investasi
7 Maret 2026
Naufal Mamduh
Salut! Frutta Gelato Bongkar Strategi 2026 kepada Investor, Ini Bocorannya!
PT Bali Internusa Gelatonesia (Frutta Gelato) mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas kinerja perusahaan di tahun 2025 dan rencana strategis yang akan dijalankan pada tahun 2026. RUPS ini dipimpin oleh Direktur Utama, Ary Edithia, yang menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi perusahaan serta rencana besar untuk memperkuat sektor B2B.
Perlu diketahui kalau RUPS yang digelar Kamis (5/3/2026) bersamaan dengan pembukaan pasar sekunder LBS Urun Dana, memberi kesempatan bagi investor dan calon investor untuk menyimak langsung pemaparan kinerja perusahaan dari manajemen.Sekaligus melakukan transaksi saham melalui mekanisme perdagangan di pasar sekunder.
Tantangan Kinerja Frutta Gelato di Tahun 2025
Pada pemaparannya, PT Bali Internusa Gelatonesia (Frutta Gelato) mencatatkan pendapatan sebesar Rp6,31 miliar dan laba bersih Rp981 juta di tahun buku 2024, yang menunjukkan kinerja yang stabil dan positif. Namun, di tahun 2025, perusahaan mengalami sedikit penurunan pendapatan menjadi Rp5,84 miliar, dengan laba bersih Rp847,1 juta. Perubahan ini mencerminkan fase transisi yang mengharuskan perusahaan untuk melakukan penyesuaian strategi dan menghadapi dinamika operasional yang ada
Fokus perusahaan yang lebih besar di sektor B2C (business-to-consumer), terutama di lokasi-lokasi seperti Bintaro dan Taman Mini, membawa dampak signifikan pada beban operasional.
Baca juga: Gaskeun! Bongkar Rahasia Dividen Saham, Pengertian, Bentuk dan Cara Mendapatkannya
"Sebenarnya permasalahannya hanya di beban operasional kita yang harus kita pisahkan. Kami masih harus struggling dengan pasar di Bali, namun kami tidak putus harapan untuk terus meningkatkannya," ujar Ary.
Secara keseluruhan, perjalanan kinerja perusahaan pada tahun 2024 menunjukkan kestabilan, sementara tahun 2025 menjadi tahun penyesuaian, di mana perusahaan mulai menguatkan strategi bisnisnya untuk menghadapi tantangan dan mempersiapkan langkah-langkah menuju pertumbuhan yang lebih baik di masa depan.
Strategi Jitu Frutta Gelato tahun 2026
Untuk tahun 2026, PT Bali Internusa Gelatonesia (Frutta Gelato) akan memfokuskan diri pada pengembangan sektor B2B (business-to-business) yang terbukti lebih stabil dan menguntungkan. "B2B menjadi backbone kita.Kita memperkuat diri dengan key partners seperti Bulgari dan Marriott," tutur Ary.
Hal ini menekankan pentingnya kemitraan strategis dengan hotel-hotel bintang lima dan mitra bisnis lainnya. Perusahaan juga akan mengurangi beban yang terjadi pada sektor B2C yang tidak memberikan hasil maksimal.
Sebagai langkah konkret untuk memperkuat sektor B2B, Frutta Gelato berencana untuk meningkatkan kapasitas produksinya di Jakarta. Selain itu, perusahaan juga akan terus memperluas jaringan distribusinya, terutama melalui kerjasama dengan mitra di berbagai daerah seperti Kalimantan, Sampit, dan Malang. Ekspansi ini tidak hanya meliputi distribusi produk gelato, tetapi juga produk premix, yang kini menjadi salah satu sumber pendapatan tambahan perusahaan.
Pada bulan Januari 2026, perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp659,6 juta, yang menunjukkan kinerja yang positif di awal tahun, meskipun menghadapi tantangan operasional di beberapa sektor.
Pendekatan Berbasis Kemitraan dan Pengurangan Beban Operasional
Di tengah tantangan operasional yang ada, Frutta Gelato juga memfokuskan pada pengurangan beban yang tidak memberikan dampak langsung terhadap pendapatan, seperti key opinion leaders (KOL) yang tidak memberikan hasil signifikan untuk sektor B2B. "Kita memang memotong KOL-KOL yang tidak memberikan hasil untuk B2B dan menggantinya dengan micro-influencers dan sistem barter produk," tambahnya.
Selain itu, perusahaan berencana untuk meningkatkan branding dan market penetration di pasar nasional. "Dengan fokus pada B2B dan pengurangan beban operasional, kami berharap dapat meningkatkan profitabilitas di 2026," ungkap Ary, yang optimis bahwa dengan langkah-langkah ini, perusahaan dapat memperkuat posisinya di pasar yang lebih luas.
Baca juga: Ajib! Pahami LEDX, Fitur Jagoan Investor Tangkap Peluang Saham di Pasar Sekunder
"Dengan fokus pada B2B dan pengurangan beban operasional, kami berharap dapat meningkatkan profitabilitas di 2026. Saya butuh dukungannya juga dari teman-teman, doanya, supaya apa yang sudah kita rencanakan betul-betul diijabahkan,” tutup Ary.
Kesempatan Chip In Saham Frutta Masih Terbuka!
Saham Frutta Gelato (PT Bali Internusa Gelatonesia) masih dapat dibeli melalui Pasar Sekunder LBS Urun Dana yang berlangsung sejak 2–13 Maret 2026 di hari kerja.
Per 6 Maret 2026, pukul 13.11 WIB, harga saham Frutta Gelato tembus Rp157.950 per lembar, menunjukkan tingginya minat investor. Segera daftar atau login ke akun LBS Urun Dana Anda dan pilih saham Frutta Gelato atau emiten lainnya di pasar sekunder.
Investasi saham di LBS Urun Dana menggunakan securities crowdfunding, memberi kesempatan bagi investor untuk membeli saham perusahaan melalui platform digital yang terdaftar dan diawasi OJK.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






