berita
30 September 2025
Naufal Mamduh
Cair Bos! 10 Emiten Sukses Right Issue, Kantongi Cuan Rp16,33 Triliun!
Pasar modal Indonesia kembali bergejolak dengan aksi korporasi jumbo. Hingga akhir September 2025, sebanyak 10 emiten berhasil menghimpun dana segar mencapai Rp16,63 triliun melalui mekanisme rights issue. Angka ini menegaskan bahwa instrumen penambahan modal satu ini masih menjadi magnet utama bagi perusahaan publik yang ingin mengakselerasi ekspansi bisnisnya.
“Per 26 September 2025, terdapat 10 perusahaan yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp16,63 triliun,” ungkap Direktur BEI, Nyoman sebagaimana dikutip dari IDX Channel pada Selasa (30/9/2025).
Tak berhenti di situ, pipeline rights issue masih berlanjut. BEI mencatat ada 4 perusahaan lain yang tengah bersiap mengeksekusi aksi serupa. Dua di antaranya berasal dari sektor Bahan Baku, sementara sisanya dari sektor Kesehatan dan Transportasi-Logistik. Menariknya, sektor lain seperti konsumer, energi, keuangan, industri, infrastruktur, properti, hingga teknologi, belum menunjukkan tanda-tanda akan mengikuti langkah serupa.
Apa Itu Rights Issue?
Banyak yang bertanya, rights issue adalah apa sebenarnya? Secara sederhana, ini adalah aksi korporasi di mana perusahaan menawarkan saham baru secara terbatas kepada pemegang saham lama. Pemegang saham lama diberi “hak istimewa” untuk membeli saham baru tersebut. Jika hak ini tidak digunakan, maka kesempatan itu otomatis gugur.
Baca juga: Tekor! 5 Tipuan Saham Gorengan, Chip In Kilat Dompet Jebol Melarat!
Keunggulan rights issue dibandingkan IPO cukup jelas: perusahaan tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk penjamin emisi efek. Inilah yang menjadikan rights issue sebagai opsi favorit perusahaan publik ketika membutuhkan tambahan modal cepat, efisien, dan tetap menjaga loyalitas pemegang saham eksisting.
Mengapa Rights Issue Jadi Andalan?
Penerbitan rights issue ibarat kartu truf bagi perusahaan publik. Dengan cara ini, emiten bukan hanya mendapat modal segar, tapi juga memastikan para pemegang saham lama tetap punya kesempatan mempertahankan kepemilikan mereka. Tidak heran jika rights issue kerap dipilih sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan kepentingan perusahaan dan investor.
Pada akhirnya, rights issue adalah aksi korporasi strategis yang memungkinkan perusahaan menambah modal secara cepat, efisien, dan tetap memberikan ruang bagi pemegang saham lama. Skema ini terbukti mampu menghimpun triliunan rupiah hanya dalam beberapa bulan terakhir di BEI.
Baca juga: Kick Off! Spill 5 Kekuatan Saham di Pasar Sekunder, All In atau Zonk?
Bagi perusahaan yang ingin menggalang dana publik namun tetap transparan, kini tersedia jalur alternatif yang tak kalah strategis: menerbitkan saham melalui platform securities crowdfunding LBS Urun Dana.
Lewat LBS, perusahaan dapat meraih akses pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliaran rupiah, sekaligus memperluas basis investor dengan cara yang lebih inklusif, transparan dan diawasi OJK. Ajukan sekarang.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






