investasi
15 Juli 2026
Naufal Mamduh
Solutif! Mengenal Securities Crowdfunding, Investasi Riil Saat Pasar Bergejolak
Mau investasi tapi bingung karena hampir semua portofolio sedang merah? Wajar. Di pertengahan 2026, tekanan terhadap instrumen investasi populer datang dari berbagai arah sekaligus, dan tidak sedikit investor yang mulai mempertanyakan kemana sebaiknya uang mereka ditempatkan.
Tapi kalau ditelusuri lebih jauh, ada satu instrumen yang cara kerjanya berbeda dari yang lain karena tidak semata bergantung pada pergerakan harga pasar global: securities crowdfunding. Sebelum membahasnya lebih dalam, mari lihat dulu kondisi instrumen investasi populer saat ini.
Kondisi Instrumen Investasi Populer di Pertengahan 2026
Berikut gambaran singkat kondisi beberapa instrumen investasi yang paling banyak diikuti:
- Emas — Harga emas Antam turun dari Rp2.799.000 per gram pada Juni 2026 menjadi Rp2.635.000 per gram pada 13 Juli 2026, turun lebih dari Rp160.000 dalam sebulan
- Saham IHSG — Merosot 31,49% secara year-to-date, dengan dana asing yang kabur mencapai Rp89,95 triliun sepanjang 2026
- Properti — Sektor properti sensitif terhadap suku bunga dan secara historis dikenal sebagai aset yang tidak likuid serta membutuhkan modal besar.
Ketika hampir semua instrumen bergejolak bersamaan, wajar jika investor mulai bertanya: adakah alternatif yang tidak semata bergantung pada sentimen pasar global yang sulit diprediksi? Salah satu jawabannya ada pada securities crowdfunding.
Apa Itu Securities Crowdfunding?
Securities crowdfunding adalah model pendanaan di mana perusahaan mengumpulkan modal dari banyak investor dalam jumlah yang relatif kecil, melalui penerbitan efek berupa saham atau sukuk.
Baca juga: Hijrah Yuk! Mengenal Investasi Halal: Pengertian, Jenis dan Tips Lengkap 2026
Di Indonesia, securities crowdfunding diatur dalam POJK Nomor 17 Tahun 2025 tentang Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi. Regulasi ini menyempurnakan aturan sebelumnya dengan memperkuat perlindungan investor, tata kelola platform, serta batas maksimal penghimpunan dana. Artinya, investor yang masuk lewat jalur ini mendapat perlindungan hukum yang jelas dari OJK.
Cara Kerja Investasi di Securities Crowdfunding
Prosesnya sederhana. Bisnis yang membutuhkan modal mengajukan penawaran melalui platform securities crowdfunding yang berizin OJK. Investor memilih bisnis mana yang ingin didanai, lalu mendapatkan kepemilikan dalam bentuk saham atau sukuk sesuai kontribusinya.
Bukan pinjaman yang harus dikembalikan dengan bunga. Bukan spekulasi harga yang naik turun mengikuti sentimen global. Yang ada adalah kepemilikan atas bisnis nyata yang beroperasi di Indonesia, dengan imbal hasil berdasarkan kinerja usaha yang sebenarnya. Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum masuk:
- Investor bisa mulai dengan modal yang jauh lebih kecil dibanding investasi langsung ke bisnis
- Setiap penawaran memiliki kuota terbatas dan tidak diperpanjang setelah penuh
- Imbal hasil bergantung pada kinerja bisnis, bukan pergerakan harga pasar
- Risiko tetap ada: bisnis bisa underperform, dan investor perlu memahami profil bisnis sebelum berinvestasi
Kenapa Securities Crowdfunding Relevan di Tengah Gejolak Ini?
Berbeda dari emas, saham publik, atau properti yang harganya sangat dipengaruhi sentimen global, securities crowdfunding menghubungkan investor langsung dengan kinerja bisnis domestik. Ketika pasar global bergejolak, bisnis yang beroperasi di sektor riil Indonesia tidak selalu ikut terdampak dengan cara yang sama.
Selain itu, investor mendapat akses ke informasi bisnis yang lebih transparan: profil usaha, laporan keuangan, penggunaan dana, hingga proyeksi imbal hasil, semuanya tersedia sebelum keputusan investasi dibuat.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






