investasi

calendar_today

9 Januari 2025

account_circle

Naufal Mamduh

Modal Usaha: Pengertian, Jenis, Sumber, dan Cara Mendapatkannya

Modal usaha menjadi salah satu fondasi penting dalam menjalankan bisnis. Dana ini dibutuhkan bukan hanya saat pertama kali membuka usaha, tetapi juga untuk menjaga operasional, menambah kapasitas produksi, membuka cabang, hingga melakukan ekspansi.

Namun, kebutuhan setiap bisnis berbeda. Usaha yang baru dimulai mungkin membutuhkan modal untuk membeli peralatan dan stok, sedangkan bisnis yang sudah berjalan dapat membutuhkan dana lebih besar untuk meningkatkan kapasitas atau memperluas pasar.

Karena itu, memahami pengertian modal usaha, jenis, sumber, hingga cara mendapatkannya penting sebelum menentukan pilihan permodalan.

Apa Itu Modal Usaha?

Modal usaha adalah sumber daya yang digunakan untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan kegiatan bisnis. Modal dapat berbentuk uang, aset, maupun sumber daya lain yang memiliki nilai ekonomi dan mendukung aktivitas usaha.

Dalam praktiknya, modal usaha dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti:

  • Membeli bahan baku dan persediaan

  • Membayar gaji dan biaya operasional

  • Membeli peralatan atau mesin

  • Menyewa tempat usaha

  • Menambah kapasitas produksi

  • Membuka cabang

  • Memperluas distribusi dan pemasaran


Artinya, modal usaha tidak selalu identik dengan uang tunai. Yang terpenting adalah bagaimana sumber daya tersebut dapat digunakan secara produktif untuk menjalankan atau mengembangkan bisnis.

Apa Fungsi Modal Usaha bagi Bisnis?

Kebutuhan modal dapat berubah mengikuti tahap pertumbuhan bisnis. Secara umum, modal usaha memiliki beberapa fungsi penting.

1. Memulai Bisnis

Bisnis baru membutuhkan modal untuk memenuhi kebutuhan awal, seperti peralatan, bahan baku, tempat usaha, perizinan, dan pemasaran.

2. Menjaga Operasional

Modal kerja dibutuhkan agar kegiatan sehari-hari tetap berjalan, mulai dari pembelian bahan baku hingga pembayaran berbagai biaya operasional.

3. Meningkatkan Kapasitas

Ketika permintaan meningkat, bisnis mungkin membutuhkan mesin, kendaraan, tenaga kerja, atau persediaan tambahan untuk meningkatkan kapasitas produksi.

4. Melakukan Ekspansi

Bisnis yang sudah memiliki pasar dapat membutuhkan modal lebih besar untuk membuka cabang, memperluas distribusi, menambah fasilitas, atau masuk ke pasar baru.

Karena itu, jumlah modal yang dibutuhkan sebaiknya disesuaikan dengan tujuan bisnis, bukan sekadar mengejar nominal sebesar mungkin.

Baca juga: Simak Nih! 4 Strategi Pendanaan Bisnis Sesuai Tahap Pertumbuhan

Apa Saja Jenis Modal Usaha?

Modal usaha dapat dikelompokkan berdasarkan sumber dan penggunaannya.

1. Modal Sendiri

Modal sendiri berasal dari pemilik bisnis. Sumbernya dapat berupa tabungan pribadi, hasil penjualan aset, atau laba usaha yang kembali diputar sebagai modal.

Keuntungannya, pemilik tidak memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak pemberi pinjaman. Namun, jumlah modal yang tersedia biasanya terbatas sehingga perlu disesuaikan dengan kapasitas bisnis.

2. Modal Pinjaman

Modal pinjaman berasal dari pihak lain dan harus dikembalikan sesuai kesepakatan. Sumbernya dapat berasal dari bank, koperasi, perusahaan pembiayaan, atau lembaga lainnya.

Sebelum memilih pinjaman, pengusaha perlu memperhitungkan kemampuan membayar, biaya pembiayaan, tenor, serta ketentuan yang berlaku.

3. Modal dari Investor

Bisnis juga dapat memperoleh modal dari investor. Dalam skema tertentu, investor memberikan dana dengan memperoleh hak atau imbal hasil sesuai struktur investasi yang disepakati.

Pilihan ini dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang memiliki prospek pertumbuhan dan membutuhkan tambahan modal tanpa hanya mengandalkan pinjaman.

4. Modal dari Securities Crowdfunding

Securities Crowdfunding atau SCF merupakan salah satu alternatif permodalan bagi bisnis. Dalam skema ini, penerbit menawarkan efek kepada pemodal melalui platform penyelenggara sesuai dengan ketentuan OJK.

Instrumen yang ditawarkan dapat berupa saham atau sukuk sesuai struktur dan ketentuan yang berlaku.

Skema ini dapat menjadi pilihan bagi bisnis yang telah memenuhi persyaratan tertentu dan membutuhkan akses modal dari investor dalam skala yang lebih besar.

Butuh Alternatif Permodalan untuk Bisnis?

Jika bisnis Anda sedang membutuhkan tambahan modal untuk pengembangan atau ekspansi, Securities Crowdfunding dapat menjadi salah satu alternatif permodalan yang dapat dipertimbangkan.

LBS Urun Dana mempertemukan bisnis yang membutuhkan permodalan dengan investor melalui platform Securities Crowdfunding berizin OJK.

Ingin mengetahui apakah bisnis Anda sesuai untuk mendapatkan permodalan melalui Securities Crowdfunding?

Apa Saja Sumber Modal Usaha?

Secara umum, sumber modal usaha dapat berasal dari internal maupun eksternal.

Sumber internal antara lain:

  • Tabungan pemilik

  • Laba usaha yang diputar kembali

  • Penjualan aset

  • Efisiensi dan akumulasi kas bisnis


Sementara itu, sumber eksternal dapat meliputi:

  • Pinjaman bank

  • Koperasi atau lembaga pembiayaan

  • Investor

  • Mitra bisnis

  • Securities Crowdfunding

  • Skema pembiayaan lainnya


Tidak ada satu sumber modal yang cocok untuk seluruh bisnis. Pilihan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dana, kondisi keuangan, tahap bisnis, serta kemampuan memenuhi kewajiban.

Berapa Modal yang Dibutuhkan untuk Memulai Usaha?

Tidak ada angka tunggal yang berlaku untuk semua bisnis. Kebutuhan modal bergantung pada jenis usaha, skala operasional, lokasi, model bisnis, dan target pertumbuhan.

Untuk menghitung kebutuhan awal, pengusaha dapat memetakan beberapa komponen:

Modal awal = aset awal + biaya operasional awal + modal kerja + dana cadangan

Contohnya, bisnis kuliner mungkin membutuhkan peralatan, sewa tempat, bahan baku, tenaga kerja, dan biaya pemasaran. Sementara bisnis distribusi dapat membutuhkan persediaan, kendaraan, gudang, dan modal kerja yang lebih besar.

Karena itu, sebelum mencari modal, buat terlebih dahulu rincian kebutuhan dana dan proyeksi arus kas.

Baca juga: Jangan Salah Pilih! Kenali 4 Jenis Lembaga Pembiayaan untuk Modal Usaha

Bagaimana Cara Mendapatkan Modal Usaha?

Ada berbagai cara yang dapat dipertimbangkan pengusaha, antara lain:

1. Menggunakan Modal Sendiri

Menggunakan tabungan atau laba yang telah terkumpul dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan dana masih sesuai dengan kemampuan finansial pemilik.

2. Mencari Mitra Bisnis

Mitra dapat memberikan tambahan modal sekaligus sumber daya lain seperti jaringan, keahlian, atau akses pasar. Kesepakatan mengenai kepemilikan, pembagian keuntungan, dan tanggung jawab perlu dibuat secara jelas.

3. Mengajukan Pembiayaan

Pengusaha dapat mempertimbangkan produk pembiayaan dari lembaga yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bisnis. Perhatikan biaya, tenor, kewajiban pembayaran, serta ketentuan kontraknya sebelum mengambil keputusan.

4. Mencari Investor

Bisnis dengan prospek pertumbuhan dapat mencari investor yang bersedia menanamkan modal sesuai struktur investasi yang disepakati.

5. Memanfaatkan Securities Crowdfunding

Bagi bisnis yang membutuhkan modal dalam skala tertentu dan memenuhi persyaratan, securities crowdfunding dapat menjadi salah satu alternatif akses permodalan.

Namun, SCF berbeda dengan pinjaman. Pada penawaran saham, misalnya, investor memperoleh kepemilikan sesuai ketentuan penawaran. Karena itu, pengusaha perlu memahami struktur instrumen, kewajiban, dan konsekuensi bagi bisnis sebelum memilihnya.

Bagaimana Memilih Sumber Modal Usaha yang Tepat?

Jangan hanya mempertimbangkan seberapa cepat dana bisa diperoleh. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa sebelum memilih sumber modal.

1. Tentukan Tujuan Penggunaan Dana

Apakah modal digunakan untuk operasional, membeli aset, menambah stok, atau ekspansi? Tujuan ini akan menentukan jenis modal yang lebih sesuai.

2. Hitung Kebutuhan Dana

Hindari mengajukan atau mencari modal jauh di atas kebutuhan tanpa perencanaan yang jelas. Hitung kebutuhan berdasarkan anggaran dan proyeksi arus kas.

3. Perhatikan Biaya dan Kewajiban

Setiap sumber modal memiliki konsekuensi berbeda. Periksa biaya, imbal hasil, tenor, kewajiban pembayaran, maupun konsekuensi kepemilikan sebelum membuat keputusan.

4. Sesuaikan dengan Tahap Bisnis

Bisnis baru, bisnis yang sedang tumbuh, dan bisnis yang akan melakukan ekspansi dapat membutuhkan struktur permodalan yang berbeda.

5. Pertimbangkan Risiko

Pastikan sumber modal tidak justru membuat arus kas bisnis terlalu terbebani. Pengusaha juga perlu memahami risiko dari setiap skema yang dipilih.

Bagaimana Jika Membutuhkan Modal Usaha Tanpa Jaminan?

Sebagian pengusaha mencari modal usaha tanpa jaminan karena tidak memiliki aset yang dapat digunakan sebagai agunan.

Pilihan yang tersedia dapat berbeda tergantung jenis produk dan persyaratan penyedia. Selain pinjaman tertentu, pengusaha juga dapat mempertimbangkan alternatif permodalan yang tidak menggunakan mekanisme pinjaman.

Untuk pembahasan khusus mengenai pinjaman tanpa jaminan, simak:

Baca juga: Ajukan Yuk! Kenali Sukuk, Solusi Pembiayaan Syariah untuk Bisnis yang Siap Ekspansi

Perlu dibedakan antara pinjaman tanpa jaminan dengan alternatif permodalan berbasis investor. Keduanya memiliki struktur, kewajiban, dan risiko yang berbeda.

Bagaimana Jika Bisnis Membutuhkan Modal Miliaran Rupiah?

Semakin besar kebutuhan modal, semakin penting pengusaha menyiapkan bisnis secara lebih terstruktur.

Beberapa hal yang perlu disiapkan antara lain:

  • Legalitas usaha

  • Laporan keuangan

  • Rekam jejak bisnis

  • Model bisnis yang jelas

  • Rencana penggunaan dana

  • Proyeksi bisnis

  • Kemampuan memenuhi kewajiban

  • Dokumen pendukung lainnya


Untuk kebutuhan modal yang lebih besar, pengusaha dapat mempelajari berbagai alternatif, termasuk investor, pembiayaan, dan securities crowdfunding sesuai kebutuhan serta kelayakan bisnis.

Baca juga: [Cara Mendapatkan Modal Usaha Rp5 Miliar hingga Rp10 Miliar]

Modal Usaha Syariah: Apa yang Perlu Diperhatikan?

Bagi pengusaha yang ingin mempertimbangkan aspek syariah, sumber modal juga perlu dilihat dari sisi akad dan prinsip transaksi.

Pastikan memahami bagaimana struktur transaksi dilakukan, dari mana sumber dana berasal, apa kewajiban para pihak, serta bagaimana mekanisme imbal hasilnya.

Pada skema securities crowdfunding syariah, misalnya, struktur transaksi disusun berdasarkan ketentuan dan akad yang berlaku. Karena itu, pengusaha perlu membaca dokumen penawaran dan memahami struktur instrumen sebelum mengambil keputusan.

Baca juga: Pembiayaan Syariah: Pengertian, Jenis, Akad & Skema

FAQ Modal Usaha

Apa yang dimaksud dengan modal usaha?

Modal usaha adalah sumber daya yang digunakan untuk memulai, menjalankan, dan mengembangkan bisnis. Bentuknya dapat berupa uang, aset, maupun sumber daya lain yang memiliki nilai ekonomi.

Apa saja sumber modal usaha?

Sumber modal usaha dapat berasal dari modal sendiri, laba usaha, penjualan aset, pinjaman atau pembiayaan, investor, mitra bisnis, serta securities crowdfunding.

Bagaimana cara mendapatkan modal usaha?

Pengusaha dapat menggunakan modal sendiri, mencari mitra, mengajukan pembiayaan, mencari investor, atau mempertimbangkan securities crowdfunding sesuai kebutuhan dan persyaratan yang berlaku.

Apakah modal usaha harus berupa uang?

Tidak selalu. Modal dapat berupa aset dan sumber daya lain yang mendukung kegiatan bisnis, meskipun kebutuhan dana tunai tetap penting untuk berbagai kebutuhan operasional.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk memulai usaha?

Besarnya modal bergantung pada jenis bisnis, skala usaha, kebutuhan operasional, aset awal, dan target pertumbuhan. Karena itu, kebutuhan modal perlu dihitung berdasarkan rencana bisnis dan proyeksi arus kas.

Apakah securities crowdfunding bisa menjadi sumber modal usaha?

Securities crowdfunding merupakan salah satu alternatif sumber permodalan bagi bisnis. Dalam mekanismenya, penerbit menawarkan efek kepada pemodal melalui platform penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan

Modal usaha bukan sekadar sejumlah uang yang digunakan untuk membuka bisnis. Modal perlu disesuaikan dengan tujuan, tahap pertumbuhan, kebutuhan operasional, dan kemampuan bisnis dalam mengelolanya.

Sumbernya pun beragam, mulai dari modal sendiri, laba usaha, pinjaman atau pembiayaan, mitra bisnis, investor, hingga securities crowdfunding.

Sebelum memilih, hitung kebutuhan dana terlebih dahulu, pahami konsekuensi setiap sumber modal, dan pastikan skema yang dipilih sesuai dengan kondisi bisnis.

Dengan perencanaan yang tepat, modal usaha dapat menjadi bagian penting dari strategi untuk menjaga operasional sekaligus mendorong bisnis berkembang secara berkelanjutan.

Pelajari kebutuhan bisnis Anda dan pahami skema permodalan sebelum mengambil keputusan.

Bagikan Artikel Ini

facebook
X
whastapp
Naufal Mamduh

PROFIL PENULIS

Naufal Mamduh

SEO Content Writer

Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID