investasi
19 April 2024
Naufal Mamduh
Apa Itu Sukuk? Pengertian dan Jenis-jenisnya
Sukuk merupakan salah satu instrumen keuangan berbasis prinsip syariah yang masih sering disamakan dengan obligasi. Padahal, keduanya memiliki struktur dan mekanisme yang berbeda. Lantas, apa itu sukuk?
Secara sederhana, sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan atas aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan investasi tertentu yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.
Berbeda dari obligasi konvensional yang merepresentasikan hubungan utang-piutang, instrumen ini memiliki dasar penerbitan berupa aset atau kegiatan tertentu dan menggunakan akad sesuai prinsip syariah. Karena itu, cara kerja, sumber imbal hasil, hingga risikonya memiliki karakteristik tersendiri.
Memahami instrumen ini penting bagi Anda yang ingin mengenal pasar modal syariah. Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, karakteristik, jenis, perbedaan dengan obligasi, potensi keuntungan, serta risiko yang perlu diperhatikan sebelum berinvestasi.
Apa Itu Sukuk?
Sukuk adalah efek syariah yang merepresentasikan kepemilikan atau manfaat atas aset, jasa, proyek, atau kegiatan investasi tertentu sesuai prinsip syariah. Istilah ini berasal dari bahasa Arab sakk, yang secara umum merujuk pada sertifikat atau dokumen yang menunjukkan hak atas sesuatu.
Mengutip Shari'ah Standards yang diterbitkan Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI), sukuk merupakan sertifikat dengan nilai yang sama yang merepresentasikan bagian kepemilikan yang tidak terbagi atas aset, manfaat, jasa, atau kegiatan investasi tertentu.
Dengan demikian, instrumen ini tidak tepat jika hanya dipahami sebagai “obligasi versi syariah”. Struktur keduanya berbeda. Pada sukuk, terdapat aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan tertentu yang menjadi dasar sesuai struktur penerbitannya.
Hal tersebut juga membuat akad menjadi bagian penting. Akad yang digunakan disesuaikan dengan struktur transaksi, misalnya ijarah, mudharabah, musyarakah, murabahah, salam, atau istishna'.
Sederhananya, ketika Anda membeli sukuk, hak yang diperoleh bergantung pada struktur dan akad yang digunakan. Karena itu, investor perlu memahami informasi penerbitan sebelum mengambil keputusan.
Baca juga: Anti Ribet! 5 Cara Investasi Halal ala Warren Buffett untuk Orang Sibuk
Bagaimana Cara Kerja Sukuk?
Cara kerja instrumen ini dapat berbeda tergantung akad dan struktur penerbitannya. Namun, secara umum mekanismenya dapat dipahami melalui beberapa tahapan.
Pertama, penerbit menawarkan efek kepada investor untuk menghimpun dana sesuai tujuan yang telah ditetapkan. Dana tersebut kemudian digunakan untuk aset, proyek, jasa, atau kegiatan usaha yang menjadi dasar penerbitan.
Selanjutnya, aset atau kegiatan tersebut menghasilkan manfaat atau pendapatan. Berdasarkan akad yang digunakan, investor memperoleh imbal hasil sesuai ketentuan yang tercantum dalam penerbitan.
Pada akhir periode, penyelesaian investasi dilakukan sesuai struktur dan ketentuan yang telah disepakati.
Karena setiap penerbitan dapat memiliki struktur berbeda, investor sebaiknya tidak hanya melihat besaran imbal hasil. Perhatikan pula siapa penerbitnya, apa underlying yang digunakan, bagaimana dana dimanfaatkan, akad yang digunakan, tenor, mekanisme pembayaran, serta risiko yang tercantum dalam dokumen penawaran.
Karakteristik Sukuk
Setelah memahami pengertiannya, terdapat beberapa karakteristik yang perlu diketahui.
1. Memiliki Underlying
Penerbitannya memiliki dasar berupa aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan investasi tertentu sesuai struktur yang digunakan. Underlying menjadi salah satu aspek penting yang membedakannya dari obligasi konvensional.
2. Menggunakan Akad Syariah
Transaksi disusun menggunakan akad yang sesuai dengan prinsip syariah. Jenis akad dapat berbeda berdasarkan struktur dan tujuan penerbitan.
3. Memiliki Hak yang Sesuai dengan Struktur
Investor memperoleh hak atas manfaat atau hasil sesuai akad dan struktur penerbitan. Karena itu, bentuk imbal hasil tidak dapat disamaratakan untuk seluruh produk.
4. Tetap Memiliki Risiko
Meskipun menggunakan prinsip syariah, instrumen ini tetap merupakan investasi yang memiliki risiko. Kinerja aset atau kegiatan yang mendasari, kondisi penerbit, perubahan pasar, dan faktor lainnya dapat memengaruhi hasil investasi.
Jenis-Jenis Sukuk
Struktur yang digunakan dapat berbeda-beda berdasarkan akad yang mendasarinya. Beberapa akad yang dikenal dalam penerbitan antara lain:
1. Mudharabah
Mudharabah merupakan kerja sama antara pemilik modal dan pengelola. Keuntungan dibagikan berdasarkan nisbah yang disepakati, sedangkan mekanisme penanggungan kerugian mengikuti ketentuan akad.
2. Musyarakah
Musyarakah merupakan kerja sama di mana para pihak memberikan kontribusi modal. Keuntungan dibagikan sesuai kesepakatan, sedangkan kerugian pada prinsipnya ditanggung berdasarkan porsi kontribusi modal.
3. Murabahah
Murabahah merupakan akad jual beli dengan harga perolehan dan margin keuntungan yang diketahui serta disepakati oleh para pihak.
4. Ijarah
Ijarah merupakan akad pemindahan hak manfaat atas suatu aset atau jasa dalam periode tertentu dengan imbalan yang telah disepakati.
5. Salam
Salam merupakan akad jual beli dengan pembayaran dilakukan di muka, sementara barang diserahkan kemudian sesuai spesifikasi yang telah disepakati.
6. Istishna'
Istishna' merupakan akad pemesanan pembuatan barang tertentu berdasarkan spesifikasi dan ketentuan yang disepakati para pihak.
Perbedaan Sukuk dan Obligasi
Salah satu pertanyaan yang sering muncul setelah mengetahui apa itu sukuk adalah bagaimana perbedaannya dengan obligasi.
Jadi, perbedaannya bukan sekadar penggunaan istilah “syariah”. Struktur transaksi, akad, dasar penerbitan, serta mekanisme imbal hasil menjadi aspek penting yang membedakan keduanya.
Keuntungan Investasi Sukuk
Bagi investor, instrumen berbasis syariah ini memiliki sejumlah karakteristik yang dapat menjadi pertimbangan.
1. Sesuai dengan Prinsip Syariah
Struktur dan akad penerbitannya disusun berdasarkan prinsip syariah. Hal ini menjadikannya salah satu pilihan bagi investor yang mempertimbangkan aspek kepatuhan syariah dalam portofolionya.
2. Memiliki Dasar Aset atau Kegiatan
Informasi mengenai aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan yang menjadi dasar penerbitan dapat membantu investor memahami objek yang mendasari investasinya.
3. Memiliki Potensi Imbal Hasil
Investor berpotensi memperoleh imbal hasil sesuai akad dan ketentuan penerbitan. Besaran dan mekanismenya berbeda-beda sehingga perlu dipelajari sebelum membeli.
4. Dapat Menjadi Pilihan Diversifikasi
Instrumen ini dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio, dengan tetap menyesuaikannya dengan tujuan investasi dan profil risiko masing-masing.
Risiko Investasi Sukuk
Seperti instrumen investasi lainnya, terdapat risiko yang perlu dipahami sebelum mengambil keputusan.
1. Risiko Gagal Bayar
Risiko ini terjadi ketika penerbit mengalami kesulitan memenuhi kewajiban sesuai ketentuan penerbitan. Kondisi keuangan dan kinerja bisnis penerbit menjadi faktor yang perlu diperhatikan.
2. Risiko Pasar
Untuk instrumen yang diperdagangkan di pasar, perubahan kondisi ekonomi, tingkat suku bunga, sentimen investor, dan faktor lainnya dapat memengaruhi harga atau nilai investasi.
3. Risiko Underlying
Kinerja aset, proyek, atau kegiatan usaha yang menjadi dasar penerbitan dapat memengaruhi hasil investasi. Jika kinerja yang mendasarinya mengalami tekanan, investor dapat ikut terdampak.
4. Risiko Likuiditas
Tidak semua produk dapat dengan mudah dijual kembali sebelum jatuh tempo. Karena itu, investor perlu mengetahui apakah tersedia pasar sekunder atau mekanisme penjualan kembali.
5. Risiko Operasional
Investasi juga dapat menghadapi risiko operasional, seperti gangguan sistem, kesalahan administrasi, maupun kendala teknis pada platform yang digunakan.
Baca juga: Solutif! Mengenal Securities Crowdfunding, Investasi Riil Saat Pasar Bergejolak
Apa yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berinvestasi?
Memahami apa itu sukuk saja belum cukup. Sebelum membeli, Anda perlu mempelajari informasi investasi secara menyeluruh.
Beberapa hal yang penting diperhatikan antara lain:
- Penerbit: pahami profil, bisnis, dan kondisi keuangannya.
- Underlying: ketahui aset, proyek, manfaat, atau kegiatan yang menjadi dasar penerbitan.
- Akad: pahami akad yang digunakan dan bagaimana mekanismenya.
- Imbal hasil: perhatikan besaran, sumber, dan jadwal pembayarannya.
- Tenor: ketahui jangka waktu investasi dan waktu penyelesaiannya.
- Likuiditas: pahami apakah investasi dapat diperdagangkan atau dijual kembali sebelum jatuh tempo.
- Risiko: baca seluruh risiko yang tercantum dalam dokumen penawaran.
- Biaya: perhatikan biaya transaksi atau biaya lain yang mungkin dikenakan.
Dengan memahami faktor-faktor tersebut, Anda dapat menilai investasi secara lebih objektif dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan.
FAQ Seputar Sukuk
Apa itu sukuk?
Sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan atas aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan investasi tertentu yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah.
Apa perbedaan sukuk dan obligasi?
Sukuk menggunakan prinsip dan akad syariah serta memiliki dasar penerbitan berupa aset, manfaat, jasa, proyek, atau kegiatan tertentu sesuai strukturnya. Sementara itu, obligasi konvensional merepresentasikan hubungan utang-piutang antara penerbit dan pemegang obligasi.
Apakah sukuk termasuk investasi syariah?
Ya. Sukuk merupakan salah satu efek syariah yang struktur dan penerbitannya menggunakan prinsip serta akad yang sesuai dengan ketentuan syariah.
Apa saja jenis sukuk?
Struktur atau akad yang digunakan dapat beragam, antara lain mudharabah, musyarakah, murabahah, ijarah, salam, dan istishna', tergantung tujuan dan struktur penerbitannya.
Apakah investasi sukuk bebas risiko?
Tidak. Penggunaan prinsip syariah tidak berarti investasi bebas risiko. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko gagal bayar, pasar, underlying, likuiditas, dan operasional.
Bagaimana cara membeli sukuk?
Cara pembelian bergantung pada jenis dan tempat penerbitannya. Investor perlu mengikuti mekanisme yang ditetapkan oleh penerbit atau platform yang menyediakan produk tersebut serta memahami informasi dan risiko sebelum melakukan pembelian.
Penutup
Apa itu sukuk? Sukuk merupakan efek syariah yang merepresentasikan kepemilikan atau manfaat atas aset, jasa, proyek, atau kegiatan investasi tertentu sesuai prinsip syariah. Struktur tersebut membuatnya memiliki karakteristik yang berbeda dari obligasi konvensional.
Memahami pengertian saja tidak cukup. Sebelum berinvestasi, Anda perlu melihat cara kerja, akad, underlying, penerbit, imbal hasil, tenor, likuiditas, serta risiko yang menyertainya.
Dengan bekal informasi tersebut, Anda dapat menilai apakah instrumen berbasis syariah ini sesuai dengan tujuan dan profil risiko investasi Anda.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






