investasi

calendar_today

5 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Cair! 5 Saham Ini Sudah Bagi Dividen 2026 di LBS Urun Dana, Siapa Saja?

Sudah tahu belum, ada 5 emiten di LBS Urun Dana yang sudah resmi bagi dividen saham untuk tahun buku 2025? Buat investor yang pegang sahamnya, ini kabar yang ditunggu-tunggu. Di platform securities crowdfunding berizin dan diawasi OJK ini, sejumlah emiten tidak hanya tumbuh, tapi juga konsisten memberi return ke investor. Yuk, cek siapa saja yang sudah tebar dividen! 

Apa Itu Dividen? 

Dividen menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham. Jadi, ketika perusahaan mencetak laba, sebagian dari keuntungan tersebut bisa dibagikan ke investor. 

Tapi tentu saja, pembagian ini tidak otomatis. Harus ada persetujuan dulu lewat Rapat Umum Pemegang Saham atau RUPS. Buat investor, dividen ini sering jadi salah satu alasan utama punya saham. Bukan cuma berharap harga saham naik, tapi juga bisa dapat pemasukan rutin dari keuntungan perusahaan.

Bentuk-Bentuk Dividen

Dividen itu tidak selalu dibagikan dalam bentuk uang. Secara umum, ada dua jenis dividen yang paling sering diterima investor, dan masing-masing punya kelebihan tersendiri. 

1. Dividen Tunai

Ini yang paling familiar. Investor akan menerima uang langsung ke rekening, biasanya dihitung dari jumlah saham yang dimiliki dikalikan dengan nilai dividen per lembar. Karena bentuknya uang, manfaatnya langsung terasa. Bisa jadi tabungan, atau bahkan diputar lagi untuk investasi. 

2. Dividen Saham

Di sini investor tidak menerima uang, melainkan tambahan jumlah saham. Artinya, kepemilikan kita di perusahaan tersebut jadi lebih besar. Memang tidak langsung terasa seperti uang masuk, tapi kalau bisnisnya terus berkembang dan harga saham naik, potensi keuntungannya bisa lebih besar.

Baca juga: Bongkar Rahasia Dividen Saham, Pengertian, Bentuk dan Cara Mendapatkannya

Singkatnya, dividen tunai cocok buat yang cari pemasukan langsung, sementara dividen saham lebih ke arah menambah potensi nilai investasi ke depan. Tinggal di sesuaikan saja dengan tujuan investasi masing-masing.

Cara Mendapatkan Dividen

Banyak yang mengira cukup punya saham sudah pasti dapat dividen. Padahal, ada beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan supaya benar-benar kebagian.

1. Punya saham dari perusahaan yang bagi dividen

Tidak semua perusahaan rutin membagikan dividen. Keputusan ini tergantung kinerja keuangan dan hasil RUPS. Biasanya, perusahaan yang labanya stabil punya peluang lebih besar untuk berbagi keuntungan ke investor.

2. Tahan saham sampai recording date

Ini bagian yang sering terlewat. Recording date adalah tanggal penentuan siapa saja yang berhak menerima dividen. Kalau kamu jual saham sebelum tanggal ini, hak dividen otomatis hilang. Makanya, penting juga tahu cum date, yaitu batas terakhir beli saham supaya masih tercatat dan berhak dapat dividen.

3. Jumlah saham menentukan hasil

Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar juga dividen yang diterima. Pembagiannya proporsional, jadi tinggal mengikuti porsi kepemilikan masing-masing investor.

Kunci dapat dividen itu sebenarnya sederhana: pilih perusahaan yang rutin bagi dividen, perhatikan timing kepemilikan saham, dan sesuaikan jumlah investasi dengan target yang diinginkan.

5 Saham yang Sudah Tebar Dividen di 2026 

Kabar baik untuk investor LBS Urun Dana. Ada 5 emiten saham telah resmi membagikan dividen kepada investor. Pembagian ini didasarkan pada kinerja bisnis tahun 2025 serta hasil RUPS yang digelar pada Maret 2026. Berikut daftarnya: 

1. Razada Dmamam

PT DMamam Sehatin Indonesia, pemilik brand Razada Dmamam, mencatat kinerja yang solid sepanjang 2025 dan berhasil membagikan dividen kepada investor.

a. Emiten: Razada Dmamam (DMSIECF)
b. Dividen Per Saham (DPS) 2025: Rp1.509,94 (Sesuai kesepakatan RUPS)
c. Total Dividen: Rp75.497.000
d. Harga Saham: Rp43.500 (Pasar Sekunder Maret 2026)

2. RSIA Annisa

PT Kartini Bangun Bangsa, pengelola RSIA Annisa, mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dan telah membagikan dividen kepada investor. Berikut rinciannya:

a. Emiten: RSIA Annisa (RSAMECF)
b. Dividen Per Saham (DPS) 2025: Rp14.686,73 (Sesuai kesepakatan RUPS)
c. Total Dividen: Rp273.995.634,88
d. Harga Saham: Rp999.975 (Pasar Sekunder Maret 2026)

3. Harvies Coffee 

PT Sinar Kopi Nusantara (Harvies Coffee) telah membagikan dividen untuk tahun buku 2025 kepada investor. Berikut rinciannya:

a. Emiten: Harvies Coffee (HRVSECF)
b. Dividen Per Saham 2025: Rp357,75 (Sesuai kesepakatan RUPS)
c. Total Dividen: Rp227.027.792,25
d. Harga Saham: Rp9.675 (Pasar Sekunder Maret 2026)

4. Makacha Bakery 

PT Makacha Boga Utama, pengelola Makacha Bakery, mencatat kinerja positif sepanjang tahun buku 2025 dan membagikan dividen kepada investor. Berikut rinciannya:

a. Emiten: Makacha Bakery (MKCAECF)
b. Dividen Per Saham 2025: Rp464,61 (Sesuai kesepakatan RUPS)
c. Total Dividen: Rp26.528.766,39
d. Harga Saham: Rp25.000 (Pasar Sekunder Maret 2026)

5. MFlash 

PT MGI Tiga Indonesia (MFlash) terus menunjukkan perkembangan positif dan telah membagikan dividen kepada pemegang saham. Berikut rinciannya:

a. Emiten: MFlash (MGIFECF)
b. Dividen Per Saham 2025: Rp9,24 (Sesuai kesepakatan RUPS)
c. Total Dividen: Rp54.798.309,72
d. Harga Saham: Rp815 (Pasar Sekunder Maret 2026)  

Pembagian dividen ini jadi bukti bahwa emiten di LBS Urun Dana benar-benar menghasilkan dan memberi return ke investor. Ke depan, yang penting dicermati adalah konsistensi kinerja dan peluang dividen lanjutan dari masing-masing emiten.

Lagi Incar Dividen? Ini Peluang Saham F&B yang Bisa Dilirik 

Kalau Anda lagi cari peluang cuan dari dividen, sektor F&B masih jadi salah satu yang menarik untuk diperhatikan. Apalagi, saat ini kesempatan memiliki saham Mang Ujang di LBS Urun Dana masih terbuka. Berikut gambaran penawaran investasinya:

1. Total Penerbitan Saham: Rp5.464.146.482
2. Harga per Lembar Saham: Rp179
3. Pembelian Saham Minimal: Rp1.000.073
4. Jumlah Saham Ditawarkan: 344.474.042 lembar
5. Proyeksi Dividen Payout Ratio: 90%
6. Indikasi Dividen Yield 2026: 5,74%.

Baca juga: Bedah Saham Mang Ujang yang Siap Listing di LBS, Prospeknya Cerah?

Dengan proyeksi dividen payout ratio 90% dan indikasi dividen yield 5,74%, saham ini layak dipertimbangkan bagi investor yang mencari pemasukan dividen yang rutin. Daftar atau login di lbs.id untuk mulai investasi saham Mang Ujang sebelum periode penawaran ditutup. Butuh bantuan? Tim kami siap membantu: 

a. Wisnu: Link WhatsApp
b. Faris: Link WhatsApp
c. Dwian: Link WhatsApp  

Disclaimer

Investasi sukuk dan saham melalui platform securities crowdfunding memiliki risiko, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal. Informasi ini bukan rekomendasi investasi. Pastikan Anda membaca prospektus sebelum berinvestasi. LBS Urun Dana adalah platform resmi berizin dan diawasi OJK.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID