berita
8 Juli 2026
Naufal Mamduh
Sadis! Utang Pinjol Warga RI Tembus Rp103 Triliun, Masihkan Kita Terjebak Riba?
Rp103,73 triliun. Itulah total utang masyarakat Indonesia di platform pinjaman online (pinjol) atau Peer to Peer (P2P) Lending per Mei 2026. Angka ini naik 25,60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan hanya dalam sebulan naik Rp1,66 triliun dari April 2026 yang tercatat Rp102,07 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan OJK, Agusman, menyampaikan data ini dalam konferensi pers hasil RDKB Juni 2026, Selasa (7/7/2026).
"Pada industri pinjaman daring, outstanding pembiayaan pada Mei 2026 tumbuh 25,60% year on year dengan nominal sebesar Rp103,73 triliun," kata Agusman sebagaimana dikutip dari DetikFinance pada Rabu (8/7/2026).
Dari sisi risiko, tingkat kredit macet (TWP90) fintech P2P lending per Mei 2026 berada di posisi 4,42 persen, turun dari 4,62 persen bulan sebelumnya. Perbaikan kecil, tapi angka di atas 4 persen tetap jadi catatan yang tidak bisa diabaikan.
Pinjol Bukan Solusi Keuangan
Pinjol memang cepat dan mudah. Tapi kemudahan itu ada harganya: bunga yang tidak kecil, tenor yang pendek, dan risiko kredit macet yang terus mengintai. Kalau sudah telat bayar, biaya keterlambatan bisa menumpuk lebih cepat dari yang dibayangkan.
Yang lebih penting untuk disadari: pinjol adalah instrumen utang, bukan instrumen keuangan. Artinya, setiap rupiah yang dipinjam akan kembali dari kantong sendiri plus bunganya. Tidak ada pertumbuhan aset, tidak ada nilai yang dibangun untuk masa depan.
Baca juga: MasyaAllah! Kemenperin Genjot Industri Halal RI, Peluang Pasar Global USD3,56 T
Dan bagi Muslim, ada dimensi lain yang perlu dipertimbangkan. Sebagian besar pinjol konvensional mengenakan bunga yang dalam fikih muamalah masuk kategori riba, dilarang secara tegas dalam Al-Quran dan hadis. Meminjam lewat pinjol konvensional bukan hanya berisiko secara finansial, tapi juga berisiko secara syariah.
Cara Lebih Cerdas Mengelola Uang
Daripada terus mengandalkan pinjol, ada pendekatan yang lebih masuk akal secara keuangan. Bukan soal tidak boleh berutang sama sekali, tapi soal memilih instrumen yang tepat untuk kebutuhan yang tepat.
1. Pisahkan kebutuhan dan keinginan. Pinjol untuk kebutuhan darurat bisa dimaklumi, tapi untuk belanja konsumtif? Itu tanda ada yang perlu dibenahi dari pola pengeluaran, bukan dicari solusinya lewat utang.
2. Bangun dana darurat dulu. Salah satu alasan orang lari ke pinjol adalah tidak punya cadangan dana. Dengan punya dana darurat minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan, ketergantungan pada pinjol bisa berkurang drastis.
3. Mulai alokasikan untuk investasi. Ini bagian yang sering dilewatkan. Uang yang tidak diinvestasikan nilainya diam atau bahkan tergerus inflasi, sementara uang yang diinvestasikan bisa tumbuh dan bekerja untuk Anda.
4. Pilih instrumen investasi yang tepat. Tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Pahami risikonya, pilih yang sesuai profil, dan pastikan instrumen yang Anda pilih bersih dari riba agar harta yang Anda kembangkan benar-benar berkah.
Dari Konsumsi ke Produktif: Mulai Investasi di LBS Urun Dana
Salah satu cara mulai berinvestasi secara produktif adalah lewat LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin OJK yang mempertemukan investor dengan bisnis-bisnis nyata di Indonesia.
Lewat LBS Urun Dana, Anda bisa ikut memiliki bagian dari bisnis nyata dalam bentuk saham atau sukuk, dengan modal yang jauh lebih terjangkau. Bukan utang yang harus dibayar kembali, tapi kepemilikan yang bisa bertumbuh. Seluruh produk diawasi langsung oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Pakar Fikih Muamalah Kontemporer sekaligus Founder LBS Urun Dana, dengan harapan setiap transaksi insya Allah halal, bebas dari riba, gharar, dan kezaliman.
Baca juga: Masya Allah! Bedah Keberkahan Investasi Halal dan 6 Instrumen yang Bisa Dimiliki
Saat ini ada beberapa listing yang sedang berjalan dan masih terbuka untuk investor:
Kuota setiap listing terbatas dan tidak diperpanjang setelah penuh. Ada yang ingin didiskusikan dulu? Tim LBS siap ngobrol:
- Wisnu: Chat via WhatsApp
- Faris: Chat via WhatsApp
- Dwian: Chat via WhatsApp
Atau langsung daftar di lbs.id dan mulai dari bisnis yang Anda percaya, dengan cara yang tenang di hati.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






