investasi

calendar_today

19 April 2024

account_circle

Naufal Mamduh

Apa Itu Sukuk dalam Securities Crowdfunding? Kenali Cara Kerja, Akad, Keuntungan, dan Risikonya

Sukuk adalah salah satu instrumen yang dapat ditawarkan melalui securities crowdfunding. Bedanya dengan saham cukup mendasar. Saham memberi kepemilikan atas perusahaan, sementara sukuk memberi hak atas manfaat ekonomi yang melekat pada aset atau proyek yang menjadi dasar penerbitannya, sesuai akad yang disepakati. Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari definisi, cara kerja, aturan yang mengikat, sampai risikonya.

Apa Itu Sukuk?

Sukuk adalah efek syariah berupa sertifikat atau bukti kepemilikan yang bernilai sama dan mewakili bagian yang tidak terpisahkan atas aset yang mendasarinya.

Definisi ini tercantum dalam POJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi, yang juga menempatkan sukuk sebagai salah satu efek yang boleh ditawarkan lewat layanan urun dana.

Baca juga: Cerdas! 5 Hal yang Perlu Dicek Sebelum Memilih Investasi di Bisnis Riil

Karena berbasis prinsip syariah, sukuk tidak cukup hanya memakai label syariah. Struktur penerbitannya harus punya dasar aset atau proyek, akad, serta skema transaksi yang sesuai.

Dalam praktik pasar modal syariah, landasannya juga bersandar pada fatwa DSN-MUI, di antaranya Fatwa Nomor 32/DSN-MUI/IX/2002 tentang Obligasi Syariah dan Fatwa Nomor 137/DSN-MUI/IX/2020 tentang Sukuk.

Sukuk dalam Securities Crowdfunding

POJK 17/2025 menyebut 3 jenis efek yang dapat ditawarkan melalui layanan urun dana:

  • Efek bersifat ekuitas
  • Efek bersifat utang
  • Sukuk

Artinya securities crowdfunding tidak hanya menyediakan saham. Sukuk juga punya tempat tersendiri di dalamnya.

Instrumen ini bekerja di 2 sisi sekaligus. Bagi penerbit, sukuk menjadi alternatif memperoleh pendanaan berdasarkan proyek atau kegiatan usaha tertentu. Bagi pemodal, sukuk menjadi pilihan menempatkan dana dengan imbal hasil yang mengikuti akad dan ketentuan dalam informasi penawaran.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Alurnya seperti ini:

Penerbit punya proyek atau kebutuhan pendanaan → menerbitkan sukuk lewat penyelenggara → informasi penawaran ditayangkan → pemodal memesan → dana dihimpun sesuai ketentuan → dana digunakan sesuai tujuan yang diinformasikan → penerbit memenuhi kewajiban sesuai akad → pemodal menerima pokok dan imbal hasilnya.

4 Aturan Khusus yang Mengikat Sukuk SCF

Inilah bagian yang membedakan sukuk di securities crowdfunding dari instrumen lain. POJK 17/2025 mengatur 4 hal secara spesifik.

1. Wajib punya proyek yang mendasari. Sukuk tidak bisa diterbitkan hanya atas dasar kebutuhan dana. Harus ada proyek yang menjadi dasar penerbitannya, dan informasinya wajib diungkapkan kepada calon pemodal.

2. Jatuh tempo paling lama 2 tahun. Pembayaran pokok dan imbal hasilnya bisa berkala atau sekaligus saat jatuh tempo, bergantung struktur masing-masing penerbitan.

3. Tidak dapat diperdagangkan. Berbeda dari saham yang punya mekanisme pasar sekunder, sukuk SCF dipegang sampai jatuh tempo. Konsekuensinya langsung terasa pada likuiditas, jadi pertimbangkan kebutuhan dana Anda sejak awal.

4. Wajib mengantongi pernyataan kesesuaian syariah. Pernyataan ini diterbitkan tim ahli syariah yang memiliki izin ahli syariah pasar modal. Bila penyelenggaranya menjalankan usaha berdasarkan prinsip syariah, pernyataan dapat berasal dari Dewan Pengawas Syariah.

Sukuk juga wajib diterbitkan dalam rupiah.

Informasi yang Wajib Diungkap dalam Penawaran

POJK 17/2025 mewajibkan penerbitan efek bersifat utang atau sukuk mencantumkan sejumlah informasi berikut:

  • Hak pemegang sukuk
  • Kondisi yang dapat menyebabkan kelalaian dan cara penyelesaiannya
  • Mekanisme rapat umum pemegang sukuk
  • Proyek yang menjadi dasar penerbitan
  • Peringkat, bila sukuknya diperingkat
  • Jenis akad syariah dan skema transaksinya
  • Harga serta besaran nisbah, margin, imbal jasa, imbal hasil, atau imbalan lain
  • Jatuh tempo dan kewajiban penerbit

Daftar ini penting karena setiap penerbitan punya struktur, proyek, akad, jangka waktu, dan mekanisme pembayaran yang berbeda. Jangan berhenti di besaran imbal hasilnya.

Batas Pendanaan dan Batas Investasi

Ada 2 pagar yang diatur POJK 17/2025, satu untuk penerbit dan satu untuk pemodal.

Untuk penerbit, batas penghimpunan dana melalui layanan urun dana adalah paling banyak Rp10 miliar dalam periode 12 bulan, kecuali OJK menetapkan lain dalam kondisi tertentu. Penghimpunan itu boleh dilakukan dalam 1 kali atau beberapa kali penawaran.

Untuk pemodal, batasnya mengikuti penghasilan tahunan:

  • Penghasilan sampai Rp500 juta per tahun: pembelian paling banyak 5% dari penghasilan per tahun
  • Penghasilan di atas Rp500 juta per tahun: pembelian paling banyak 10% dari penghasilan per tahun

Batas tersebut dihitung dari nilai pembelian efek di seluruh penyelenggara, berdasarkan penilaian pemodal sendiri. Ketentuan ini tidak berlaku bagi badan hukum maupun pihak yang punya pengalaman berinvestasi di pasar modal, dibuktikan dengan kepemilikan rekening efek paling sedikit 2 tahun sebelum penawaran.

Apa Keuntungannya?

Berbasis prinsip syariah dengan verifikasi. Struktur akad dan skema transaksinya wajib memperoleh pernyataan kesesuaian syariah, bukan sekadar klaim.

Terhubung dengan proyek nyata. Ada proyek yang mendasari, dan informasinya wajib dibuka kepada calon pemodal.

Struktur pembayaran jelas sejak awal. Harga, nisbah, margin, imbal hasil, jangka waktu, dan mekanisme pembayarannya tercantum dalam informasi penawaran.

Membuka akses pendanaan bagi bisnis. Dari sisi penerbit, layanan urun dana dikembangkan untuk memperluas akses pembiayaan bagi usaha yang selama ini sulit menjangkau pasar modal.

Apa Risikonya?

Sukuk tetap instrumen investasi yang mengandung risiko. Statusnya sebagai efek syariah maupun keberadaan platform berizin tidak menghapus itu.

POJK 17/2025 mewajibkan penyelenggara mencantumkan informasi risiko, mencakup risiko usaha, risiko investasi, risiko likuiditas, risiko kegagalan sistem elektronik, serta risiko gagal bayar.

Risiko usaha. Kinerja bisnis atau proyek yang mendasari bisa tidak berjalan sesuai rencana, dan itu memengaruhi kemampuan penerbit memenuhi kewajibannya.

Risiko gagal bayar. Penerbit dapat berada dalam kondisi tidak mampu membayar sesuai perjanjian.

Baca juga: Wajib Tahu! Ini Cara Mengajukan SID untuk Pasar Sekunder LBS Urun Dana

Risiko likuiditas. Karena tidak dapat diperdagangkan, dana Anda terikat sampai jatuh tempo.

Risiko proyek. Realisasi proyek bisa berbeda dari proyeksinya.

Apakah OJK Menjamin Investasi Sukuk SCF?

Tidak.

OJK mengatur dan mengawasi kegiatan layanan urun dana, tetapi pengaturan itu bukan jaminan keuntungan maupun pembayaran pada setiap penerbitan.

POJK 17/2025 justru mewajibkan penyelenggara mencantumkan pernyataan bahwa OJK tidak memberikan persetujuan terhadap penerbit, dan tidak menyatakan kebenaran atau kecukupan informasi dalam layanan urun dana.

Sukuk atau Saham, Apa Bedanya?

Bentuknya. Sukuk merupakan efek syariah berbasis aset atau proyek beserta akadnya. Saham merupakan bukti kepemilikan atas perusahaan.

Hak pemodal. Pada sukuk, hak mengikuti struktur dan akadnya. Pada saham, hak melekat pada kepemilikan perusahaan.

Imbal hasil. Sukuk memberikan nisbah, margin, imbal jasa, atau imbalan lain sesuai akad. Saham memberikan dividen dan potensi keuntungan dari perubahan nilai.

Jangka waktu. Sukuk SCF paling lama 2 tahun. Saham tidak memiliki jatuh tempo.

Perdagangan. Sukuk SCF tidak dapat diperdagangkan. Saham memiliki mekanisme perdagangan tersendiri sesuai ketentuan.

Dasar penerbitan. Sukuk wajib memiliki proyek. Saham berbasis perusahaan penerbitnya.

Bagaimana Cara Investasinya?

Secara umum ada 5 tahap:

  1. Membuat akun di penyelenggara dan menyelesaikan verifikasi pemodal
  2. Memilih penawaran sukuk yang tersedia
  3. Mempelajari penerbit, proyek, akad, jangka waktu, imbal hasil, penggunaan dana, dan risikonya
  4. Melakukan pemesanan sesuai batas pembelian yang berlaku, lalu menyelesaikan pembayaran
  5. Memantau perkembangan proyek sampai pokok dan imbal hasilnya diterima

Satu hal yang perlu diketahui, dalam regulasi terbaru penyelenggara yang melayani penawaran sukuk juga bertindak sebagai kuasa pemodal. Tugasnya mencakup pemantauan perkembangan proyek, pengawasan kewajiban penerbit, serta pemantauan pembayaran kepada pemegang sukuk.

Sukuk di LBS Urun Dana

LBS Urun Dana adalah penyelenggara securities crowdfunding berizin OJK yang menawarkan saham dan sukuk, dengan minimum investasi mulai Rp1.000.000.

Dalam memilih sukuk, jangan berhenti pada besaran imbal hasilnya. Perhatikan penerbitnya, proyek yang mendasari, akadnya, penggunaan dananya, jangka waktunya, mekanisme pembayarannya, serta risiko gagal bayar dan likuiditasnya. Masih ada yang ingin ditanyakan? Tim kami siap membantu lewat WhatsApp:

FAQ Sukuk dalam Securities Crowdfunding

Apakah sukuk sama dengan obligasi?

Tidak persis. Sukuk berstruktur syariah dengan aset atau proyek yang mendasari serta akad tertentu. Obligasi konvensional pada dasarnya instrumen utang dengan kewajiban pembayaran bunga dan pokok.

Apakah sukuk SCF bisa dijual kembali?

Tidak. POJK 17/2025 menetapkan sukuk yang ditawarkan melalui layanan urun dana tidak dapat diperdagangkan.

Berapa lama jangka waktunya?

Paling lama 2 tahun sejak diterbitkan.

Berapa batas pembelian bagi pemodal?

Paling banyak 5% dari penghasilan tahunan bagi yang berpenghasilan sampai Rp500 juta per tahun, dan 10% bagi yang di atasnya. Ketentuan ini tidak berlaku bagi badan hukum dan pemodal berpengalaman dengan rekening efek minimal 2 tahun.

Apakah investasinya dijamin OJK?

Tidak. OJK mengatur dan mengawasi penyelenggaraannya, tetapi tidak menjamin keuntungan maupun pembayaran pada setiap penerbitan.

Apakah semua sukuk SCF wajib bersertifikat syariah?

Ya. Setiap sukuk wajib memperoleh pernyataan kesesuaian syariah dari tim ahli syariah berizin, atau dari Dewan Pengawas Syariah bila penyelenggaranya menjalankan usaha berdasarkan prinsip syariah.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.