literasi keuangan
22 Juli 2026
Naufal Mamduh
Wajib Dicoba! 7 Cara Cerdas Menghemat Uang Biar Gak Boncos di Akhir Bulan
Menghemat uang bukan berarti menghilangkan semua pengeluaran. Kuncinya ada di kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan, serta lebih bijak sebelum uang keluar dari dompet. Berikut tujuh cara menghemat uang yang realistis untuk kebutuhan harian maupun bulanan.
1. Hitung Harga Berdasarkan Jam Kerja
Sebelum beli sesuatu, coba ubah harganya jadi jumlah jam kerja yang harus ditempuh untuk mendapatkannya. Misalnya, kalau penghasilan Anda setara Rp50.000 per jam atau sekitar Rp8 juta per bulan, lalu ingin membeli sepatu seharga Rp1 juta, artinya Anda perlu bekerja sekitar 20 jam untuk mendapatkan barang tersebut.
Cara pikir ini bikin Anda lebih gampang menimbang, barang itu layak dibeli atau uangnya lebih baik ditabung.
2. Pisahkan Rekening Kebutuhan dan Tabungan
Simpan uang untuk kebutuhan harian dan uang untuk tabungan di rekening yang berbeda. Begitu gajian, langsung pindahkan sebagian ke rekening tabungan sebelum sempat terpakai untuk hal lain. Cara ini membantu menghindari godaan "pinjam dulu dari tabungan" yang sering berujung pada kebiasaan sulit menabung secara konsisten setiap bulan.
3. Pakai Uang Tunai
Bayar pakai uang tunai bikin Anda lebih sadar berapa banyak uang yang keluar. Beda dengan kartu atau dompet digital yang cuma butuh beberapa sentuhan layar, uang tunai kasih "rasa kehilangan" yang lebih nyata. Riset perilaku konsumen menunjukkan pembayaran non tunai cenderung bikin orang lebih gampang boros. Coba tetapkan anggaran mingguan dalam bentuk cash untuk kebutuhan harian.
Baca juga: Galau! Dana Darurat atau Investasi Dulu? Ini Jawaban yang Selama Ini Dicari
4. Setop Invisible Spending
Invisible spending adalah pengeluaran kecil yang sering luput dari perhatian, seperti langganan streaming yang jarang dipakai, biaya admin rekening, atau kopi tiap pagi. Kelihatannya remeh, tapi kalau dijumlahkan sebulan, nilainya bisa jutaan rupiah. Cek mutasi rekening secara berkala dan hentikan langganan yang sudah tidak dibutuhkan.
5. Bikin Daftar Belanja
Sebelum ke supermarket atau buka aplikasi belanja online, luangkan waktu bikin daftar kebutuhan. Ini bikin Anda tetap fokus ke barang yang memang perlu, dan mengurangi belanja impulsif. Hindari belanja saat lapar, karena kondisi ini sering bikin orang beli lebih banyak dari yang direncanakan.
6. Coba Tantangan 30 Hari
Metode 30-Day No Spend Challenge cukup populer untuk mengendalikan kebiasaan konsumtif. Caranya, komitmen 30 hari untuk cuma belanja kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, dan tagihan. Catat semua pengeluaran, lalu evaluasi pos mana yang sebenarnya bisa dikurangi secara permanen.
7. Terapkan Aturan 24 Jam
Salah satu cara paling ampuh menghindari pembelian impulsif adalah menunda keputusan selama 24 jam. Kalau tertarik beli sesuatu yang bukan kebutuhan mendesak, tunggu satu hari dulu, lalu tanya lagi apakah barang itu memang dibutuhkan. Untuk barang bernilai lebih besar, jeda ini bisa diperpanjang sampai 72 jam atau 30 hari.
Menghemat uang bukan berarti berhenti menikmati hidup. Yang penting adalah membedakan kebutuhan dan keinginan, dan memastikan setiap uang yang keluar memberi manfaat sesuai tujuan keuangan Anda. Dengan membiasakan tujuh kebiasaan ini, cara menghemat uang harian dan bulanan bisa jadi fondasi kebiasaan finansial yang lebih sehat dalam jangka panjang.
Setelah kebiasaan menghemat ini mulai terasa hasilnya, langkah berikutnya biasanya soal kemana uang yang berhasil disisihkan itu dialokasikan, apakah sekadar mengendap di tabungan, atau mulai diarahkan ke instrumen yang bisa bertumbuh, seperti investasi.
Baca juga: Jangan Panik! Ini Strategi Mengelola Keuangan Rumah Tangga Saat Harga Naik Terus
Mulai Investasi Sukuk di LBS Urun Dana
LBS Urun Dana, platform securities crowdfunding berizin OJK, di bawah bimbingan Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA selaku Founder LBS Urun Dana dan Pakar Fikih Muamalah. Berikut beberapa sukuk yang masih listing saat ini:
Tertarik? Daftar di sini untuk mulai menemukan instrumen investasi yang sesuai lewat LBS Urun Dana.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






