artikel

calendar_today

28 Februari 2024

Panduan Investasi Syariah: Pengertian hingga Cara Investasi yang Halal

Di era digital saat ini, investasi telah menjadi bagian penting dalam perencanaan keuangan banyak orang. Dalam dunia investasi, muncul istilah investasi syariah, yang menawarkan alternatif bagi mereka yang ingin berinvestasi sesuai dengan prinsip syariah Islam. Artikel ini akan menjelaskan apa itu investasi syariah, pengertian investasi syariah, hingga cara investasi yang halal sesuai dengan prinsip syariah.

Apa itu Investasi Syariah?

Investasi syariah adalah jenis investasi yang dilakukan sesuai dengan prinsip syariah Islam. Ini berarti bahwa semua jenis investasi, seperti saham syariah, sukuk syariah, dan lainnya, harus memenuhi kriteria halal dan tidak melibatkan unsur-unsur yang dilarang seperti riba, gharar (ketidakpastian), dan Dzolim).

baca juga: Mengenal Apa Itu Investasi dan Manfaatnya

Jenis-Jenis Investasi Syariah

Investasi syariah menawarkan berbagai pilihan bagi investor yang ingin mengikuti prinsip-prinsip Islam dalam keputusan investasi mereka. Berikut ini adalah beberapa jenis investasi syariah yang populer dan bagaimana masing-masing mematuhi prinsip syariah:

1. Saham Syariah

Saham syariah adalah saham dari perusahaan yang kegiatan usahanya sesuai dengan prinsip syariah. Perusahaan-perusahaan ini tidak terlibat dalam bisnis yang haram seperti alkohol, judi, dan riba. Saham syariah harus juga memenuhi kriteria keuangan tertentu, seperti tidak adanya pembiayaan yang mengandung unsur riba atau menyimpan uangnya di bank ribawi, atau tercantum dalam anggaran dasarnya untuk bertransaksi dengan bank ribawi.

baca juga: Investasi di Saham Syariah

2. Sukuk

Sukuk, sering disebut sebagai "obligasi syariah", adalah instrumen keuangan yang mirip dengan obligasi konvensional, tetapi dikeluarkan sesuai dengan prinsip syariah. Sukuk memberikan bagi hasil kepada investor tanpa adanya bunga (riba), yang dilarang dalam Islam. Pendapatan dari sukuk berasal dari aset produktif yang nyata, seperti proyek pembangunan atau aktivitas usaha yang halal, yang membuatnya berbeda dari obligasi konvensional.

Investasi syariah menawarkan alternatif yang etis dan patuh syariah bagi investor Muslim dan non-Muslim yang mencari cara investasi yang sesuai dengan nilai-nilai etis dan keberlanjutan. Dengan beragamnya pilihan yang tersedia, investor dapat memilih jenis investasi syariah yang paling sesuai dengan tujuan keuangan dan preferensi risiko mereka.

Manfaat Investasi Syariah

Manfaat investasi syariah tidak hanya terbatas pada aspek keuangan, tetapi juga termasuk kepuasan moral dan spiritual karena berinvestasi sesuai dengan keyakinan agama. Selain itu, investasi syariah juga cenderung lebih stabil dan memiliki risiko lebih rendah karena melalui proses seleksi yang ketat disbanding konvensional.

Cara Investasi yang Halal

Untuk berinvestasi secara syariah, penting bagi investor untuk memilih instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Beberapa cara investasi yang halal antara lain melalui pembelian saham syariah, investasi di sukuk, atau melalui reksadana syariah.

Saat ini LBS Urun Dana memberikan Anda kesempatan emas untuk Anda yang ingin berinvestasi secara syariah melalui 2 produk yaitu: Saham Syariah dan Sukuk. Bersama LBS Urun Dana, kedua produk ini bukan hanya tentang keuntungan finansial, tetapi juga tentang bagaimana investasi Anda dapat memberikan dampak positif yang luas, mendukung pertumbuhan ekonomi yang beretika dan berkelanjutan.

Ayo bergabung di LBS Urun Dana, dan jadilah bagian dari komunitas investor yang bijak dan taat hukum syariah.

search

Informasi Terbaru

Apa Itu Sukuk? Pengertian dan Jenis-jenisnya
Memahami ROI: Kunci Sukses Investasimu
calendar_today

6 April 2024

Memahami ROI: Kunci Sukses Investasimu

Entrepreneur Financial Fiesta 2024
calendar_today

5 April 2024

Entrepreneur Financial Fiesta 2024

Tips Mengelola THR
calendar_today

5 April 2024

Tips Mengelola THR

Ingin Berinvestasi di LBS Urun Dana?

Temukan peluang investasi pada bisnis-bisnis murni syariah hanya di LBS Urun Dana

Investasi Sekarang

Copyright LBS Urun Dana - 2024

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No.57/POJK.04/2020 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 27, kami menyatakan bahwa :

  • OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.
  • INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.
  • PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum selesainya vesting period dan hingga dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2013 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.