investasi
15 Juli 2026
Naufal Mamduh
Cekidot! Begini Cara Menghitung ROE yang Benar, Investor Wajib Tahu
Banyak investor pemula tahu bahwa ROE adalah salah satu angka penting sebelum memutuskan investasi. Tapi tidak sedikit yang salah membacanya, menganggap ROE tinggi otomatis berarti investasinya menarik, padahal tidak sesederhana itu.
Artikel ini membahas apa itu ROE? cara menghitungnya, dan yang paling penting bagaimana membacanya dengan kepala dingin.
Apa itu ROE?
Menurut Investopedia, return on equity (ROE) adalah rasio kinerja keuangan yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan ekuitas pemegang saham untuk menghasilkan laba bersih.
Dalam praktiknya, ROE membandingkan laba bersih perusahaan dengan total modal yang ditanamkan investor di dalamnya. Semakin tinggi ROE, semakin efisien perusahaan menggunakan modal investor untuk menghasilkan laba.
Baca juga: Solutif! Mengenal Securities Crowdfunding, Investasi Riil Saat Pasar Bergejolak
Di antara tiga jenis return perusahaan yaitu ROA, ROI, dan ROE, perhitungan ROE adalah yang paling relevan bagi investor karena sudah dipotong berbagai pengeluaran. Angkanya langsung mencerminkan seberapa produktif uang Anda bekerja di dalam perusahaan tersebut.
Cara menghitung ROE
Menurut Strategic Financial Analysis Harvard Business School, pada dasarnya ROE dihitung dengan rumus berikut.
ROE = Laba Bersih / Ekuitas
Laba bersih bisa dihitung dengan cara mengurangi total pendapatan dengan total pengeluaran dalam periode tertentu.
Laba Bersih = Total Pendapatan − Total Pengeluaran
Laba bersih bisa ditemukan di laporan laba rugi perusahaan, sementara ekuitas pemegang saham tercantum di neraca keuangan. Laporan laba rugi mencerminkan kinerja keuangan sepanjang satu tahun fiskal, sedangkan neraca keuangan memotret kondisi modal perusahaan pada satu titik waktu tertentu.
Karena ekuitas pemegang saham bisa berfluktuasi sepanjang tahun, menghitung ROE hanya dari data ekuitas akhir tahun bisa kurang akurat. Pendekatan yang lebih tepat adalah menggunakan rata-rata total ekuitas sebagai penyebut.
Rata-rata Total Ekuitas = (Ekuitas Awal Periode + Ekuitas Akhir Periode) / 2
Untuk hasil yang lebih akurat, gunakan rata-rata bulanan atau kuartalan sebagai data masukan.
Contoh 1: PT Maju Sejahtera
Tahun 2025, PT Maju Sejahtera mencatat omzet Rp500 juta dengan total biaya Rp220 juta. Ekuitas awal tahun sebesar Rp250 juta dan ekuitas akhir tahun sebesar Rp310 juta.
Langkah pertama, hitung laba bersih:
Laba Bersih = Rp500 juta − Rp220 juta = Rp280 juta
Langkah kedua, hitung rata-rata ekuitas:
Rata-rata Ekuitas = (Rp250 juta + Rp310 juta) / 2 = Rp280 juta
Langkah ketiga, hitung ROE:
ROE = Rp280 juta / Rp280 juta = 1,0
Artinya, setiap Rp1 modal menghasilkan Rp1 laba bersih. Tergolong normal dan sehat.
Contoh 2: PT Jaya Anugerah
Di pertengahan 2025, PT Jaya Anugerah mencatat laba bersih Rp180 juta. Ekuitas awal periode sebesar Rp280 juta dan ekuitas akhir periode sebesar Rp320 juta.
Langkah pertama, hitung rata-rata ekuitas:
Rata-rata Ekuitas = (Rp280 juta + Rp320 juta) / 2 = Rp300 juta
Langkah kedua, hitung ROE:
ROE = Rp180 juta / Rp300 juta = 0,6
Angka ini masih wajar untuk pertengahan tahun, tapi menandakan perusahaan belum balik modal penuh.
Apa yang bisa dibaca dari ROE?
ROE berguna untuk tiga hal utama bagi investor.
- Mengukur profitabilitas. Seberapa mampu perusahaan menghasilkan laba dari modal yang ada
- Membandingkan antar perusahaan. Dalam industri yang sama, ROE lebih tinggi biasanya lebih menarik
- Melihat tren dari tahun ke tahun. ROE yang stabil atau naik adalah tanda manajemen yang konsisten
ROE adalah Proyeksi, Bukan Jaminan
Ini bagian yang paling penting. ROE dihitung dari data historis. Angkanya mencerminkan kinerja masa lalu, bukan kepastian masa depan. Perusahaan dengan ROE tinggi tahun lalu bisa saja turun tahun ini karena ekspansi besar, utang baru, atau kondisi pasar yang berubah.
Baca juga: Hijrah Yuk! Mengenal Investasi Halal: Pengertian, Jenis dan Tips Lengkap 2026
Ada juga kondisi di mana ROE tampak tinggi bukan karena bisnis makin produktif, tapi karena nilai aset tetap seperti mesin atau bangunan menyusut. Angkanya naik, tapi kondisi riil perusahaan belum tentu membaik. ROE adalah titik awal analisis, bukan titik akhir keputusan.
Kesimpulan
ROE adalah salah satu alat paling mudah dibaca investor untuk menilai efisiensi perusahaan dalam mengelola modal. Tapi seperti semua metrik keuangan, ROE paling berguna kalau dibaca bersama indikator lain seperti ROA dan tren keuangan multi-tahun, bukan berdiri sendiri sebagai satu-satunya penentu. Pahami angkanya, tapi jangan berhenti di sana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






