investasi
23 September 2026
Naufal Mamduh
Salut! Kisah 18 Tahun Siomay Abah Uki, dari Dapur Rumahan hingga 20.000 Pcs Sehari
Bisnis Abah Uki bermula dari usaha makanan skala rumahan pada 2008. Kini, CV Mulai Dari Yang Bisa dengan brand Siomay Bogor Abah Uki telah berkembang menjadi bisnis yang memproduksi frozen food dan makanan siap saji, dengan jaringan penjualan yang mencakup retail, reseller, HoReCa, distributor, event/bazar, hingga institusi.
Perjalanan tersebut tidak terjadi dalam semalam. Ada proses memperluas pasar, menghadapi perubahan kebutuhan konsumen, mengembangkan usaha makanan beku, hingga membangun kemampuan produksi yang pernah mencapai 20.000 pcs per hari.
Bagi investor LBS Urun Dana, perjalanan sebuah bisnis menjadi bagian penting untuk dipahami sebelum melihat lebih jauh peluang investasi halal ini. Sebab, angka penawaran saja tidak cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah usaha berkembang dan kemana arahnya.
Baca juga: Legend! Sukuk Siomay Abah Uki: Berdiri Sejak 2008, Tawarkan Proyeksi ROI 14–15%
Bermula Dari Dapur Rumahan Sejak 2008
Cikal bakal Abah Uki dimulai pada 2008 dari usaha makanan skala rumahan yang didirikan oleh Bapak Lucky Irawan. Produk yang dikembangkan berangkat dari makanan lokal dengan cita rasa Bogor dan resep yang diwariskan.
Seiring waktu, pilihan produknya berkembang menjadi:
- Siomay
- Batagor
- Tahu Walik
- Dimsum
- Tahu Bakso
Perkembangan produk tersebut kemudian berjalan beriringan dengan perubahan cara bisnis melayani pasar.
2012–2015: Memperluas Penjualan
Pada periode 2012–2015, Abah Uki mulai membangun pertumbuhan penjualan sekaligus memperluas jangkauan pasar.
Fase ini menjadi bagian dari proses membangun fondasi usaha sebelum perusahaan menghadapi perubahan pasar setelah 2015.
Dinamika tersebut kemudian mendorong Abah Uki melakukan transformasi dengan mengembangkan produk frozen food.
Ketika Abah Uki Ekspansi ke Frozen Food
Pengembangan bisnis ini menjadi salah satu titik perubahan dalam perjalanan bisnis Abah Uki. Produk tidak lagi hanya bergantung pada konsumsi langsung. Format frozen food membuka ruang untuk distribusi melalui berbagai jalur dan memungkinkan produk menjangkau kebutuhan konsumen maupun mitra usaha dengan karakter permintaan yang berbeda.
Dari sinilah model bisnis Abah Uki berkembang menjadi kombinasi antara frozen food dan makanan siap saji. Perubahan tersebut juga membuat kemampuan produksi dan distribusi menjadi semakin penting dalam operasional perusahaan.
Satu Bisnis, Banyak Kanal Penjualan
Abah Uki kemudian membangun model penjualan multi-channel. Berdasarkan profil perusahaan, kanal yang dijalankan meliputi:
- Retail
- Reseller
- HoReCa
- Distributor
- Event/Bazar
- Institusi/MBG
Model ini membuat perusahaan tidak hanya bergantung pada satu jenis pembeli. Retail dan reseller berhubungan dengan konsumen, sementara HoReCa, distributor, dan institusi memiliki kebutuhan pemesanan dengan karakter berbeda.
Abah Uki juga bermitra dengan banyak perusahaan F&B dan BUMN seperti PT KAI Services, Janji Jiwa, Kopi Nako, dan Hafa Coffee.
Produksi Abah Uki Capai 20.000 Pcs per Hari
Perubahan skala operasional Abah Uki salah satunya terlihat dari kapasitas produksi yang pernah mencapai 20.000 pcs per hari.
Angka tersebut menggambarkan bagaimana bisnis yang bermula dari skala rumahan telah membangun kemampuan produksi yang jauh lebih besar.
Namun, kapasitas produksi bukan satu-satunya indikator perkembangan. Bagi sebuah bisnis makanan, kemampuan mengubah kapasitas tersebut menjadi penjualan berulang dan menjaga produktivitas setiap kanal juga menjadi bagian penting dari pertumbuhan.
Kinerja Bisnis Abah Uki hingga 2026
Perkembangan bisnis juga dapat dilihat dari laporan keuangannya. Pada 2024, pendapatan Abah Uki tercatat sekitar Rp1,33 miliar dengan laba bersih Rp157,7 juta. Pada 2025, pendapatan meningkat menjadi sekitar Rp3 miliar, sedangkan laba bersih mencapai Rp373,1 juta. Secara tahunan:
- Pendapatan meningkat sekitar 125,1% pada 2025.
- Laba bersih meningkat sekitar 136,5%.
- Pendapatan 2024 mencapai Rp1,33 miliar.
- Pendapatan 2025 mencapai Rp3 miliar.
Memasuki Januari–Juli 2026, pendapatan tercatat sekitar Rp3,73 miliar, dengan laba bersih Rp461,1 juta. Angka 2026 tersebut merupakan kinerja selama tujuh bulan, sehingga perbandingannya dengan tahun penuh 2025 perlu dibaca dalam konteks periode yang berbeda.
Baca juga: Rame Nih! Sukuk Makin Dicari, Simak Pengertian, Jenis, dan Keuntungan Investasi Halal Ini
Performa Setiap Kanal Tidak Selalu Sama
Data hingga Juli 2026 juga memperlihatkan bahwa perkembangan penjualan setiap kanal berjalan dengan dinamika berbeda.
Retail, reseller, dan event/bazar menunjukkan momentum penguatan karena penjualan Juli berada di atas rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Sementara itu, HoReCa (Hotel, Restoran, dan Cafe/Catering) relatif stabil. Adapun distributor dari penyelenggara MBG masih membutuhkan stabilisasi karena penjualan Juli berada di bawah rata-rata tiga bulan sebelumnya.
Bagi bisnis dengan banyak kanal, kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan berikutnya: mempertahankan kanal yang sedang bertumbuh sekaligus memperbaiki produktivitas kanal yang belum optimal.
Fokus Pertumbuhan Abah Uki Berikutnya
Setelah melewati berbagai fase sejak 2008, Abah Uki kini memasuki tahap pengembangan berikutnya. Fokus perusahaan mencakup:
- Penguatan retail, termasuk brand, ketersediaan produk, dan repeat purchase.
- Perluasan distribusi, dengan penambahan titik dan mitra secara selektif.
- Optimalisasi produk, terutama produk dengan volume dan pembelian ulang yang kuat.
- Penguatan sistem komersial, melalui data, forecasting, target, dan pengukuran produktivitas kanal.
Artinya, tantangan berikutnya bukan sekadar meningkatkan kapasitas produksi. Perusahaan juga perlu memastikan produk, distribusi, brand, dan sistem penjualan dapat berkembang secara beriringan.
Penawaran Sukuk Abah Uki di LBS Urun Dana
Perjalanan pengembangan bisnis tersebut membutuhkan permodalan. Dalam konteks itulah Sukuk Siomay Bogor Abah Uki ditawarkan melalui LBS Urun Dana. Detail penawaran yang tercantum meliputi:
- Nilai penawaran: Rp1,4263 miliar
- Tenor: 12 bulan
- Proyeksi bagi hasil: 14–15% per tahun
- Agunan: tanah dan bangunan
- Coverage ratio: 145%
Proyeksi bagi hasil bukan merupakan jaminan hasil. Calon investor perlu membaca prospektus secara menyeluruh untuk memahami struktur penawaran, penggunaan dana, kondisi bisnis, serta risiko yang terkait.
Jika ingin mempelajari penawaran Sukuk Abah Uki lebih lanjut, baca detail penawaran dan prospektusnya di LBS Urun Dana sebelum mengambil keputusan.
FAQ Bisnis Abah Uki
Sejak kapan Abah Uki menjalankan bisnis?
Abah Uki memulai usaha makanan pada 2008 dari skala rumahan. Bisnis kemudian berkembang melalui perluasan pasar, pengembangan produk, dan perubahan model distribusi.
Apa saja produk yang dijual Abah Uki?
Produknya meliputi siomay, batagor, tahu walik, dimsum, dan tahu bakso, baik dalam format frozen food maupun makanan siap saji.
Mengapa Abah Uki mengembangkan frozen food?
Langkah ini merupakan bagian dari transformasi bisnis setelah 2015 dalam menghadapi dinamika pasar dan perubahan kebutuhan konsumen.
Apa saja kanal penjualan Abah Uki?
Kanal penjualannya mencakup retail, reseller, HoReCa, distributor, event/bazar, serta institusi termasuk MBG.
Berapa kapasitas produksi Abah Uki?
Abah Uki pernah mencapai kapasitas produksi hingga 20.000 pcs per hari.
Bagaimana kinerja bisnis Abah Uki?
Pendapatan meningkat dari sekitar Rp1,33 miliar pada 2024 menjadi Rp3 miliar pada 2025. Pada Januari–Juli 2026, pendapatan mencapai sekitar Rp3,73 miliar dengan laba bersih Rp461,1 juta.
Apa fokus pertumbuhan Abah Uki?
Fokus pengembangan meliputi penguatan retail, perluasan distribusi, optimalisasi produk, serta penguatan sistem komersial.
Apakah ada Sukuk Abah Uki di LBS Urun Dana?
Ada. Informasi mengenai penawaran Sukuk Siomay Bogor Abah Uki, termasuk nilai penawaran, tenor, proyeksi bagi hasil, agunan, dan risiko, tersedia dalam prospektus penawaran.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






