berita
24 Agustus 2026
Naufal Mamduh
Cek Nih! 5 Sektor Ekonomi yang Punya Potensi Besar, Tapi Jarang Digarap!
Banyak pengusaha dan investor masih memandang sustainability sebagai kewajiban regulasi, bukan peluang bisnis. Padahal di balik pergeseran besar yang sedang terjadi, ada lima sektor ekonomi Indonesia yang menyimpan potensi pertumbuhan besar tapi belum banyak digarap secara serius.
Indonesia Head of Research PT Bank DBS Indonesia, William Simadiputra, menegaskan bahwa sustainability shift kini sudah jauh melampaui sekadar agenda lingkungan.
"Sustainability shift itu cakupannya jauh lebih besar dari hanya melakukan pelestarian lingkungan, ini juga ke depannya akan menjadi salah satu requirement dalam bisnis terutama di pasar ekspor," kata William sebagaimana dikutip dari Suara.com.
Riset tersebut mengidentifikasi 5 sektor yang punya peluang besar, tapi belum digarap optimal oleh pengusaha Indonesia.
1. Energi Baru dan Terbarukan
Sektor ini sering disebut tapi jarang benar-benar digarap serius. Padahal kebutuhan energi Indonesia terus melonjak, terutama seiring masuknya investasi besar di sektor hilirisasi logam dan ekspansi data center yang semuanya butuh pasokan energi solid.
Peluangnya mencakup energi surya, panas bumi, battery energy storage system, hingga jaringan listrik. Pengusaha yang masuk lebih awal ke sektor ini akan punya keunggulan yang sulit dikejar pemain belakangan.
2. Teknologi, Media, dan Telekomunikasi
Banyak yang melihat sektor telekomunikasi sebagai industri yang sudah matang dan tidak terlalu menarik. Tapi riset tersebut melihat sebaliknya. Ada pergeseran besar dari perusahaan konektivitas biasa menuju perusahaan teknologi yang mengelola data center dan infrastruktur digital.
William menilai data center menjadi backbone penting jika Indonesia ingin sukses di era AI. Dan kebutuhan ini baru akan terus membesar, bukan mengecil.
Baca juga: Info Modal! Cara Mudah Raih Pendanaan Syariah Tanpa Riba Rp5–Rp10 Miliar
3. Pangan dan Pertanian
Indonesia punya lahan, punya petani, tapi produktivitasnya masih jauh dari optimal. Tantangan utamanya adalah meningkatkan produksi tanpa harus terus membuka lahan baru.
Di sinilah peluangnya: intensifikasi pertanian, agritech, replanting perkebunan sawit dengan bibit berproduktivitas tinggi, dan digital traceability untuk produk agribisnis yang ingin menembus pasar ekspor global. Pasar global makin ketat soal standar produksi, dan pengusaha yang siap lebih awal akan punya daya saing lebih besar.
4. Pertambangan dan Hilirisasi
Hilirisasi sudah jadi agenda besar pemerintah, tapi ada satu tantangan yang sering luput dari perhatian: bagaimana memastikan seluruh proses dari hulu ke hilir bisa berjalan dengan energi hijau dan rantai produksi yang bisa ditelusuri.
Riset tersebut menegaskan bahwa hilirisasi yang didukung energi terbarukan dan transparansi rantai produksi bisa menjadi pembeda signifikan bagi produk Indonesia, terutama untuk produk seperti kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi berbasis baterai yang permintaannya terus tumbuh di pasar global.
5. Kesehatan dan Farmasi
Ini mungkin sektor yang paling jarang dikaitkan dengan sustainability, tapi peluangnya nyata. Industri farmasi Indonesia masih sangat bergantung pada impor bahan baku obat atau active pharmaceutical ingredients dari luar negeri.
Ketergantungan ini membuat industri rentan terhadap volatilitas nilai tukar dan gangguan pasokan global. Riset tersebut melihat peluang investasi besar untuk membangun pasokan API domestik sebagai langkah strategis jangka panjang yang belum banyak disentuh pengusaha lokal.
Kesimpulan
Lima sektor ini punya satu kesamaan: potensinya besar, tapi belum banyak digarap. Pergeseran sustainability bukan ancaman bagi dunia usaha Indonesia. Justru sebaliknya, ini adalah jendela peluang yang terbuka lebar bagi pengusaha yang mau bergerak lebih awal dari kompetitor.
Baca juga: Simak Yuk! 10 Perbedaan Pendanaan Syariah dan Konvensional, Jangan Salah Pilih!
Artikel ini disajikan semata-mata untuk tujuan edukasi dan literasi keuangan publik. Informasi yang termuat tidak merepresentasikan pandangan resmi, kebijakan, maupun skema transaksi dan investasi yang berlaku di LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






