pendanaan

calendar_today

3 Mei 2026

account_circle

Naufal Mamduh

Eksekusi! Panduan Lengkap Bisnis F&B dari Nol hingga Siap Ekspansi

Bisnis F&B atau food and beverage  adalah salah satu sektor usaha yang tidak pernah benar-benar mati. Selama manusia masih perlu makan dan minum, selalu ada ruang untuk tumbuh di industri ini. Tapi tentu saja, tahu potensinya saja tidak cukup. Anda perlu tahu cara memulainya, membesarkannya, dan  ketika saatnya tiba mendanai ekspansinya.

Artikel ini akan membahas semuanya: dari pengertian bisnis F&B, contoh bisnis F&B yang menginspirasi, modal yang dibutuhkan, hingga cara naik kelas lewat pendanaan yang tepat.

Fakta Bisnis F&B di Indonesia

Sektor makanan dan minuman menjadi bisnis yang paling banyak dimiliki masyarakat Indonesia pada 2026, dengan porsi mencapai 40% berdasarkan survei Jakpat tahun 2025. Hal ini menunjukkan tingginya minat serta rendahnya hambatan masuk di industri ini, sehingga banyak pengusaha tertarik untuk memulainya.

Sedangkan pasar foodservice Indonesia diproyeksikan mencapai USD 128,76 miliar pada 2031 dengan pertumbuhan 12,84% per tahun menurut laporan Mordor Intelligence Research 2026. Proyeksi ini menegaskan bahwa industri F&B tidak hanya ramai diminati, tetapi juga memiliki permintaan yang kuat, pasar yang luas, serta peluang ekspansi yang sangat besar bagi pelaku usaha yang ingin berkembang lebih jauh.

Apa Itu Bisnis F&B?

Fakta tadi tentunya menarik bukan? Sebelum kita bahas lebih jauh, cari dulu konsep dari F&B. Kata F&B adalah singkatan dari food and beverage, alias makanan dan minuman. Jadi, bisnis F&B adalah segala bentuk usaha yang berfokus pada penjualan produk makanan dan minuman mulai dari warung kecil di pinggir jalan, kafe estetik, food truck, katering, hingga restoran fine dining.

Yang membuat bisnis ini menarik adalah rendahnya hambatan masuk (low barrier to entry). Bahkan pebisnis pemula pun bisa langsung terjun. Tidak harus langsung buka restoran mewah. Anda bisa mulai dari dapur rumahan pun bisa jadi titik awal yang valid.

Mengapa Bisnis F&B Selalu Berpotensi Profit?

Data menunjukkan sektor makanan dan minuman menyumbang 40% kepemilikan usaha di Indonesia, dengan pasar yang terus tumbuh pesat. Ini bukan sekadar tren, tapi sinyal kuat bahwa F&B adalah industri dengan demand tinggi dan ruang ekspansi besar.

a. Permintaan Stabil dan Berulang

Makanan dan minuman adalah kebutuhan harian. Artinya, bisnis ini punya repeat order yang tinggi dan pasar yang tidak pernah benar-benar hilang.

b. Pasar Besar dan Terus Tumbuh

Dengan proyeksi pasar mencapai USD 128,76 miliar pada 2031, peluang masuk dan berkembang di industri ini masih sangat terbuka lebar.

c. Ruang Diferensiasi Luas

Meski kompetitif, pasar F&B selalu memberi ruang bagi brand dengan rasa, konsep, atau positioning yang kuat.

d. Akselerasi Didukung Tren dan Teknologi

Pertumbuhan delivery platform dan perubahan gaya hidup membuat bisnis F&B lebih mudah menjangkau pasar lebih luas dan skalabel.

Modal Bisnis F&B & Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Mulai

Sebelum membuka usaha, ada tiga hal fundamental yang perlu Anda siapkan:

1. Ide Bisnis yang Tajam

Kompetitor bisnis F&B sangat banyak. Karena itu, Anda butuh ide yang membedakan diri, baik dari sisi produk, konsep, target pasar, maupun pengalaman yang ditawarkan kepada pelanggan. Ingat: rasa tetap raja. Konsep boleh unik, tapi jika rasa tidak memuaskan, pelanggan tidak akan kembali.

2. Modal Bisnis yang Realistis

Modal bisnis F&B sangat bervariasi tergantung skala dan format usaha. Jualan online dari rumah bisa dimulai hanya dengan Rp1 juta hingga Rp5 juta. Jika ingin pakai gerobak atau booth, siapkan sekitar Rp5 juta hingga Rp15 juta. 

Baca juga: 7 Sumber Pendanaan Bisnis untuk Modal Demi Usaha Makin Cuan!

Food truck membutuhkan investasi lebih besar, yakni kisaran Rp50 juta hingga Rp150 juta. Sementara untuk kafe kecil, estimasinya sekitar Rp100 juta hingga Rp300 juta, dan restoran bisa menyentuh Rp300 juta ke atas. Mulailah sesuai kemampuan. Tidak perlu langsung besar, yang penting cash flow positif dulu.

3. Lokasi yang Strategis

Lokasi adalah segalanya dalam bisnis F&B. Lokasi yang ramai dan sesuai dengan target pasar akan sangat mempengaruhi omzet Anda. Hindari membuka usaha di lokasi yang tidak relevan, misalnya jualan es krim di daerah pegunungan yang dingin.

Contoh Contoh Bisnis F&B yang Bisa Dijadikan Inspirasi

Bingung mau mulai dari mana? Mari lihat beberapa contoh bisnis F&B yang berhasil eksis hingga sekarang, bahkan sukses menawarkan saham di securities crowdfunding LBS Urun Dana:

1. Makacha Bakery

Sejak 2017, Makacha Bakery atau PT. Makacha Boga Utama sudah menjadi ikon Pekanbaru lewat Bolu Kemojo. Pada 2023, mereka berhasil memperoleh pendanaan berbasis saham di LBS Urun Dana dan rutin membagikan dividen kepada para investor. Keberhasilan ini didorong oleh strategi ekspansi outlet yang terencana serta pendekatan pemasaran yang inovatif.

2. Radaza D'mamam 

Sejak 2015, Radaza D'mamam atau PT. Dmamam Sehatin Indonesia fokus memproduksi frozen food sehat khusus untuk balita. Pada 2023, mereka berhasil mendapatkan pendanaan melalui penawaran saham di LBS Urun Dana. Kekuatan bisnis ini terletak pada pasar niche (balita) dengan tingkat loyalitas konsumen yang tinggi, ekspansi produksi yang terus berkembang, serta prospek menarik di ekosistem investasi halal.

3. CilokKu

PT Karya Baru Kita adalah perusahaan frozen food dengan produk unggulan cilok bermerek CilokKu yang lahir di masa pandemi Covid-19. Bisnis ini berhasil bertransformasi dari usaha rumahan menjadi merek yang terus tumbuh di sektor makanan siap saji, membuktikan bahwa produk lokal yang tepat sasaran mampu berkembang bahkan di tengah situasi yang penuh tantangan.

4. Restoran Alam Kapau Bukit Tinggi

PT Alam Kapau Berkah adalah perusahaan kuliner yang mengelola Restoran Alam Kapau Bukittinggi dengan fokus pada Nasi Kapau autentik, mengusung tagline "Nasi Kapau No. 1 di Indonesia". Perusahaan ini berhasil memadukan resep tradisional Minang dengan standar layanan modern, menjadikan warisan kuliner sebagai daya tarik bisnis yang relevan dan kompetitif.

5. Frutta Gelato 

Frutta Gelato (PT Bali Internusa Gelatonesia) adalah brand F&B yang menyajikan berbagai pilihan gelato lezat dan sudah bersertifikasi halal MUI. Berasal dari Bali, brand ini berhasil melebarkan sayap ke berbagai kota di Indonesia berkat inovasi dan konsistensinya.

Belajar dari kelima contoh bisnis F&B ini, kita dapat melihat bahwa inovasi dan konsistensi adalah fondasi penting agar bisnis tidak sekadar mencari untung, melainkan mampu tumbuh berkelanjutan.

Tips Memulai Bisnis F&B agar Tidak Berhenti di Tengah Jalan

Mau membuka bisnis tapi bingung dari mana? Jangan khawatir, ini sejumlah tips bagi Anda yang ingin membangun bisnis F&B yang cuan dan stabil: 

1. Mulai dari Skala Kecil

Tidak ada salahnya memulai dari usaha kecil. Justru inilah sekolah terbaik Anda. Di skala kecil, Anda bisa belajar mengelola stok, melayani pelanggan, menghitung untung-rugi, dan memahami ritme pasar tanpa risiko finansial yang besar.

2. Bangun Tim yang Solid

Bisnis F&B bukan pekerjaan tunggal. Anda butuh orang-orang yang bisa dipercaya, mulai dari dapur hingga pelayanan. Tim yang solid adalah fondasi untuk tumbuh.

3. Rencana Eksekusi yang Matang

Ide brilian tanpa rencana hanyalah mimpi. Buat roadmap bisnis Anda mencakup target penjualan, strategi pemasaran, pengelolaan stok, hingga rencana ekspansi. Tetap fleksibel terhadap perubahan pasar, tapi pastikan Anda selalu punya arah yang jelas.

Baca juga: Panduan Menyusun Rencana Bisnis di Tahun 2026 

4. Manfaatkan Teknologi

Di era sekarang, tidak memanfaatkan teknologi sama artinya dengan membiarkan kompetitor berlari lebih cepat. Daftarkan usaha Anda di platform pesan antar untuk memperluas jangkauan. Bangun kehadiran di media sosial untuk membentuk brand awareness. Gunakan pula aplikasi kasir digital agar transaksi serta stok bisa dikelola secara efisien tanpa repot.

5. Kelola Keuangan dengan Disiplin

Bahan baku adalah urat nadi bisnis F&B. Kekurangan stok berarti kehilangan penjualan sekaligus kepercayaan pelanggan. Pisahkan rekening bisnis dari rekening pribadi, dan selalu alokasikan dana untuk kebutuhan operasional terlebih dahulu sebelum mengambil keuntungan.

Bangun Bisnis F&B Anda Bersama LBS Urun Dana 

Jika bisnis F&B Anda ingin naik kelas, gunakan pendanaan dari LBS Urun Dana. Anda bisa menambah modal untuk buka cabang, meningkatkan produksi, dan memperluas pemasaran tanpa terhambat cash flow, dengan proses yang cepat dan terstruktur hingga bisnis siap berkembang ke level berikutnya.

LBS Urun Dana adalah platform securities crowdfunding yang resmi terdaftar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan dibimbing oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, Founder LBS Urun Dana dan pakar fikih muamalah kontemporer. Platform ini mempertemukan pengusaha dengan investor melalui skema saham maupun sukuk.

Program FAST 17

Mau ajukan pendanaan tapi masih ragu soal pencairan? Di LBS Urun Dana ada program FAST 17. Pencairan dana dapat selesai sekitar 17 hari kerja sesuai syarat dan ketentuan, membantu menjaga arus kas dan mempercepat ekspansi bisnis tanpa menunggu lama. Apa saja sektor yang bisa didanai? 

Sektor Usaha

a. Transportasi dan logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner dan hospitality
e. Konstruksi dan properti
f. Pergudangan
g. FMCG
h. Pertanian dan perkebunan

Syarat Pengajuan

a. Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
c. Usaha berjalan minimal 1 tahun
d. Badan hukum PT atau CV
e. Laporan keuangan tersedia

Alur Pengajuan

a. Ajukan melalui lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legalitas
c. Persetujuan komite investasi
d. Listing dan mulai didanai investor

Pendanaan melalui LBS Urun Dana membantu bisnis berkembang lebih terarah, proyek selesai tepat waktu, dan peluang ekspansi semakin terbuka. Ajukan sekarang atau konsultasikan bisnis Anda bersama kami di sini

FAQ

1. Apa itu bisnis F&B?

Bisnis F&B adalah usaha yang bergerak di bidang makanan dan minuman, mulai dari warung, kafe, katering, hingga restoran dengan berbagai skala.

2. Berapa modal awal bisnis F&B?

Modal bisnis F&B bervariasi, mulai dari Rp1 juta untuk usaha rumahan hingga ratusan juta rupiah untuk kafe atau restoran, tergantung konsep dan skala.

3. Apa saja contoh bisnis F&B yang bisa dimulai?

Contoh bisnis F&B antara lain makanan rumahan, minuman kekinian, frozen food, katering, food truck, hingga restoran tematik.

4. Mengapa bisnis F&B memiliki peluang besar?

Karena permintaan makanan dan minuman bersifat harian, pasar luas, dan industri terus tumbuh dengan tren serta inovasi baru.

5. Apa itu securities crowdfunding?

Securities crowdfunding menurut POJK Nomor 17 Tahun 2025 adalah metode penggalangan dana berbasis teknologi yang menghubungkan penerbit dengan pemodal melalui platform online untuk menerbitkan efek seperti saham atau sukuk. 

6. Apa perbedaan pendanaan saham dan sukuk?

Saham memberikan kepemilikan bisnis kepada investor, sedangkan sukuk adalah instrumen investasi berbasis imbal hasil sesuai kesepakatan tanpa kepemilikan langsung.

7. Bagaimana cara mendapatkan pendanaan untuk bisnis F&B?

Anda bisa mengajukan pendanaan melalui platform securities crowdfunding LBS Urun Dana dengan memenuhi syarat bisnis, lalu menawarkan saham atau sukuk kepada investor.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID