berita
21 Juli 2026
Naufal Mamduh
Ini Dia! Presiden Prabowo Klaim Ekonomi Indonesia Makin Solid, Ini Buktinya!
Di tengah ketidakpastian global yang terus membayangi, kabar baik datang dari dua pemimpin sekaligus. Pada Senin (20/7/2026), Presiden Prabowo Subianto dengan tegas menyatakan ekonomi Indonesia justru semakin kuat, bukan kolaps seperti yang diprediksi banyak pihak.
Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan stabilitas sistem keuangan Indonesia Semester I 2026 tetap terjaga.
Presiden Prabowo Yakin Indonesia Makin Kuat, Bukan Kolaps
Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada hari yang sama, sebagaimana dilansir dari Berita Moneter.
"Bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps, bulan ini akan kolaps. Ternyata semakin hari semakin kuat, semakin hari semakin kuat," ujar Prabowo, merespons berbagai prediksi negatif yang sebelumnya beredar soal kondisi ekonomi Indonesia.
Pernyataan ini disampaikan di tengah situasi global yang masih diwarnai konflik geopolitik, tekanan harga pangan dan energi, serta perlambatan perdagangan dunia. Pemerintah mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 mencapai sekitar 5,6 persen, dengan ketahanan pangan menjadi salah satu penopang stabilitas nasional.
Baca juga: Oke Gas! 3 Lembaga Dunia Kompak Prediksi Ekonomi RI 2026, Apa Hasilnya?
Menurut Prabowo, Indonesia berada pada posisi yang lebih baik dibanding sejumlah negara dalam menghadapi persoalan pangan karena telah lebih dahulu memperkuat upaya swasembada pangan. Ia mengapresiasi kinerja Kabinet Merah Putih, sekaligus mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri karena masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menkeu Purbaya: Keuangan Semester I 2026 Tetap Terjaga
Di hari yang sama dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Komisi XI DPR RI, Menkeu Purbaya menyampaikan kondisi sistem keuangan nasional secara komprehensif.
"Di tengah tingginya ketidakpastian global, stabilitas sistem keuangan Indonesia pada Semester I 2026 tetap terjaga. Hal ini merupakan hasil sinergi yang kuat antara kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan, dan sistem penjaminan simpanan yang terus kami perkuat melalui koordinasi di dalam KSSK," kata Purbaya sebagaimana dikutip dari Bloomberg Technoz.
Dari sisi fiskal, APBN disebut berperan sebagai shock absorber dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus menopang pertumbuhan. Beberapa data kunci Semester I 2026 yang disampaikan Purbaya:
- Pendapatan Negara tumbuh 21,4% (yoy)
- Belanja Negara meningkat 17,8% (yoy)
- Keseimbangan Primer mencatat surplus
- Defisit APBN diproyeksikan 2,85% terhadap PDB pada akhir tahun
Untuk memperkuat ketahanan ekonomi, pemerintah juga mengoptimalkan berbagai kebijakan fiskal, termasuk penempatan uang negara pada bank umum sesuai kondisi likuiditas pasar, penguatan fungsi APBN dalam menjaga stabilitas harga BBM dan pangan, serta pemberian paket stimulus yang mencakup diskon transportasi, insentif impor LPG dan plastik, relaksasi iuran JKK dan JKM, dukungan sektor pariwisata dan industri padat karya, serta program magang dan vokasi.
Di sisi kesejahteraan, APBN juga diarahkan untuk mendanai program-program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, pemeriksaan kesehatan gratis, revitalisasi rumah sakit, serta penguatan jaringan pengaman sosial melalui PKH, JKN, KIP, dan PIP.
Baca juga: Oke Gas! 7 Fakta Blok Masela yang Resmi Dibangun Prabowo Subianto
Purbaya menegaskan koordinasi erat di antara anggota KSSK, yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan, akan terus diperkuat.
"Ke depan, KSSK akan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko global maupun domestik. Melalui koordinasi yang erat antarlembaga, kami memastikan setiap kebijakan saling memperkuat sehingga stabilitas sistem keuangan tetap terjaga dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutupnya.
Kesimpulan
Pernyataan Presiden Prabowo dan Menkeu Purbaya menunjukkan sinyal yang konsisten dari dua sisi berbeda, moneter-fiskal dan kepercayaan diri kepemimpinan, bahwa fondasi ekonomi Indonesia masih terjaga di tengah tekanan global. Data pertumbuhan pendapatan negara, surplus keseimbangan primer, dan berbagai program perlindungan sosial jadi indikator konkret di balik klaim stabilitas tersebut.
Profil LBS Urun Dana
LBS Urun Dana adalah securities crowdfunding yang mempertemukan pendanaan pengusaha dari 17.000+ investor lewat instrumen sukuk maupun saham. Setiap emiten yang listing insya allah bebas dari riba, gharar, dan dzalim. LBS Urun Dana berizin OJK dan di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA. Ajukan pendanaan di sini!

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






