berita
26 Maret 2026
Naufal Mamduh
Ciat! Menkeu Purbaya Tambah Rp100 Triliun ke Bank, Jurus Jaga Likuiditas Ekonomi?
Pemerintah kembali mengambil langkah untuk menjaga stabilitas sistem keuangan. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan penambahan penempatan dana sebesar Rp100 triliun ke perbankan. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons atas kenaikan imbal hasil (yield) obligasi negara yang mulai menunjukkan adanya tekanan likuiditas.
Menurut Purbaya, pergerakan yield menjadi indikator penting dalam membaca kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa pemerintah memantau perkembangan tersebut secara harian.
“Kalau bond yield naik 0,1 persen saya sudah perhatikan. Naik 0,4 persen, pasti ada kekeringan likuiditas di bank. Saya cek, memang bank kekurangan,” ujarnya sebagaimana dikutip dari IDX Channel pada Kamis (26/3/2026).
1. Total Dana di Perbankan Capai Rp300 Triliun
Dengan tambahan Rp100 triliun ini, total dana pemerintah yang ditempatkan di perbankan kini mencapai sekitar Rp300 triliun. Angka tersebut meningkat dari posisi sebelumnya yang berada di kisaran Rp200 triliun.
Langkah ini bertujuan memberikan ruang likuiditas yang lebih longgar bagi perbankan. Dengan dana tersebut, bank memiliki fleksibilitas untuk mengelola dana, baik dengan menempatkannya di Bank Indonesia maupun membeli Surat Berharga Negara (SBN).
“Saya tambah lagi Rp100 triliun masuk ke sistem perekonomian. Kita jaga likuiditas dengan serius,” kata Purbaya.
2. Langkah Menekan Kenaikan Yield Obligasi
Penempatan dana ini juga diarahkan untuk menahan kenaikan yield obligasi negara. Dalam kondisi likuiditas yang cukup, perbankan memiliki kapasitas untuk menyerap obligasi di pasar.
Ketika permintaan terhadap obligasi meningkat, harga akan lebih terjaga dan yield dapat ditekan agar tidak naik terlalu tinggi.
“Kalau bank beli obligasi, yield bisa ditekan turun lagi. Paling tidak, tidak naik terlalu tinggi atau bunga melonjak tajam,” jelasnya.
Baca juga: Surem! Menkeu Purbaya Mau Efisiensi Anggaran Kementerian, Ini 5 Faktanya!
Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berdampak pada perbankan, tetapi juga berpengaruh terhadap stabilitas pasar keuangan secara keseluruhan.
3. Skema Penempatan Dana Lebih Fleksibel
Berbeda dengan skema sebelumnya, penempatan dana kali ini dirancang lebih dinamis. Pemerintah memiliki otoritas untuk menarik kembali dana tersebut sewaktu-waktu, tergantung kebutuhan kas negara maupun kondisi pasar.
“Penempatannya fleksibel, bisa ditarik kapan saja,” tutur Menkeu Purbaya.
Fleksibilitas ini memungkinkan pemerintah untuk merespons perubahan pasar dengan lebih cepat tanpa terikat skema yang kaku.
4. Distribusi Awal ke Bank BUMN dan Bank Daerah
Pada tahap awal, penyaluran dana difokuskan kepada bank milik negara (Himbara) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD). Salah satu contoh yang disebutkan adalah Bank DKI yang menerima alokasi sekitar Rp2 triliun.
Baca juga: Eksekusi! 5 Tantangan Perekonomian Indonesia 2026 & Strategi Jitu Prabowo!
“Pembagiannya saya lupa, tapi Bank DKI dapat sekitar Rp2 triliun,” kata Purbaya.
Sementara itu, bank swasta akan dipertimbangkan pada tahap selanjutnya melalui proses seleksi yang lebih ketat.
Kebijakan ini merupakan bagian dari strategi manajemen kas negara yang bersifat preventif. Pemerintah berupaya menjaga likuiditas tetap cukup agar tidak memicu tekanan lebih lanjut di pasar keuangan. Purbaya menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau kondisi pasar dan tidak akan tinggal diam jika terjadi gejolak.
Penambahan Rp100 triliun ke perbankan menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas likuiditas. Dengan likuiditas yang terjaga, perbankan diharapkan tetap mampu menjalankan fungsinya tanpa tekanan berlebih, sekaligus membantu menahan kenaikan yield obligasi.
Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya merespons kondisi pasar secara cepat dan terukur, terutama di tengah dinamika global yang masih berlangsung.
Tentang LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding berizin dan diawasi OJK. Di LBS Urun Dana investor dapat berpartisipasi dalam investasi sukuk dan saham, sementara pengusaha dapat mengakses pendanaan bisnis Rp500 juta hingga Rp10 miliar untuk mengembangkan bisnis mereka.
LBS Urun Dana dibimbing dan didirikan oleh Pakar Fikih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, sehingga aktivitas transaksi dilakukan secara transparan dan profesional. Ikuti Instagram LBS Urun Dana dan lbs.id untuk mendapatkan update berita ekonomi, insight bisnis dan investasi, serta informasi peluang investasi dan pendanaan.
Dengan informasi yang tepat, Anda dapat mengambil keputusan yang lebih terarah dalam mengelola investasi dan keputusan bisnis.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






