berita
4 Agustus 2026
Naufal Mamduh
Ok Gas! Ekspor RI Juni 2026 Tembus US$25,46 Miliar, Ini Sektor yang Paling Bersinar
Ada kabar gembira di awal Agustus ini. Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor Indonesia mencapai US$25,46 miliar pada Juni 2026, naik 8,84% dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini diumumkan langsung oleh BPS dalam konferensi pers di Jakarta, Senin 3 Agustus 2026.
Sektor yang Jadi Bintang Bulan Ini
Dari total ekspor bulan Juni, sektor manufaktur dan komoditas di luar energi menjadi kontributor terbesar dengan nilai US$24,39 miliar atau tumbuh 9,46% secara year-on-year. Ini kabar baik karena angka ini mencerminkan daya saing produk Indonesia di pasar global, bukan sekadar keberuntungan harga minyak.
"Nilai ekspor Indonesia sebesar US$25,46 miliar pada Juni 2026," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dikutip dari CNBC.
Baca juga: Oke Gas! 3 Lembaga Dunia Kompak Prediksi Ekonomi RI 2026, Apa Hasilnya?
Migas Turun, Tapi Bukan Sinyal Alarm
Di sisi lain, ekspor migas tercatat sebesar US$1,07 miliar pada Juni 2026, turun 3,78% dibanding periode yang sama tahun lalu. Penurunan ini perlu dibaca dengan konteks yang tepat. Fluktuasi ekspor migas sangat bergantung pada harga komoditas global dan volume lifting minyak yang tidak selalu linear. Selama sektor lainnya tetap tumbuh kuat, penurunan di sektor migas tidak serta-merta menjadi sinyal yang mengkhawatirkan.
Kumulatif Semester Pertama Tumbuh Positif
Yang lebih menarik untuk dicermati adalah gambaran enam bulan pertama 2026 secara keseluruhan. Ekspor kumulatif Januari hingga Juni 2026 mencapai US$140,81 miliar, naik 4,13% dibanding semester pertama tahun lalu.
Angka ini menunjukkan bahwa momentum ekspor Indonesia tidak hanya terjadi di satu bulan, tapi terjaga secara konsisten sepanjang semester pertama. Untuk pengusaha yang berkecimpung di sektor ekspor dan investor yang memantau kesehatan ekonomi makro, tren ini memberikan gambaran bahwa permintaan global terhadap produk Indonesia masih solid.
Baca juga: Ini Dia! Presiden Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Makin Solid, Ini Buktinya!
Apa Artinya bagi Pengusaha dan Investor?
Kinerja ekspor yang tumbuh adalah salah satu indikator bahwa roda perekonomian berputar. Devisa masuk, aktivitas produksi berjalan, dan lapangan kerja di sektor manufaktur dan pengolahan terjaga. Bagi investor yang mempertimbangkan instrumen berbasis usaha riil di dalam negeri, kondisi makroekonomi yang positif seperti ini menjadi konteks yang relevan untuk membaca peluang.
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi keuangan publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






