berita

calendar_today

14 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Ngeri! Rupiah Tembus Rp17.500 per Dollar AS, Ini Strategi Purbaya Redam Gejolak

Rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (11/5/2026). Berdasarkan data Refinitiv hingga pukul 10.03 WIB, rupiah melemah 0,59% ke level Rp17.505 per dolar AS atau menembus level psikologis Rp17.500 per dolar AS.

Sebagaimana dikutip dari CNBC pada Rabu (13/4/2026), pelemahan ini menambah daftar panjang tekanan yang pernah dialami mata uang Garuda, mulai dari krisis moneter hingga gejolak ekonomi global. Kondisi tersebut pun memunculkan pertanyaan baru mengenai faktor utama yang membuat rupiah kembali ambruk. Lalu, apa penyebab rupiah terus melemah saat ini?

Penyebab Rupiah Melemah Sampai Rp17.500

Pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) dipengaruhi kombinasi tekanan global dan sentimen domestik. Kondisi ini membuat pasar keuangan kembali bergejolak dan meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Berikut beberapa faktor yang disebut menjadi penyebab rupiah terus melemah:

1. Konflik Timur Tengah dorong dolar AS menguat

Memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah membuat investor global memilih aset aman seperti dolar AS. Akibatnya, dolar menguat terhadap banyak mata uang dunia, termasuk rupiah. 

“Kekhawatiran ini mendorong penguatan dolar AS terhadap nilai tukar lainnya,” ujar Presiden Direktur Doo Financial Futures, Ariston Tjendra sebagaimana dikutip dari Babel Insight.

Baca juga: Ngilu! Rupiah Tembus Rp17.300, Awas Bahaya yang Diam-Diam Menguras Dompet!

2. Kekhawatiran soal MSCI

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menilai pasar juga cemas terhadap posisi Indonesia dalam indeks MSCI. Reformasi pasar modal domestik dianggap belum sepenuhnya memenuhi standar investor global.

“Ada kekhawatiran freezing MSCI berlanjut,” kata Bhima.

3. Kebutuhan dolar meningkat

Periode pembagian dividen perusahaan nasional turut meningkatkan kebutuhan dolar AS. Arus keluar dana asing membuat tekanan terhadap rupiah semakin besar. Bhima menilai pelemahan rupiah masih bisa berlanjut jika tekanan domestik dan eksternal terus meningkat.

“Rupiah bisa terus berlanjut melemah,” ujarnya.

4. Harga minyak dan suku bunga AS

Kenaikan harga minyak dunia ikut membebani Indonesia sebagai negara pengimpor energi. Di sisi lain, Bank Sentral AS atau The Fed diperkirakan masih menahan suku bunga tinggi sehingga dolar tetap kuat.

“Jadi pemicunya dari isu global yang merembet ke dalam negeri,” ungkap Ariston.

Dengan berbagai tekanan tersebut, rupiah diperkirakan masih bergerak fluktuatif dalam jangka pendek.

Purbaya Mulai Turun Tangan Stabilkan Rupiah

Menanggapi pelemahan rupiah yang sempat menyentuh Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS), Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan pemerintah akan mulai membantu Bank Indonesia menjaga stabilitas pasar mulai Rabu (13/5/2026).

Purbaya menjelaskan pemerintah akan memanfaatkan skema Bond Stabilization Fund (BSF) atau dana stabilisasi obligasi. Langkah ini disiapkan usai rapat mendadak bersama jajaran pejabat Kementerian Keuangan di Gedung Djuanda I, Jakarta.

Baca juga: Ciat! Menkeu Purbaya Tambah Rp100 Triliun ke Bank, Jurus Jaga Likuiditas Ekonomi?

Beberapa pejabat yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Sekjen Kemenkeu Robert Leonard Marbun, Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Suminto, hingga Dirjen Perbendaharaan Astera Primanto Bhakti.

Pemerintah Siap Intervensi Pasar Obligasi

Melalui skema BSF, pemerintah berencana menjaga stabilitas pasar obligasi dengan membeli Surat Berharga Negara (SBN) yang dilepas investor asing. Langkah ini diharapkan bisa menjaga yield tetap kompetitif sekaligus meredam tekanan terhadap rupiah.

Namun, Purbaya masih enggan membeberkan detail strategi yang akan dijalankan pemerintah. Meski begitu, ia memastikan pemerintah akan bergerak bertahap, dimulai dari menjaga stabilitas pasar obligasi sebelum merambah ke pasar nilai tukar.

“Kita akan coba melihat apakah kita bisa membantu stabilitas di pasar bond nanti pelan-pelan ke pasar nilai tukar juga,” ujar Purbaya kepada CNBC.

Di tengah gejolak nilai tukar, pelemahan rupiah bukan alasan untuk panik. Justru ini saat yang tepat untuk memastikan uang kita bekerja secara produktif, salah satunya dengan mendukung bisnis dalam negeri melalui investasi di securities crowdfunding bersama LBS Urun Dana.

LBS Urun Dana: Investasi Produktif untuk Ekonomi Kita

Butuh modal untuk tumbuh? Atau justru sedang mencari tempat yang tepat untuk menaruh dana?

LBS Urun Dana menjawab dua kebutuhan itu sekaligus. Platform securities crowdfunding berizin OJK ini menghubungkan pengusaha yang butuh pendanaan dengan investor yang ingin dananya bekerja secara produktif.

Angkanya bicara sendiri. Hingga kini, lebih dari Rp311,1 miliar telah tersalurkan kepada bisnis-bisnis pilihan yang lolos kurasi ketat. Bukan angka kecil untuk ekosistem bisnis dalam negeri.

Soal instrumen, investor bisa memilih sukuk maupun saham sesuai profil risiko masing-masing. Sementara pengusaha bisa mengakses pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliar tanpa harus bergantung penuh pada perbankan konvensional.

Yang membuat LBS Urun Dana benar-benar berbeda? Pendirinya. Platform ini dibangun langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar Fikih Muamalah terkemuka di Indonesia. Bukan sekadar nama di daftar pengawas, beliau adalah founder yang membangun LBS dari fondasinya agar setiap transaksi bebas dari riba, gharar, maupun kezaliman.

Baca juga: Taaruf! Sejarah LBS Urun Dana, SCF Penghubung Antara Investor & Entrepreneur Visioner

Kalau memang mau mulai, tidak perlu tunggu kondisi ekonomi membaik dulu. Ajukan pendanaan atau mulai investasi sekarang di lbs.id.

Ikuti perkembangan terbaru seputar ekonomi, bisnis, muamalah, dan peluang investasi di lbs.id dan Instagram LBS Urun Dana.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID