artikel
24 Desember 2025
Naufal Mamduh
Eksekusi! 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha Buat Ekspansi dan Proyek Bisnis!
Dunia usaha berada di persimpangan yang menarik sekaligus menantang. Di satu sisi, peluang bisnis tetap terbuka lebar. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global, fluktuasi suku bunga, tekanan nilai tukar, serta pengetatan likuiditas membuat akses modal tidak lagi semudah beberapa tahun lalu.
Dalam kondisi seperti ini, pertanyaan penting bagi pengusaha bukan sekadar apakah bisnisnya layak dikembangkan, tapi bagaimana cara mendapatkan modal usaha yang tepat, aman, dan tidak membebani usaha di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Modal usaha tetap jadi bahan bakar utama pertumbuhan. Tapi di era 2026, modal tidak bisa lagi dicari dengan cara asal cepat. Salah memilih skema pendanaan justru berisiko menghambat arus kas, menekan profit, bahkan mengganggu keberlangsungan bisnis.
Mengapa Modal Usaha Semakin Krusial di 2026?
Modal usaha adalah sumber daya finansial yang digunakan untuk menjalankan, mempertahankan, dan mengembangkan bisnis, mencakup modal kerja, pembelian aset, pengadaan bahan baku, hingga ekspansi pasar. Pada 2026, peran modal usaha makin krusial karena beberapa faktor:
Baca juga: Sikat! 8 Jurus Dapat Pendanaan Usaha untuk Bisnis, Usaha Melesat Bebas Drama!
- Biaya operasional cenderung meningkat
- Akses kredit makin selektif
- Investor semakin berhati-hati dan menuntut transparansi
- Bisnis dituntut adaptif, cepat, namun tetap efisien
Karena itu, memahami cara mendapatkan modal usaha bukan lagi sekadar pengetahuan dasar, melainkan strategi bertahan dan bertumbuh.
Bagaimana Cara Mendapatkan Modal Usaha? Ini 10 Caranya
Berikut 10 strategi untuk menjawab bagaimana cara mendapatkan modal usaha bagi pengusaha visioner.
1. Bootstrapping
Bootstrapping adalah cara mendapatkan modal usaha dengan mengandalkan dana pribadi atau laba yang terus diputar kembali. Metode ini umum dipakai di fase awal bisnis karena sederhana dan minim risiko eksternal.
Keuntungan bootstrapping:
- Tidak punya utang atau kewajiban cicilan
- Kontrol bisnis sepenuhnya di tangan pemilik
- Risiko finansial relatif rendah
Keterbatasan bootstrapping:
- Skala modal sangat terbatas
- Sulit memenuhi kebutuhan ekspansi besar
- Berisiko menghambat pertumbuhan saat peluang besar datang
Pada tahap bisnis yang sudah berjalan dan mulai membidik proyek ratusan juta hingga miliaran rupiah, bootstrapping sering kali tidak lagi memadai sebagai satu-satunya sumber pendanaan bisnis.
2. Kredit Bank Konvensional
Kredit bank konvensional masih jadi opsi pendanaan paling familiar bagi pengusaha. Prosesnya relatif jelas dan nominal pinjaman bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Keuntungan kredit bank:
- Dana bisa cair relatif cepat
- Nominal pinjaman bisa besar
- Skema sudah umum dan mudah dipahami
Risiko kredit bank:
- Cicilan tetap tanpa menyesuaikan kondisi usaha
- Beban bunga berjalan sejak awal
- Memerlukan agunan bernilai tinggi
- Arus kas bisa tertekan saat omzet fluktuatif
Dalam kondisi ekonomi 2026 yang masih dinamis akibat tekanan global dan perubahan pasar, skema kredit bank menuntut bisnis dengan arus kas yang sangat stabil.
3. Venture Capital
Venture capital menawarkan pendanaan besar sekaligus akses jaringan dan percepatan ekspansi. Skema ini umumnya untuk bisnis dengan potensi pertumbuhan sangat agresif.
Keuntungan venture capital:
- Akses modal besar
- Dukungan jaringan dan mentor
- Percepatan pertumbuhan bisnis
Risiko venture capital:
- Kepemilikan bisnis terdilusi
- Kontrol strategis berkurang
- Target pertumbuhan cenderung agresif
- Tekanan exit dalam jangka waktu tertentu
Untuk pengusaha mapan yang ingin bertumbuh stabil, venture capital sering kali tidak sepenuhnya sejalan dengan karakter bisnis.
4. Securities Crowdfunding
Securities crowdfunding jadi solusi pendanaan bisnis yang makin relevan bagi pengusaha yang usahanya sudah berjalan dan ingin naik kelas. Skema ini mempertemukan pengusaha dengan investor lewat mekanisme yang transparan dan terstruktur.
Baca juga: Serem! 7 Tanda Bisnis Anda Butuh Pinjaman Modal Usaha, Telat Dikit Bisa Bangkrut!
Keunggulan securities crowdfunding:
- Tidak berbasis cicilan kaku seperti kredit bank
- Tidak mengurangi kendali bisnis seperti venture capital
- Pendanaan berbasis prospektus dan kinerja usaha
- Lebih adaptif terhadap kondisi arus kas
- Cocok untuk kebutuhan pendanaan Rp500 juta hingga Rp10 miliar
- Transparan dan diawasi regulator
Di tengah ketidakpastian ekonomi global dan perubahan lanskap bisnis, securities crowdfunding memberi ruang tumbuh yang lebih seimbang bagi bisnis yang ingin scale up secara sehat.
5. Peer-to-Peer (P2P) Lending
P2P lending mempertemukan pengusaha dengan pemberi pinjaman individu lewat platform fintech. Prosesnya serba online dan biasanya lebih cepat dibanding bank konvensional.
Keuntungan P2P lending:
- Pengajuan dan pencairan relatif cepat
- Syarat administratif lebih ringan dibanding bank
- Bisa diakses tanpa riwayat kredit yang panjang
Risiko P2P lending:
- Bunga efektif bisa lebih tinggi dari bank
- Plafon pinjaman biasanya lebih kecil
- Tenor pendek membuat cicilan terasa berat di awal
6. Angel Investor
Angel investor adalah individu yang menyuntikkan modal pada tahap awal bisnis, biasanya dengan nominal lebih kecil dibanding venture capital tapi disertai bimbingan langsung.
Keuntungan angel investor:
- Proses pengambilan keputusan lebih cepat dibanding VC
- Sering disertai mentoring dan koneksi bisnis
- Fleksibel untuk usaha yang masih tahap awal
Risiko angel investor:
- Kepemilikan bisnis ikut terbagi
- Ekspektasi return tetap ada meski skalanya lebih kecil
- Ketergantungan pada relasi personal dengan investor
7. Trade Credit dari Supplier
Trade credit adalah pendanaan informal lewat kesepakatan pembayaran tertunda dengan supplier, misalnya membeli bahan baku dulu dan membayar setelah barang terjual.
Keuntungan trade credit:
- Tidak butuh kas di muka
- Memperkuat hubungan jangka panjang dengan supplier
- Cocok untuk kebutuhan modal kerja jangka pendek
Risiko trade credit:
- Sangat bergantung pada kepercayaan dan rekam jejak dengan supplier
- Skala pendanaan terbatas
- Keterlambatan bayar bisa merusak hubungan bisnis ke depan
8. Leasing atau Sewa Guna Usaha
Leasing memungkinkan pengusaha memakai aset produktif, seperti kendaraan atau alat produksi, tanpa harus membelinya secara tunai.
Keuntungan leasing:
- Tidak membebani kas di awal
- Aset bisa langsung dipakai untuk operasional
- Cocok untuk kebutuhan aset yang cepat usang
Risiko leasing:
- Total biaya jangka panjang bisa lebih tinggi dibanding beli langsung
- Aset tidak otomatis jadi milik usaha
- Ada konsekuensi kalau pembayaran sewa terlambat
9. KUR atau Pembiayaan UMKM Pemerintah
KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah pembiayaan bersubsidi pemerintah untuk usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan bunga yang relatif ringan dibanding kredit komersial.
Keuntungan KUR:
- Bunga lebih ringan dibanding kredit bank biasa
- Didukung program pemerintah sehingga relatif terpercaya
- Cocok untuk usaha kecil yang baru mulai mengakses pembiayaan formal
Risiko KUR:
- Plafon pinjaman terbatas untuk kebutuhan modal besar
- Syarat administratif dan verifikasi bisa cukup ketat
- Tidak semua sektor usaha memenuhi kriteria program
10. Factoring atau Anjak Piutang
Factoring adalah cara mendapatkan modal usaha dengan menjual piutang atau invoice yang belum jatuh tempo ke pihak ketiga, supaya kas cair lebih cepat tanpa menunggu pelanggan membayar.
Keuntungan factoring:
- Kas cair cepat dari piutang yang sudah ada
- Tidak menambah utang baru
- Membantu menjaga arus kas saat termin pembayaran pelanggan panjang
Risiko factoring:
- Nilai yang diterima dipotong biaya factoring
- Hanya cocok untuk usaha yang punya piutang aktif
- Hubungan dengan pelanggan bisa terdampak kalau penagihan ditangani pihak ketiga
Perbandingan 10 Cara Mendapatkan Modal Usaha
Dirangkum secara praktis, berikut perbandingan singkat sepuluh cara mendapatkan modal usaha di atas:
- Bootstrapping: kuat di awal, tapi terbatas untuk ekspansi
- Kredit bank konvensional: cair cepat, tapi berisiko menekan arus kas
- Venture capital: dana besar, tapi mengurangi kendali usaha
- Securities crowdfunding: fleksibel dan cocok untuk bisnis mapan
- P2P lending: cepat dan minim syarat, tapi bunga efektif bisa tinggi
- Angel investor: modal awal plus mentoring, tapi kepemilikan ikut terbagi
- Trade credit dari supplier: tanpa kas di muka, tapi skalanya terbatas
- Leasing: hemat kas di awal, tapi total biaya jangka panjang bisa lebih tinggi
- KUR atau pembiayaan UMKM: bunga ringan, tapi plafon terbatas
- Factoring: kas cair cepat dari piutang, tapi nilainya dipotong biaya factoring
Memilih pendanaan bisnis bukan soal mana yang paling populer, melainkan mana yang paling sesuai dengan fase, kapasitas, dan arah pertumbuhan usaha Anda.
Cari Securities Crowdfunding yang Tepat dan Amanah
Dari 10 cara mendapatkan modal usaha di atas, securities crowdfunding tetap jadi opsi yang relevan untuk bisnis mapan dengan kebutuhan modal Rp500 juta hingga Rp10 miliar. Langkah berikutnya adalah memilih platform yang tepat dan kredibel, yaitu LBS Urun Dana.
Didirikan oleh pakar Fiqih Muamalah Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, LBS membuka akses pendanaan proyek bisnis dengan proses yang terstruktur, transparan, dan berbasis kelayakan usaha. Lebih dari 900 perusahaan telah memanfaatkan platform ini, dengan total pendanaan tersalurkan mencapai Rp270 miliar ke berbagai sektor produktif.
Sektor Usaha yang Bisa Mengajukan Pendanaan
- Transportasi dan logistik
- Fashion
- Manufaktur
- Kuliner
- Hospitality
- Konstruksi dan properti
- Pergudangan
- FMCG
- Pertanian dan perkebunan
Baca juga: Ngebut! Cara Raih Pendanaan Syariah Rp500 Juta Tanpa Ribet dan Ribawi
Kriteria Usaha untuk Pendanaan
Pendanaan difokuskan untuk usaha yang benar-benar siap naik kelas, dengan kriteria utama:
- Kebutuhan dana minimal Rp500 juta
- Omzet tahunan minimal Rp2,5 miliar
- Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
- Berbadan hukum PT atau CV
- Memiliki laporan keuangan sederhana
Tahapan Pengajuan Pendanaan
- Pengajuan melalui menu Pendanaan di lbs.id
- Verifikasi dari sisi bisnis dan legal
- Persetujuan Komite Investasi
- Listing proyek dan pendanaan oleh investor
- Eksekusi proyek melalui instrumen sukuk atau saham
Jangan biarkan peluang bisnis berhenti hanya karena akses pendanaan. Ajukan pendanaan sekarang atau temui tim terbaik LBS untuk menemukan solusi pendanaan bisnis lewat link ini.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






