berita
2 Mei 2026
Naufal Mamduh
Kalem! Harga Plastik Naik 100%, Ini 5 Langkah Pemerintah Selamatkan Bisnis UMKM
Pemerintah Indonesia akhirnya turun tangan menghadapi lonjakan harga plastik yang menekan pengusaha, khususnya UMKM. Situasi ini diperparah oleh gangguan pasokan global, termasuk di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi dan petrokimia.
Kondisi Terkini: Harga Plastik Naik 100%
Harga plastik belum menunjukkan tanda turun. Mengacu pada laporan Kontan (30/4/2026), harga plastik di Indonesia per April 2026 melonjak hingga 80%–100%. Biji plastik PP berada di kisaran Rp66.900–Rp102.900 per kg, sementara HDPE naik hingga Rp50.000 per kg akibat kenaikan biaya bahan baku impor.
Baca juga: Harga Plastik Makin Meroket, Pengusaha Wanti-wanti Ancaman PHK Mengintai!
Dampaknya langsung terasa ke UMKM. Biaya produksi meningkat, dan banyak pengusaha terpaksa menaikkan harga jual demi menjaga margin. Merespons kondisi ini, Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Ekonomi Nasional telah menggelar rapat lintas kementerian dan melaporkan hasilnya kepada Presiden Prabowo Subianto. Berikut 5 faktanya.
1. Bea masuk LPG dipangkas jadi 0% untuk tekan biaya produksi
Pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG dari 5%–15% menjadi 0% selama enam bulan. Tujuannya agar industri petrokimia punya alternatif bahan baku yang lebih murah di tengah tekanan harga plastik naik di Indonesia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, kebijakan ini adalah hasil koordinasi lintas kementerian untuk menjaga keberlanjutan produksi industri.
“Pertama, insentif untuk LPG, di mana intervensi kebijakan dilakukan pada bea masuk LPG. Dengan adanya blokade di Selat Hormuz, industri petrokimia mengalami kesulitan memperoleh nafta,” ujar Airlangga sebagaimana dikutip dari Kontan.
2. Konflik global bikin bahan baku langka
Gangguan di Selat Hormuz membuat distribusi energi dan petrokimia tersendat. Dampaknya, bahan baku utama seperti nafta menjadi sulit didapat. Ini yang memicu kenaikan biaya produksi dan mendorong pemerintah mengambil langkah cepat.
3. LPG jadi solusi cepat pengganti nafta
Karena nafta langka, LPG didorong sebagai alternatif sementara. Kilang bisa menyesuaikan proses produksi agar tetap berjalan. Meski bukan solusi jangka panjang, langkah ini cukup efektif untuk mencegah produksi berhenti total.
4. Bea masuk bahan baku plastik ikut dibebaskan
Pemerintah juga menghapus bea masuk untuk bahan baku plastik seperti PP, HDPE, dan LLDPE selama enam bulan. Ini dilakukan karena harga plastik naik di pasar global tepatnya 50%–100%. Dengan kebijakan ini, tekanan biaya di sektor industri bisa sedikit diredam.
5. Harga dijaga, perizinan dipercepat
Pemerintah tidak hanya fokus ke biaya, tapi juga ke dampaknya ke pasar. Tujuannya menahan kenaikan harga, terutama di sektor makanan dan minuman yang paling banyak menggunakan kemasan plastik.
Di saat yang sama, proses perizinan dipercepat dan didigitalisasi melalui sistem Online Single Submission (OSS). Dengan OSS, pengusaha tidak perlu lagi antre panjang untuk mengurus izin, karena seluruh proses dapat dilakukan secara daring. Langkah ini penting agar stimulus yang diberikan bisa segera dimanfaatkan tanpa terhambat birokrasi.
Arah Kebijakan dan Tantangan ke Depan
Kemudahan perizinan seperti PBG dan SLF juga ikut diperbaiki, dengan biaya lebih jelas dan proses lebih sederhana. Tujuannya sederhana, supaya pengusaha bisa bergerak lebih cepat memanfaatkan stimulus yang sudah diberikan.
Secara keseluruhan, kebijakan ini fokus ke jangka pendek, yaitu menjaga produksi tetap jalan dan menahan kenaikan harga agar tidak makin tinggi. Namun, di sisi lain, ketergantungan pada bahan baku impor masih jadi tantangan yang belum selesai.
Baca juga: Ruwet! Harga Plastik Naik, Ini Penyebab dan Dampaknya ke UMKM hingga Konsumen!
Artinya, langkah ini cukup efektif untuk meredam tekanan saat ini. Tapi ke depan, penguatan bahan baku dalam negeri tetap jadi kunci agar industri tidak mudah terguncang kondisi global.
Kesimpulannya, kebijakan ini diharapkan bisa langsung menahan biaya produksi agar pengusaha tidak makin tertekan dan harga tetap terkendali. Ke depan, semoga ini jadi awal untuk memperkuat industri dalam negeri agar lebih tahan terhadap gejolak global.
Kenalan dengan LBS Urun Dana
Bagi pengusaha yang membutuhkan tambahan modal untuk menghadapi tekanan biaya produksi, ada satu solusi yang layak dipertimbangkan.
LBS Urun Dana merupakan platform securities crowdfunding yang telah resmi berizin dan diawasi oleh OJK. LBS Urun Dana membuka akses pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliar dengan skema yang terstruktur dan profesional. Sementara itu investor dapat berinvestasi di sukuk maupun saham dari bisnis riil yang telah melalui seleksi ketat.
Baca juga: Taaruf! Sejarah LBS Urun Dana, SCF Penghubung Antara Investor & Entrepreneur Visioner
Seluruh transaksi di LBS Urun Dana dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah, agar setiap aktivitas berjalan transparan dan bebas riba, gharar, dan dzalim.
Ikuti perkembangan terbaru seputar ekonomi, bisnis, muamalah, dan peluang investasi di lbs.id dan Instagram LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.





