investasi
26 Februari 2026
Naufal Mamduh
Ahay! Saham Frutta Gelato Siap Gebrak Pasar Sekunder 2026, Cek Bisnisnya Di sini!
Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan segera dibuka sebagai periode perdagangan terbatas bagi saham emiten yang telah terdaftar di platform. Dalam jadwal mendatang, salah satu saham yang tersedia untuk ditransaksikan adalah PT Bali Internusa Gelatonesia (Frutta Gelato).
Melalui periode ini, investor dapat melakukan jual beli saham antar pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku. Mekanisme tersebut memberikan ruang bagi investor untuk menyesuaikan portofolio berdasarkan pertimbangan dan strategi masing-masing.
Apa Itu Pasar Sekunder?
Pasar Sekunder LBS Urun Dana adalah periode perdagangan terbatas yang memungkinkan investor melakukan jual beli saham emiten yang telah tercatat di platform. Saham yang sebelumnya diterbitkan melalui skema securities crowdfunding dapat dipindahtangankan antar pemegang saham ketika periode transaksi dibuka.
Melalui mekanisme ini, investor memiliki opsi untuk bertransaksi pada perusahaan yang sudah memiliki aktivitas usaha dan rekam jejak operasional. Periode perdagangan tersebut juga memberikan ruang bagi investor untuk menyesuaikan komposisi portofolio sesuai strategi masing-masing dan dinamika harga yang terbentuk selama masa transaksi.
Baca juga: Chip In! Intip Sukuk Rimba, Investasi Es Batu Balok Dengan Proyeksi Imbal Hasil 24%
Pada tahun 2026, jadwal perdagangan direncanakan berlangsung sebanyak 4 kali. Periode pertama akan dibuka pada 2–13 Maret 2026 selama 10 hari kerja, dengan transaksi mengikuti ketentuan yang berlaku di platform.
Profil Frutta Gelato
Salah satu emiten yang akan tersedia pada periode Pasar Sekunder Maret 2026 adalah Frutta Gelato. Perusahaan gelato halal asal Bali ini dikenal dengan produk premium berbahan alami dan pertumbuhan bisnis yang konsisten. Berikut ringkasan profil serta perkembangan usahanya.
Mengenal Lebih Dekat Frutta Gelato
Frutta Gelato memulai perjalanannya pada tahun 2020, di tengah kondisi pandemi yang menekan banyak pelaku usaha. Di saat situasi pasar tidak menentu, brand ini hadir dengan konsep gelato halal premium yang menyasar konsumen yang mengutamakan kualitas bahan, rasa, dan kepastian kehalalan produk. Identitasnya dirangkum dalam tagline “Not Ice Cream, It’s Gelato”, yang menegaskan diferensiasi produk di pasar.
Pada fase awal, penjualan dilakukan melalui sistem pre-order dengan pendekatan komunitas di Bali. Respons yang konsisten dari pelanggan mendorong pertumbuhan usaha secara bertahap. Produk Frutta diracik menggunakan bahan alami tanpa pengawet, dengan standar produksi yang dijaga untuk mempertahankan kualitas dan kepercayaan konsumen.
Baca juga: Sedap! Profil Makacha Bakery, Emiten Kue Kemojo yang Sahamnya Melesat Hingga 140%
Perkembangan usaha membawa Frutta memperluas variasi produk, mulai dari gelato cup hingga gelato cake. Distribusi tidak lagi terbatas di Bali, tetapi juga menjangkau Jakarta, Balikpapan, dan Yogyakarta melalui kemitraan dengan reseller, restoran, dan kafe. Sertifikasi halal MUI Bali serta izin BPOM menjadi bagian dari pondasi reputasi brand.
Dari sisi permodalan, Frutta memanfaatkan skema securities crowdfunding berbasis saham melalui LBS Urun Dana pada 2022 dan menghimpun Rp1,3 miliar. Pada 2024, perusahaan kembali memperoleh pendanaan melalui skema sukuk sebesar Rp1,45 miliar. Kedua langkah ini menjadi bagian dari strategi penguatan struktur modal berbasis pendanaan bisnis.
Pertumbuhan Frutta didukung strategi pemasaran yang adaptif, peluncuran produk musiman, serta penguatan relasi komunitas. Kolaborasi dengan LBS Urun Dana juga mencakup pendampingan usaha dan penguatan tata kelola sebagai bagian dari pengembangan bisnis jangka panjang.
Update Kinerja Keuangan Frutta Gelato
PT Bali Internusa Gelatonesia (Frutta Gelato) mencatat perkembangan kinerja yang dinamis dalam dua tahun terakhir. Pada tahun buku yang berakhir 31 Desember 2024, perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp6,31 miliar dengan laba bersih Rp981 juta. Capaian ini menunjukkan perusahaan berada pada fase profitabilitas yang positif dengan kinerja operasional yang relatif stabil.
Memasuki Tahun Buku 2025, pendapatan tercatat sebesar Rp5,84 miliar dengan laba bersih Rp847,1 juta. Pergerakan ini mencerminkan adanya penyesuaian strategi dan dinamika usaha yang berlangsung sepanjang tahun.
Secara umum, tahun 2024 menjadi periode dengan laba yang solid, sementara 2025 memperlihatkan fase transisi dengan fluktuasi pada laba bersih. Perkembangan ini menggambarkan perjalanan usaha yang bergerak dari fase stabil menuju tahap penyesuaian dan penguatan strategi bisnis.
Performa Saham di Pasar Sekunder Desember 2025
Pada periode Pasar Sekunder Desember 2025, saham emiten gelato halal asal Bali ini menunjukkan pergerakan yang signifikan.
a. Harga penawaran awal: Rp100.000 per lembar saham
b. Harga akhir di pasar sekunder: Rp202.500 per lembar saham
c. Dividen tunai Tahun Buku 2022 (tahap 1): Rp2.152,56 per lembar saham
d. Dividen tunai Tahun Buku 2022 (tahap 2): Rp1.927,50 per lembar saham
e. Dividen tunai Tahun Buku 2023: Rp1.623 per lembar saham
Dengan demikian, harga saham mengalami kenaikan sekitar 102% dibanding harga awal. Selain potensi kenaikan nilai saham, perusahaan juga telah membagikan dividen tunai sebanyak tiga kali kepada pemegang saham.
Solusi Investasi Cerdas Lewat LEDX
Keputusan investasi yang terukur berangkat dari analisis data yang transparan. Untuk itu, LBS Urun Dana menghadirkan LEDX (LBS Equity Crowdfunding Index) sebagai referensi dalam memantau kinerja dan pergerakan saham di Pasar Sekunder secara transparan dan sistematis.
LEDX menyajikan informasi dalam format yang mudah dipahami, mulai dari indeks, grafik pergerakan harga, hingga parameter pendukung lainnya. Investor dapat melihat dinamika transaksi, perubahan harga, serta pola pergerakan saham dalam satu dashboard yang komprehensif. Pendekatan ini membantu proses evaluasi menjadi lebih sistematis.
Baca juga: Yummy! Saham D’Mamam Naik 130%, Dari Bisnis Nugget Sehat ke Emiten Potensial
Contoh Indeks LEDX
Selain menampilkan gambaran umum pasar, LEDX juga menyediakan detail untuk masing-masing saham. Tampilan grafik dan indikator tambahan memudahkan pengguna menilai aktivitas perdagangan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Contoh Grafik Per Saham
Kehadiran LEDX merupakan bagian dari upaya LBS Urun Dana untuk menghadirkan transparansi dalam ekosistem investasi saham di platform securities crowdfunding LBS Urun Dana yang berizin OJK.
Pasar Sekunder Sebentar Lagi!
Pasar Sekunder LBS Urun Dana akan dibuka pada 2–13 Maret 2026. Ini adalah kesempatan Anda untuk melakukan transaksi saham emiten yang telah terdaftar sesuai ketentuan platform.
Siapkan dari sekarang! Pastikan akun Anda sudah aktif dan proses KYC selesai sekarang juga. Gunakan LEDX untuk mempelajari pergerakan saham, analisis peluang yang tersedia, dan siapkan strategi terbaik Anda. Saat periode perdagangan dimulai, pastikan Anda sudah siap mengambil langkah. Mulai Disini!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






