artikel
8 Januari 2026
Satset! Bongkar Strategi Milk Run, Jurus Bisnis Logistik Hemat Biaya Cuan Optimal!
Bisnis logistik adalah sektor yang sangat vital dalam perekonomian global, namun banyak perusahaan menghadapi tantangan besar dalam mengelola biaya operasional yang terus meningkat, terutama biaya transportasi dan tenaga kerja. Selama ini, kebanyakan perusahaan logistik menggunakan Metode Direct Delivery, di mana setiap pemasok mengirimkan barang langsung ke tujuan, yang dapat menyebabkan rute pengiriman tidak efisien.
Untuk mengatasi masalah ini, perusahaan perlu beralih ke metode yang lebih efisien seperti sistem Milk Run, di mana kendaraan hanya mengikuti rute tertentu dan berhenti di beberapa titik untuk mengambil barang sekaligus. Dengan cara ini, biaya operasional bisa lebih terkendali dan efisiensi meningkat, sehingga profit perusahaan dapat bertumbuh tanpa harus meningkatkan pengeluaran.
Kesalahan Umum dalam Sistem Direct Delivery
Sistem direct delivery sering kali membawa kesalahan yang dapat meningkatkan biaya dan mengurangi efisiensi dalam bisnis logistik. Berikut adalah beberapa kesalahan umum yang sering terjadi:
1. Kendaraan Tidak Terisi Penuh
Pengiriman dilakukan tanpa mengoptimalkan kapasitas kendaraan, menyebabkan pemborosan bahan bakar dan biaya yang lebih tinggi.
2. Rute Pengiriman Tidak Efisien
Tanpa koordinasi yang baik, kendaraan melewati rute yang tidak optimal, meningkatkan jarak tempuh dan waktu pengiriman.
3. Biaya Transportasi Tidak Terkontrol
Perusahaan kehilangan kontrol atas biaya transportasi karena setiap pemasok mengatur pengirimannya sendiri, mengarah pada pengeluaran yang tidak terduga.
4. Waktu Pengiriman Tidak Konsisten
Rute yang berbeda-beda menyebabkan ketidakpastian dalam waktu pengiriman, yang merugikan pelanggan dan perusahaan.
Baca juga: Kasih Paham! Perbedaan Revenue dan Income, Wajib Tahu Biar Bisnis Gak Tekor!
5. Kurangnya Teknologi yang Mendukung
Tanpa sistem pelacakan yang efisien, sulit untuk mengelola pengiriman dan memastikan kendaraan beroperasi secara optimal.
Kesalahan-kesalahan ini menunjukkan perlunya evaluasi apakah sistem direct delivery masih efektif atau perlu diganti dengan metode yang lebih efisien yaitu metode Milk Run.
Apa Itu Strategi Milk Run?
Milk Run dalam bisnis logistik adalah strategi yang diusung oleh Toyota pada sistem Toyota Production System. Sebagaimana dikutip dari Log Hub, konsep ini mirip dengan rute pengantaran susu, di mana kendaraan logistik hanya perlu mengikuti rute tertentu dan berhenti di beberapa titik untuk mengambil barang dari beberapa supplier sekaligus.
Dengan sistem ini, perusahaan dapat menghemat biaya transportasi, mengurangi emisi karbon, dan memaksimalkan penggunaan armada kendaraan. Keuntungan lainnya adalah efisiensi waktu, karena kendaraan hanya mengunjungi lokasi-lokasi yang sudah ditentukan, menghindari perjalanan bolak-balik yang tidak perlu, serta memastikan kendaraan beroperasi dengan kapasitas penuh.
Keuntungan Sistem Milk Run dalam Bisnis Logistik
Milk Run adalah strategi bisnis logistik yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Berikut adalah beberapa keuntungan utama yang dapat diperoleh perusahaan logistik dengan mengimplementasikan sistem Milk-Run:
1. Penghematan Biaya Logistik
Salah satu keuntungan terbesar dari Milk Run adalah penghematan biaya logistik. Dengan menggabungkan beberapa pengantaran atau pengambilan dalam satu perjalanan, perusahaan dapat mengurangi jumlah perjalanan yang diperlukan. Hal ini langsung mengurangi biaya bahan bakar dan biaya operasional lainnya, serta mengurangi emisi karbon yang berkontribusi pada lingkungan yang lebih bersih.
2. Optimalisasi Penggunaan Armada Kendaraan
Milk Run memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan penggunaan armada kendaraan. Alih-alih menjalankan truk dengan kapasitas setengah penuh atau melakukan perjalanan bolak-balik untuk setiap pengantaran, sistem ini memastikan kendaraan digunakan secara maksimal. Hal ini mengurangi pemborosan waktu dan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi operasional.
3. Meningkatkan Efisiensi Rute Pengiriman
Dengan sistem Milk Run, perusahaan dapat merencanakan rute pengiriman yang lebih efisien. Kendaraan hanya perlu mengikuti rute tertentu dan berhenti di beberapa titik untuk mengambil barang dari beberapa pemasok sekaligus. Ini tidak hanya mengurangi jarak tempuh, tetapi juga waktu perjalanan, yang pada akhirnya mengurangi biaya transportasi.
4. Pengurangan Armada dan Biaya Terkait
Studi yang dilakukan di GOSTLog 2018 menunjukkan bahwa penerapan Milk Run dapat mengurangi jumlah armada yang diperlukan. Misalnya, dalam satu kasus, pengurangan armada truk dari 499 menjadi 125 unit berhasil menghemat sekitar Rp636 juta per tahun. Hal ini membuktikan bahwa dengan pengelolaan rute dan armada yang lebih baik, perusahaan bisa mengurangi biaya secara signifikan.
5. Dukungan terhadap Upaya Ramah Lingkungan
Selain penghematan biaya, Milk Run juga mendukung inisiatif ramah lingkungan. Dengan mengurangi jumlah perjalanan dan memaksimalkan penggunaan armada, sistem ini membantu mengurangi jejak karbon dan meningkatkan keberlanjutan operasional. Hal ini semakin relevan bagi perusahaan yang berkomitmen untuk menjalankan operasi yang lebih hijau dan efisien.
Baca juga: Deal! 10 Cara Ampuh Menang Tender Proyek Pemerintah, Plus Solusi Pendanaan Cepat!
Dengan keuntungan-keuntungan tersebut, sistem Milk Run terbukti menjadi strategi logistik yang efektif untuk menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi, serta mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
7 Cara Penerapan Strategi Milk Run dalam Bisnis Logistik
Bisnis logistik adalah sektor kunci dalam distribusi barang, namun sering dihadapkan pada biaya operasional yang tinggi. Salah satu cara efektif untuk menurunkan biaya dan meningkatkan efisiensi adalah dengan menerapkan strategi Milk Run, yang mengoptimalkan rute pengiriman dan memaksimalkan penggunaan armada.
1. Rencanakan Rute Efisien
Perencanaan rute yang optimal adalah kunci utama dalam Milk Run. Pastikan kendaraan hanya mengunjungi beberapa titik pengambilan barang yang terletak di rute yang paling efisien, mengurangi jarak tempuh dan waktu pengiriman.
2. Pilih Pemasok Strategis
Gabungkan beberapa pemasok dalam satu rute. Pilih pemasok yang lokasi dan jadwalnya memungkinkan untuk digabungkan dalam satu perjalanan untuk mengoptimalkan kapasitas kendaraan dan mengurangi biaya pengiriman.
3. Memaksimalkan Kapasitas Kendaraan
Pastikan armada digunakan dengan kapasitas maksimal untuk menghindari pemborosan. Dengan cara ini, biaya bahan bakar dan pengoperasian kendaraan dapat diminimalkan.
4. Koordinasi yang Baik dengan Pemasok
Komunikasi yang lancar dengan pemasok sangat penting untuk memastikan pengambilan barang tepat waktu dan sesuai jadwal, sehingga rute dapat dijalankan dengan efisien.
5. Manfaatkan Teknologi
Gunakan Sistem Manajemen Transportasi (TMS) untuk merencanakan rute, memonitor armada secara real-time, dan memastikan penghematan biaya yang maksimal.
6. Evaluasi Secara Berkala
Lakukan evaluasi rutin terhadap sistem Milk Run untuk memastikan bahwa rute, kapasitas kendaraan, dan biaya transportasi sudah optimal.
7. Perhatikan Keberlanjutan
Milk Run dapat mengurangi emisi karbon dengan mengurangi jumlah perjalanan. Fokus pada kendaraan hemat bahan bakar atau berbasis energi terbarukan akan meningkatkan keberlanjutan operasional bisnis logistik.
Solusi Pendanaan Bisnis Logistik Rp300 Juta - Rp10 Miliar
Cara mendapatkan modal usaha sering menjadi tantangan bagi pengusaha logistik, terutama yang ingin mengembangkan armada truk. Meskipun pendapatan stabil, tingginya biaya operasional dan kebutuhan modal sering menghambat ekspansi. Banyak pengusaha memiliki order tetap, namun sulit memenuhi kebutuhan modal untuk menambah armada.
LBS Urun Dana, yang didirikan oleh Pakar Fiqih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, menawarkan pendanaan mulai dari Rp300 juta hingga Rp10 miliar melalui program Truck Funding. Program ini dirancang untuk membantu pengusaha logistik menambah armada, menjaga kelancaran kontrak, dan meningkatkan pendapatan perusahaan dengan syarat yang jelas dan proses yang cepat.
Jenis Usaha yang Dapat Didanai LBS Urun Dana
LBS Urun Dana memberikan pendanaan untuk berbagai sektor usaha yang berkembang, di antaranya:
a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
g. Konstruksi dan properti
h. Pergudangan
i. FMCG
j. Pertanian dan perkebunan
Syarat Pengajuan Pendanaan Hingga Rp10 Miliar
Untuk mengajukan pendanaan melalui program Truck Funding, berikut adalah syarat yang harus dipenuhi oleh pengusaha:
a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet usaha minimal Rp1,5 miliar per tahun
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Memiliki laporan keuangan sederhana.
Simulasi Perhitungan Angsuran
Program pendanaan Truck Funding dirancang dengan fleksibilitas angsuran yang dapat disesuaikan dengan kemampuan perusahaan.
Alur Pengajuan Pendanaan:
a. Pengajuan di lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing proyek dan pendanaan oleh investor.
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Ajukan pendanaan sekarang juga melalui link ini! Dapatkan dana cepat, fleksibel dan tepat untuk mempercepat pertumbuhan bisnis Anda.






