pendanaan
10 Juli 2026
Naufal Mamduh
Gaskeun! 10 Sumber Modal Usaha Rp500 Juta–Rp10 Miliar yang Wajib Anda Diketahui
Modal usaha sering disebut hambatan terbesar sebelum bisnis dimulai. Tapi sejarah membuktikan sebaliknya: banyak perusahaan besar bermula dari keterbatasan. Modal usaha adalah semua sumber daya finansial yang dibutuhkan untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnis. Dengan strategi yang tepat, keterbatasan modal bisa diatasi, bahkan dijadikan keunggulan kompetitif.
Bagi entrepreneur Muslim, ada satu hal yang tidak bisa diabaikan: tidak semua cara mendapatkan modal usaha itu halal. Memilih skema yang bersih dari riba, gharar, dan kezaliman adalah bagian dari muamalah yang benar.
7 Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Entrepreneur Visioner
Setiap bisnis punya fase dan kebutuhan yang berbeda. Pahami pilihan yang tersedia, lalu sesuaikan dengan kondisi bisnis dan prinsip Anda. Berikut tujuh cara yang bisa dipertimbangkan:
1. Bootstrapping: Modal dari Kantong Sendiri
Bootstrapping adalah membangun bisnis dari sumber daya pribadi: tabungan, hasil penjualan aset, atau laba yang diputar kembali. Tidak ada kewajiban kepada pihak lain, tidak ada bunga, dan kendali penuh ada di tangan Anda.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
2. Tabungan Keluarga atau Kerabat
Meminjam dari orang tua, saudara, atau kerabat adalah cara paling mudah diakses: tanpa agunan, tanpa bunga. Tapi justru karena sifatnya personal, ini paling rentan gesekan. Buat perjanjian tertulis yang jelas sejak awal: nominal, jadwal pengembalian, dan skema bagi hasil jika ada.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
Baca juga: Gercep! 8 Cara Dapat Modal Usaha Tanpa Riba, Cuan Lancar buat Pengusaha Visioner
3. Kemitraan Strategis dan Joint Venture
Terkadang Anda tidak butuh uang tunai, yang dibutuhkan adalah akses ke sumber daya. Bermitra dengan pihak yang punya aset, jaringan, atau keahlian yang Anda butuhkan bisa jadi solusi cerdas: barter skill, sistem bagi hasil, atau negosiasi tempo pembayaran lebih panjang dengan pemasok.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
4. Hibah dari Kompetisi dan Program Inkubasi
Pemerintah, BUMN, lembaga internasional, dan perusahaan swasta rutin menggelar kompetisi dengan hadiah dana hibah, tidak perlu dikembalikan. Program yang bisa dijajaki: Wirausaha Muda Mandiri (WMM), kompetisi Kementerian Koperasi dan UKM, hingga kompetisi startup perusahaan teknologi besar.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
5. Manajemen Aset dan Stok yang Lebih Efisien
Modal sering kali bukan tidak ada, tapi terkunci di tempat yang salah. Stok yang menumpuk atau aset yang tidak produktif adalah modal yang diam. Terapkan sistem just-in-time, pertimbangkan menyewa peralatan daripada membeli di fase awal, dan audit aset secara berkala.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
6. Angel Investor dan Modal Ventura
Angel investor adalah individu yang menanamkan modal di bisnis tahap awal dengan imbalan saham atau bagi hasil. Modal ventura bekerja serupa tapi dari perusahaan investasi. Jaringan dan mentorship yang mereka bawa sering kali lebih berharga dari dananya.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
7. Pinjaman dari Koperasi Simpan Pinjam
Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dapat menjadi alternatif modal usaha, terutama bagi anggota koperasi. Proses pengajuannya umumnya lebih sederhana dibanding sebagian lembaga keuangan lainnya. Sebelum mengajukan pinjaman, pahami syarat, biaya, tenor, dan mekanisme pengembaliannya. Jika memilih koperasi syariah, pastikan akad yang digunakan sesuai prinsip syariah.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
8. Inkubator dan Akselerator Bisnis
Inkubator dan akselerator bisnis membantu UMKM maupun startup mengembangkan usaha melalui pelatihan, mentoring, serta akses ke jaringan investor. Beberapa program juga menyediakan pendanaan awal atau kesempatan pitching kepada calon investor sehingga dapat membuka peluang pertumbuhan bisnis.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
9. P2P Lending Syariah
P2P Lending Syariah mempertemukan pemilik dana dengan pelaku usaha melalui platform digital menggunakan akad yang sesuai prinsip syariah. Sebelum mengajukan pembiayaan, pastikan Anda memahami akad, biaya, dan kemampuan pembayaran, serta memilih penyelenggara yang berizin dan diawasi regulator.
Catatan: Penjelasan di atas merupakan gambaran umum. LBS Urun Dana tidak menawarkan maupun membenarkan skema ini sebagai produk atau layanan.
10. Securities Crowdfunding
Securities crowdfunding adalah skema di mana banyak investor kolektif mendanai bisnis Anda melalui saham atau sukuk. Bukan pinjaman berbunga, tapi kemitraan berbasis kepemilikan nyata dengan akad yang jelas sejak awal. Diatur dalam Peraturan OJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi.
Sudah Siap Akses Modal Usaha Tanpa Riba?
Dari tujuh cara di atas, securities crowdfunding adalah pilihan paling sesuai bagi entrepreneur visioner yang ingin akses modal besar dengan akad yang insya Allah bersih dari riba, gharar, dan kezaliman. Bukan pinjaman yang memberatkan arus kas, tapi kemitraan nyata dengan investor yang ikut percaya pada bisnis Anda.
Kalau bisnis Anda sudah siap untuk langkah ini, LBS Urun Dana membuka akses pendanaan usaha mulai Rp500 juta hingga Rp10 miliar melalui skema saham atau sukuk. Platform ini berizin OJK dan seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana.
Sebelum mengajukan, pastikan bisnis Anda memenuhi kriteria berikut:
- Dana yang dibutuhkan minimal Rp500 juta
- Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
- Usaha sudah berjalan minimal satu tahun
- Berbadan hukum PT atau CV
- Memiliki laporan keuangan
Baca juga: Iqra! Ternyata Ini yang Dimaksud Pendanaan Syariah, Banyak yang Salah Paham Loh!
Ajukan Sekarang atau diskusikan dulu kondisi usaha Anda bersama tim melalui Open Plan LBS Urun Dana:
- Esa: Chat via WhatsApp
- Rasyid: Chat via WhatsApp
Dari semua cara mendapatkan modal usaha yang ada, yang terpenting bukan seberapa besar dananya, tapi apakah cara mendapatkannya tenang di hati. Mulai ajukan sekarang.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






