berita
11 Juli 2026
Naufal Mamduh
Lega! Menkeu Purbaya Klaim Defisit APBN Membaik, Cuma Tekor Rp196,5 Triliun
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Semester I-2026 mencatat defisit sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini naik dari posisi Mei 2026 yang berada di Rp180,4 triliun atau 0,70% terhadap PDB.
Tapi ada catatan penting di balik kenaikan itu. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kondisi fiskal justru membaik. Semester I-2025 mencatat defisit 0,84% terhadap PDB, sehingga rasio defisit tahun ini turun sekitar 3,8% secara tahunan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan angka ini dalam rapat kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Selasa (7/7/2026).
"Defisit APBN dijaga di batas aman. Kalau kita pakai cara sama 6 bulan 0,7% berarti kalau setahun (defisit) 1,52%. Mereka akan tetap bilang anggaran parah. Ini angka terjadi betulan," kata Purbaya.
Pendapatan Tumbuh Dua Digit, Belanja Ikut Melaju
Kenaikan defisit ini bukan karena pendapatan negara seret. Justru sebaliknya, dua sisi neraca sama-sama tumbuh dua digit dibanding tahun lalu, hanya saja belanja tumbuh lebih agresif.
Dari sisi pendapatan, negara mengumpulkan Rp1.459,4 triliun, setara 46,3% dari target APBN Rp3.153,6 triliun, tumbuh 21,4% secara tahunan (yoy). Penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar dengan Rp1.187,8 triliun, mencapai 44,1% dari target dan tumbuh di kisaran yang sama.
Baca juga: Mantap! Menkeu Purbaya Yakin Mesin Baru Ini Bisa Dongkrak Ekonomi RI hingga 8 Persen
Purbaya menjelaskan capaian ini didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, penguatan pengawasan tata kelola pajak, bea dan cukai, serta kenaikan layanan kementerian, lembaga, dan Badan Layanan Umum (BLU).
Di sisi belanja, realisasi mencapai Rp1.656 triliun atau 43,1% dari pagu APBN, tumbuh 17,8% yoy. Belanja pemerintah pusat menyumbang porsi terbesar dengan Rp1.296,8 triliun, tingkat serapan 41,2% dari pagu, dan melesat 29,4% yoy, jauh di atas laju pertumbuhan pendapatan.
Semester II Diproyeksi Melebar, Tapi Masih di Bawah Batas UU
Purbaya tidak menutupi bahwa defisit akan membesar di semester II. Pola belanja negara memang selalu terakumulasi lebih besar di paruh kedua tahun anggaran, seiring realisasi proyek dan program yang mengejar target akhir tahun.
Untuk keseluruhan 2026, pemerintah memproyeksikan defisit mencapai Rp734,3 triliun atau 2,85% terhadap PDB. Angka ini masih berada di bawah batas maksimal 3% yang diatur Undang-Undang Keuangan Negara, meski tipis marginnya.
Saat APBN Bekerja Keras, Investasi Swasta Tetap Punya Peran
Defisit APBN bukan kondisi darurat, tapi pengingat bahwa pemerintah tidak bisa sendirian menggerakkan ekonomi. Belanja negara yang besar perlu diimbangi oleh perputaran modal dari sektor swasta, termasuk dari masyarakat yang memilih berinvestasi di bisnis-bisnis produktif dalam negeri.
Salah satu caranya adalah lewat sukuk, instrumen investasi berbasis syariah yang mempertemukan investor dengan bisnis atau proyek riil, tanpa melibatkan bunga.
Investasi Sukuk di LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang membuka akses investasi sukuk dan saham untuk masyarakat umum, dengan minimum investasi mulai Rp1.000.000. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah yang juga Founder LBS Urun Dana, dengan harapan setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Saat ini tersedia tiga listing sukuk yang sedang berjalan dan masih terbuka untuk investor:
Baca juga: Hore! Paket Stimulus Ekonomi Kuartal III 2026 Segera Diumumkan, Ini Bocoran Isinya
Kuota setiap listing terbatas dan tidak diperpanjang setelah penuh. Ada yang ingin didiskusikan dulu? Tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






