana adalah pilihan utama pendanaan amanah yang sesuai dengan kebutuhan usaha. Ajukan sekarang dan wujudkan mimpi bisnis Anda!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






