berita
29 Agustus 2025
Serem! IHSG Ambruk 2,04%, Investor Panik Usai Ojol Ditabrak Mobil Polisi?
IHSG Hari Ini kembali memerah tajam di tengah ketidakpastian pasar dan memanasnya situasi sosial di Tanah Air. Hingga pukul 10:10 WIB, Indeks Harga Saham Gabungan tercatat melemah 2,04% ke level 7.790. Dari total saham yang diperdagangkan, 636 saham ambruk, hanya 118 saham yang menguat, dan 199 stagnan. Nilai transaksi tembus Rp 8,5 triliun dengan volume 23 miliar lembar saham dan lebih dari 1,05 juta kali transaksi.
Kenapa IHSG Turun Hari Ini?
Pertanyaan besar investor adalah kenapa IHSG turun? Jawabannya bukan hanya karena faktor global, melainkan juga karena gejolak sosial dalam negeri. Pasar sedang diterpa tekanan psikologis akibat kabar duka dari kalangan ojek online (ojol).
Seorang driver, Affan Kurniawan, tewas usai ditabrak dan dilindas mobil taktis Brimob saat kerusuhan demo buruh di Pejompongan, Jakarta Pusat pada Kamis malam (28/8/2025). Kabar ini memicu gelombang demo ojol yang kini meluas ke Polda Metro Jaya hingga DPR.
Baca juga: Wadaw! Ternyata Ini Penyebab Harga Beras Medium Naik Ugal-Ugalan!
Massa ojek online dalam jumlah besar turun ke jalan, mengiringi pemakaman almarhum Affan Kurniawan. Gelombang solidaritas ini diprediksi tak berhenti di situ, melainkan berlanjut menjadi demo ojol di berbagai titik strategis ibu kota. Situasi yang semakin panas inilah yang membuat investor menahan diri, menambah tekanan jual, sekaligus menjawab pertanyaan besar: kenapa IHSG turun hari ini?
Menurut laporan CNBC pada Jumat (29/8/2025), aksi demo terus berlanjut membuat investor bursa semakin gelisah. Investor jangka pendek memilih sikap wait and see, sedangkan investor jangka panjang masih berhitung cermat sebelum mengambil langkah.
Baca juga: Astagfirullah! 6 Fakta Dibalik Data Ekonomi Indonesia 2025, Asli atau Rekayasa?
IHSG hari ini jelas berada di bawah bayang-bayang ketidakpastian, bukan hanya karena faktor ekonomi global, tetapi juga dampak sosial-politik di dalam negeri. Gejolak di jalanan menjadi sinyal bahwa pasar modal Indonesia sangat sensitif terhadap dinamika masyarakat. Jika eskalasi demo terus berlanjut, tekanan terhadap IHSG bisa semakin dalam dan berlarut.
Semoga pemerintah segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk meredam situasi, karena ketidakpastian sosial yang berlarut bisa mengganggu stabilitas pasar dan dikhawatirkan dapat menyebabkan krisis ekonomi yang lebih dalam.