berita

calendar_today

5 Januari 2026

Kejam! 5 Fakta Dibalik Amerika Serikat Serang Venezuela

Amerika serang Venezuela menjadi sorotan global setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim telah melakukan operasi militer besar-besaran yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Klaim ini bukan hanya memicu ketegangan geopolitik, tetapi juga membuka pertanyaan besar: Amerika serang Venezuela karena apa, dan apa dampaknya bagi pasar minyak dunia?

Langkah Amerika Serikat menyerang Venezuela ini terjadi di tengah krisis politik, ekonomi, dan energi yang sudah lama melilit negara Amerika Latin tersebut. Berikut rangkuman peristiwa, fakta, dan analisisnya sebagaimana dikutip dari CNBC pada Senin (5/12/2025).

1. Kronologi Penyerangan dan Penangkapan

Penyerangan dan penangkapan Maduro diklaim terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pada hari itu, Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melancarkan operasi militer besar-besaran yang melibatkan serangan udara ke ibu kota Venezuela, Caracas.

Trump mengatakan serangan tersebut menyasar langsung pusat kota, memicu kepanikan warga, serta menyebabkan kerusakan signifikan di sejumlah titik strategis. Dalam operasi itu, AS disebut langsung menargetkan pucuk pimpinan Venezuela.

Masih pada hari yang sama, Trump mengklaim Maduro ditangkap bersama istrinya dan kemudian diterbangkan keluar negeri. Proses penangkapan disebut melibatkan aparat penegak hukum Amerika Serikat, meski lokasi penahanan dan negara tujuan tidak dijelaskan.

2. Alasan Penangkapan Versi AS

Trump tidak merinci dasar hukum internasional secara spesifik terkait operasi tersebut. Namun, ia menegaskan langkah ini diambil untuk mengakhiri krisis berkepanjangan di Venezuela.

Baca juga: Hore! RI–AS Sepakat Tarif Dagang, Ekspor Sawit hingga Kopi Aman Sentosa!

Pernyataan Trump memperjelas posisi Washington yang tidak lagi hanya memberi tekanan lewat sanksi. Amerika serang Venezuela disebut sebagai langkah strategis langsung untuk merombak kepemimpinan politik Caracas. Inilah yang memicu pertanyaan luas di pasar global tentang Amerika serang Venezuela karena apa, dan sejauh mana kepentingan ekonomi ikut berperan.

3. Fakta di Balik Operasi Militer AS

Sehari setelah pengumuman penangkapan, yakni Minggu, 4 Januari 2026, Trump mengumumkan langkah lanjutan. Dalam konferensi pers di Florida, ia menyatakan akan membuka akses bagi perusahaan-perusahaan minyak Amerika Serikat untuk masuk ke Venezuela.

Trump menyebut perusahaan energi terbesar AS akan menginvestasikan miliaran dolar untuk memperbaiki infrastruktur migas Venezuela yang rusak dan lama terbengkalai akibat krisis politik serta ekonomi.

“Kami akan mengirim perusahaan minyak terbesar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia, masuk ke Venezuela,” ujar Trump, dikutip dari AFP. Pernyataan ini memperkuat dugaan bahwa operasi militer dan agenda ekonomi berjalan beriringan.

4. Cadangan Minyak Venezuela

Venezuela diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mencatat cadangan minyak Venezuela mencapai 303 miliar barel, atau sekitar 17 persen dari total cadangan global. Angka ini melampaui Arab Saudi, Iran, dan Irak.

Hingga akhir 2025, Chevron menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar asal AS yang masih beroperasi di Venezuela. Menurut firma konsultan energi Kpler, Chevron mengekspor sekitar 140.000 barel per hari pada kuartal keempat 2025.

Namun, pemulihan produksi minyak dinilai tidak mudah. Energy Aspects memperkirakan penambahan produksi 500.000 barel per hari membutuhkan investasi sekitar US$10 miliar dan waktu setidaknya dua tahun. Kepala geopolitik Energy Aspects, Richard Bronze, menilai proses ini akan penuh tantangan politik dan teknis.

5. Dampak ke Harga Minyak Global

Meski Amerika Serikat menyerang Venezuela berpotensi memicu gejolak geopolitik, analis menilai dampaknya terhadap harga minyak global relatif terbatas. Third Bridge menyebut tidak melihat peristiwa ini akan berdampak signifikan terhadap harga minyak mentah atau harga BBM konsumen dalam waktu dekat.

Sementara itu, Helima Croft dari RBC Capital Markets mengingatkan bahwa tekanan politik dari Washington dapat memaksa perusahaan minyak AS berperan layaknya perpanjangan tangan pemerintah.

Pada periode yang sama, harga minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$60 per barel, mendekati level terendah tahun ini. Kondisi pasar global yang masih kelebihan pasokan membuat lonjakan harga dinilai kecil kemungkinannya.

Baca juga: Gokil! Pengusaha Pede Ekonomi Indonesia 2026 Cerah, Sinyalnya Bermula Dari Sini!

Klaim Amerika serang Venezuela menandai eskalasi besar dalam hubungan Washington–Caracas. Dari penyerangan militer, penangkapan Maduro, hingga rencana masuknya perusahaan minyak AS, rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa Amerika serang Venezuela karena apa tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik dan energi sekaligus.

Meski Venezuela menyimpan cadangan minyak terbesar di dunia, pemulihan industri migasnya membutuhkan stabilitas politik, investasi jangka panjang, serta pengelolaan risiko geopolitik yang kompleks. Dalam jangka pendek, Amerika Serikat menyerang Venezuela dinilai belum akan mengguncang harga minyak global secara signifikan, tetapi dampak jangka panjangnya masih akan terus dipantau pasar dunia.

search

Informasi Terbaru

Ingin investasi yang amanah dan sesuai prinsip Islam?

Temukan investasi halal dari bisnis yang sesuai prinsip Islam hanya di LBS Urun Dana!

Investasi Sekarang

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID