artikel
29 November 2025
Ciat! 5 Cara Dapatkan Modal Usaha Bisnis Logistik, Jurus Gaspol Cuan Miliaran!
Industri logistik Indonesia mulai memasuki fase pertumbuhan yang jauh lebih agresif dibanding dua tahun sebelumnya. Setelah sempat menghadapi perlambatan karena tekanan global dan tingginya biaya distribusi nasional, kini rantai pasok kembali bergerak cepat. Volume barang meningkat, permintaan kapasitas distribusi naik, dan aktivitas sektor pengolahan serta perdagangan mendorong kebutuhan logistik semakin besar.
Proyeksi terbaru menunjukkan bahwa tahun 2025 akan menjadi momentum percepatan yang sangat signifikan bagi industri transportasi dan pergudangan nasional. Bagi para pelaku usaha yang selama ini masih menunda ekspansi, data ini menjadi sinyal tegas bahwa ini saatnya mengambil langkah strategis sebelum pasar semakin padat pemain.
Berdasarkan data dan analisis dari Supply Chain Indonesia (SCI) serta Bisnis Indonesia Forum, berikut gambaran jelas tentang arah pertumbuhan logistik nasional dan peluang yang terbuka lebar bagi pengusaha untuk mempercepat ekspansi.
Potensi Pertumbuhan Logistik 2025
SCI memproyeksikan sektor transportasi dan pergudangan akan tumbuh 12,53% pada 2025, melonjak dari 9,52% di 2024. Pertumbuhan ini jauh di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sekitar 5%.
Jika menengok ke belakang, pertumbuhan logistik sendiri telah memperlihatkan performa luar biasa:
a. Tumbuh 19,87% pada 2022
b. Tumbuh 13,96% pada 2023
c. Diproyeksikan 9,52% pada 2024
Pada saat yang sama, PDB Indonesia tumbuh 5,31% pada 2022 dan 5,05% pada 2023, yang menunjukkan bahwa logistik tumbuh hampir empat kali lebih cepat dibanding rata-rata ekonomi nasional.
Baca juga: No Ribet! 8 Cara Dapat Modal Usaha 10 Miliar Halal Bebas Drama dan Zonk Riba!
SCI juga memproyeksikan bahwa pada 2025:
a. Kontribusi sektor logistik mencapai Rp 1.623,65 triliun
b. Sub-sektor transportasi Rp 1.276,66 triliun (tumbuh 11,09%)
c. Sub-sektor pergudangan Rp 346,99 triliun (tumbuh 18,26%)
Pertumbuhan ini terjadi seiring peningkatan permintaan distribusi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, kehutanan dan perikanan. Dengan kata lain, permintaan logistik sedang meledak, dan bisnis yang siap ekspansi sekarang akan memanen paling banyak.
Tantangan Utama Pengusaha: Modal untuk Ekspansi
Di tengah peluang besar ini, banyak pengusaha bisnis logistik masih terkendala satu persoalan klasik: modal ekspansi. Perlu biaya besar untuk:
a. Menambah armada transportasi
b. Memperbesar kapasitas gudang
c. Membangun cold storage
d. Berinvestasi pada teknologi tracking digital
e. Menambah SDM dan operasional
Di saat permintaan meningkat seperti saat ini, durasi penundaan berarti kehilangan momentum pasar. Karena itu, pengusaha memerlukan strategi mendapatkan modal usaha yang cepat, tepat dan aman.
5 Step Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Ekspansi
Berikut langkah praktis cara mendapatkan modal usaha untuk memastikan ekspansi berjalan tanpa hambatan pembiayaan:
1. Tentukan Kebutuhan Modal Secara Spesifik
Identifikasi kebutuhan ekspansi dengan detail: apa yang akan dibangun, berapa besar kapasitas tambahan, dan berapa biaya real yang diperlukan.
2. Siapkan Rencana Bisnis dan Proyeksi Keuangan
Dalam pendanaan bisnis logistik, pastikan untuk menyusun proyeksi pertumbuhan, arus kas, serta dampak ekspansi terhadap pendapatan. Investor dan lembaga pendanaan hanya memberikan pembiayaan kepada rencana yang berbasis angka dan strategi jelas.
3. Pilih Instrumen Pendanaan yang Tepat
Saat ini tersedia banyak opsi: pembiayaan bank, investor mitra, hingga pendanaan berbasis syariah yang diawasi OJK seperti securities crowdfunding. Model pendanaan bisnis logistik secara syariah sangat menarik bagi pengusaha karena lebih fleksibel, transparan dan berkah.
Baca juga: Sikat! Kepoin Modal Usaha, Mulai dari Pengertian Sampai Tips Cari Modal Miliaran!
4. Lengkapi Dokumen dan Legalitas Usaha
Kelengkapan dokumen menjadi faktor percepatan persetujuan, terutama laporan keuangan, izin usaha, struktur kepemilikan, dan rencana penggunaan dana. Pastikan semuanya lengkap sebagai bagian dari cara mendapatkan modal usaha secara efisien.
5. Eksekusi pada Timing yang Tepat
Dengan proyeksi pertumbuhan logistik 12,53% di 2025, risiko ekspansi rendah dan peluang keuntungan tinggi. Yang bergerak cepat secara cerdas dapat dipastikan akan memimpin pasar.
Prospek Logistik 2026: Arah yang Semakin Jelas
Selain angka pertumbuhan, pemerintah dan asosiasi industri membuka langkah strategis untuk mempercepat efisiensi distribusi. Dalam Bisnis Indonesia Forum, ALFI dan Indef menyampaikan isu penting seperti:
a. Biaya logistik 23% dari PDB, tertinggi di ASEAN
Angka ini jauh di atas rata rata negara ASEAN yang hanya 8 sampai 10%. Kondisi tersebut membuat harga barang Indonesia kurang kompetitif karena beban distribusi masih sangat berat dalam struktur harga produk.
b. Kebutuhan integrasi big data logistik nasional
Saat ini informasi mengenai ketersediaan barang, kebutuhan distribusi, dan kapasitas transportasi belum terhubung dalam satu sistem terpadu. Dengan big data terintegrasi, peta logistik bisa terlihat real time sehingga keputusan bisnis dan pemerintah dapat jauh lebih cepat dan efisien.
c. Urgensi peningkatan keamanan siber rantai pasok
Dengan digitalisasi logistik dan transaksi keuangan di dalamnya, serangan siber dapat berdampak besar, mulai dari kerusakan data hingga kerugian finansial. Standar keamanan wajib diperkuat untuk menjaga kelancaran operasional dan kepercayaan industri.
d. Optimalisasi potensial maritim untuk mengatasi imbalance cargo
Sebagai negara kepulauan, potensi logistik laut Indonesia sangat besar. Namun biaya logistik sering tinggi karena kapal kembali dalam keadaan kosong dari Indonesia Timur. Dengan pemerataan komoditas dan rute strategis, biaya satu arah dapat ditekan signifikan.
e. Penurunan biaya hingga 30–35% melalui pemanfaatan tol laut
Dengan konektivitas pelabuhan, bandara, jalan raya, dan kereta barang, waktu distribusi lebih singkat dan efisiensi meningkat. Hal ini membuka ruang pertumbuhan usaha dan memperkuat daya saing nasional.
Semua ini menunjukkan bahwa tahun 2026 diproyeksikan menjadi era percepatan transformasi logistik nasional, dan bisnis yang sudah siap sejak 2025 akan berada di garis start paling depan.
Solusi Pendanaan Bisnis Logistik Sampai Rp10 Miliar!
Banyak pengusaha logistik dan supply chain membutuhkan modal yang lebih besar untuk memperluas kapasitas usaha. Mulai dari menambah armada, memperluas gudang, hingga meningkatkan teknologi operasional, kebutuhan pembiayaan semakin tinggi. Banyak pengusaha kini mencari akses modal usaha 500 juta, 1 miliar hingga modal usaha 5 miliar, bahkan lebih besar, untuk meningkatkan daya saing bisnis.
Namun membangun bisnis berkelanjutan tidak hanya membutuhkan modal besar. Yang lebih penting adalah modal yang halal, berkah, dan transparan. Karena itu modal usaha tanpa riba sebagai solusi pertumbuhan dan LBS Urun Dana adalah jawabannya.
Tersedia akses pendanaan hingga Rp10 miliar yang bebas dari riba, gharar dan dzalim melalui skema securities crowdfunding yang legal dan diawasi OJK. Skema pendanaan ini memberikan ruang bergerak bagi pengusaha yang ingin scale up dengan cara yang aman dan sesuai prinsip syariah.
Proses pencairan cepat mulai 10 hari kerja bergantung pada kelengkapan dokumen dan kebutuhan pendanaan yang diajukan.
Kriteria Pengajuan Pendanaan
a. Bisnis bergerak di bidang yang halal
b. Dana yang dibutuhkan ≥ Rp300 juta
c. Omzet ≥ Rp200 juta/bulan
d. Bisnis sudah berjalan minimal 1 tahun
e. Sudah berbadan hukum (PT/CV)
f. Punya laporan keuangan sederhana
Baca juga: Lets Go! 6 Rahasia Scalability yang Bikin Bisnis Makin Tangguh dan Siap Banjir Cuan!
Seluruh proses pendanaan diawasi oleh OJK dan dikonsultasikan dengan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi MA sebagai pakar fikih muamalah. Hingga saat ini lebih dari 900 perusahaan telah mengajukan pendanaan dengan total penyaluran lebih dari Rp264 miliar.
Jika ekspansi sudah masuk dalam rencana bisnis Anda, jangan biarkan modal menjadi penghalang ketika kesempatan sedang terbuka lebar. Ajukan pendanaan atau konsultasikan kebutuhan bisnis Anda melalui tautan berikut.






