investasi

calendar_today

21 September 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Bikin Penasaran! Right Issue AGL dan Kenapa Penting untuk Investor Ketahui?

Right issue saham merupakan aksi korporasi ketika perusahaan menerbitkan saham baru untuk menambah modal. Mekanismenya dapat berbeda tergantung tempat dan skema penawarannya.

Saat ini PT Amanah Grup Logistik (AGL) membuka right issue pada 2026 melalui LBS Urun Dana. Jika Anda terbiasa melihat right issue di bursa, ada beberapa perbedaan yang perlu dipahami, mulai dari tempat penawaran, periode transaksi, hingga likuiditas saham setelah dimiliki.

Apa Itu Right Issue AGL?

Secara sederhana, right issue adalah penerbitan saham baru oleh perusahaan yang telah memiliki pemegang saham untuk menambah modal. Pemegang saham lama pada prinsipnya memperoleh hak terlebih dahulu untuk mengambil bagian dalam penerbitan tersebut.

Pada saham AGL, penambahan modal dilakukan melalui layanan urun dana. Karena penawarannya dilakukan melalui LBS Urun Dana, mekanismenya memiliki beberapa karakteristik berbeda dari right issue di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apa Tujuan Right Issue AGL?

Right issue AGL 2026 dilakukan untuk menambah kapasitas operasional perusahaan seiring meningkatnya permintaan jasa pengiriman di rute Jawa dan Sumatra.

Tambahan modal tersebut akan digunakan untuk mendukung penambahan armada truk, kebutuhan modal kerja operasional, serta penguatan kapasitas pengiriman. Kebutuhan ini sejalan dengan meningkatnya order dari sejumlah pelanggan, termasuk Kapal Api Group, Mayora, dan Japfa.

Dengan demikian, aksi ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan operasional AGL dalam memenuhi permintaan yang sudah ada.

Baca juga: Wajib Disimak! Bedah Right Issue Saham AGL, Lebih Murah dari Nilai Wajar!

Apa Bedanya Right Issue AGL dengan di Bursa?

1. Platform Penawaran Berbeda

Right issue di bursa berlangsung melalui sistem perdagangan pasar modal. Sementara saham AGL ditawarkan melalui LBS Urun Dana, dengan mekanisme pemesanan, pembayaran, dan penyelesaian sesuai ketentuan penawaran.

2. Periode Penawaran Terbatas

Penawaran memiliki tanggal pembukaan dan penutupan. Investor hanya dapat melakukan pemesanan selama periode yang ditentukan.

3. Likuiditas Saham Berbeda

Memiliki saham tidak berarti saham dapat dijual kapan saja. Di LBS Urun Dana, pasar sekunder dibuka pada Maret, Juni, September, dan Desember. Saham juga harus tercatat di KSEI sekurang-kurangnya 12 bulan sebelum dapat diperdagangkan di pasar sekunder.

Intinya, investor perlu memahami platform, periode penawaran, serta mekanisme perdagangan kembali sebelum membeli saham AGL.

Apa Dasar Aturan Right Issue AGL?

Mekanisme penambahan modal melalui layanan urun dana diatur dalam POJK Nomor 17 Tahun 2025. Pasal 115 mengatur penambahan modal berdasarkan keputusan RUPS, sedangkan Pasal 117 mengatur bahwa saham baru terlebih dahulu ditawarkan kepada pemegang saham secara proporsional melalui penyelenggara urun dana.

Siapa yang Bisa Mengikuti Right Issue AGL?

Pemegang saham lama mendapat hak terlebih dahulu. Investor baru dapat berpartisipasi jika masih tersedia saham setelah mekanisme tersebut dijalankan.

Untuk investor individu, batas investasi mengikuti penghasilan tahunan: maksimal 5% untuk penghasilan hingga Rp500 juta dan 10% untuk penghasilan di atas Rp500 juta, dengan pengecualian sesuai ketentuan.

Bagaimana Right Issue Menimbulkan Dilusi?

Penerbitan saham baru menambah jumlah saham beredar. Jika pemegang saham lama tidak mengambil bagiannya, persentase kepemilikannya dapat berkurang. Kondisi ini disebut dilusi.

Karena itu, investor perlu memperhatikan jumlah saham baru dan hak pemegang saham lama sebelum mengikuti penawaran.

Baca juga: Awas Ketinggalan! Saham AGL Buka Penawaran Terbatas, Ini Jadwal dan Ketentuannya! 

Bagaimana Mekanisme Right Issue AGL 2026?

PT Amanah Grup Logistik (AGL) merupakan perusahaan logistik yang telah memiliki pemegang saham dari penawaran saham sebelumnya pada 2026. Kini, AGL kembali melakukan penawaran saham melalui mekanisme right issue.

Dalam penawaran 2026, saham baru AGL ditawarkan dengan harga Rp170 per saham melalui LBS Urun Dana.

Ikhtisar penawaran right issue AGL:

  • Harga saham: Rp170 per saham
  • Minimum investasi: Rp1.000.110 atau sekitar 5.883 lembar
  • Target penawaran: sekitar Rp5,55 miliar
  • Dividend payout ratio: 60%
  • Proyeksi dividend yield 2027: 8,86% per tahun
  • Proyeksi DPS 2027: Rp15,07 per lembar
  • Pembayaran dividen: tahunan berdasarkan keputusan RUPS


Angka tersebut memberikan gambaran mengenai struktur penawaran. Investor tetap perlu membaca prospektus untuk memahami penggunaan dana, ketentuan penawaran, proyeksi, dan risiko investasi.

Margin of Safety pada Right Issue AGL

Dalam penawaran AGL, saham ditawarkan Rp170 per lembar, sementara hasil valuasi LBS Urun Dana menempatkan estimasi nilai wajar sebesar Rp214 per lembar. Selisih Rp44 tersebut menjadi margin of safety, yaitu jarak antara harga penawaran dan estimasi nilai wajar. Namun, nilai wajar merupakan hasil analisis dan bukan jaminan harga saham akan mencapai angka tersebut.

Tertarik Mengikuti Right Issue Saham AGL?

Informasi penawaran selengkapnya dapat Anda lihat melalui link berikut ini. Mau diskusi dulu sebelum berinvestasi? Tim LBS Urun Dana siap bantu temukan solusi investasi Anda, dengan menghubungi nomor ini:  


Pelajari informasinya, pahami risikonya, lalu tentukan keputusan investasi sesuai keinginan Anda.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID