berita
9 Juli 2026
Naufal Mamduh
Merinding! Rupiah Tembus Rp18.050 per Dolar AS, Simak 4 Faktor Penyebabnya
Rupiah kembali tembus level psikologis yang sudah lama diwaspadai pasar. Pada pembukaan perdagangan Kamis (9/7/2026), mata uang Garuda langsung terdepresiasi 0,33% ke level Rp18.050 per dolar AS, berdasarkan data Refinitiv. Ini terjadi setelah sebelumnya rupiah sudah melemah 0,11% ke Rp17.990 pada penutupan perdagangan terakhir.
Rp18.000 per dolar AS bukan sekadar angka. Ini level yang secara psikologis menjadi acuan pasar, dan tembusnya level ini biasanya memicu kehati-hatian lebih besar dari pelaku pasar maupun investor.
Dua Pemicu Utama: Iran dan The Fed
Sebagaimana dikutip dari CNBC dan Kontan pada Kamis (9/7/2026), terdapat empat faktor yang mendorong pelemahan rupiah sekaligus menguatkan dolar AS. Dua faktor berasal dari sentimen global, sementara dua lainnya berasal dari dalam negeri.
1. Serangan Militer AS ke Iran
Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan baru ke Iran, beberapa jam setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan sementara untuk mengakhiri perang telah berakhir pada Rabu sore. Perkembangan ini mendorong harga minyak naik tajam dan meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS.
Kenaikan harga energi juga berpotensi memicu kembali inflasi global sehingga mempengaruhi ekspektasi arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
2. Risalah The Fed yang Bernada Hawkish
Risalah rapat The Fed periode Juni menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang cenderung hawkish di internal bank sentral AS. Kekhawatiran terhadap inflasi yang masih tinggi membuat pelaku pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada tahun ini.
Baca juga: Ngeri! Nilai Tukar Rupiah Kian Melemah, Mungkinkah Segera Menyentuh Rp18.000?
Prospek suku bunga yang tetap tinggi membuat dolar AS semakin menarik bagi investor. Tercatat, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB menguat tipis 0,02% ke level 101,010.
3. Turunnya Kepercayaan Konsumen Indonesia
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah kali ini juga dipengaruhi oleh sentimen domestik. Salah satunya adalah penurunan tingkat kepercayaan konsumen Indonesia pada Juni 2026.
Bank Indonesia mencatat Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2026 masih berada di zona optimistis pada level 117,8. Namun, angka tersebut turun dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 120,9. Penurunan ini memunculkan kekhawatiran terhadap prospek konsumsi dan pertumbuhan ekonomi domestik.
4. Indonesia Masuk Watchlist S&P DJI
Sentimen negatif juga datang setelah S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) memasukkan Indonesia ke dalam 2027 Watchlist. Langkah ini membuka peluang penurunan klasifikasi pasar saham Indonesia dari emerging market menjadi frontier market.
Potensi perubahan status tersebut dinilai dapat mengurangi minat investor global terhadap aset domestik sehingga turut memberikan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Ketidakpastian Global, Pilihan Investasi Jadi Makin Penting
Fluktuasi rupiah yang dipicu faktor eksternal seperti ini mengingatkan satu hal: kondisi ekonomi global tidak pernah benar-benar bisa diprediksi. Ketegangan geopolitik, keputusan bank sentral negara lain, pergerakan harga komoditas, semuanya bisa dalam hitungan jam mengubah arah pasar.
Baca juga: Sadis! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp103 Triliun, Masihkan Kita Terjebak Riba?
Di tengah ketidakpastian seperti ini, pilihan instrumen investasi menjadi makin penting. Bukan sekadar soal imbal hasil, tapi soal memilih instrumen yang akadnya jelas, diawasi oleh pihak yang kompeten, dan tidak menambah risiko di atas ketidakpastian yang sudah ada.
Investasi di LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan bisnis-bisnis nyata di Indonesia, lewat skema saham atau sukuk, bukan pinjaman berbunga. Seluruh produknya diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah yang juga menjadi Founder LBS Urun Dana, dengan harapan setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
- Lebih dari Rp333,7 miliar telah disalurkan ke bisnis pengusaha Indonesia
- Lebih dari 16.900 investor aktif sudah bergabung
- Minimum investasi mulai Rp1.000.000
Listing yang sedang berjalan dan masih terbuka untuk investor:
Kuota setiap listing terbatas dan tidak diperpanjang setelah penuh. Ada yang ingin didiskusikan dulu? Tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






