artikel
24 Desember 2025
Naufal Mamduh
Eksekusi! Cara Mendapatkan Modal Usaha: 10 Pilihan untuk Bisnis
Membutuhkan tambahan modal untuk memulai, menjaga operasional, atau mengembangkan bisnis? Ada banyak cara mendapatkan modal usaha yang dapat dipertimbangkan, mulai dari menggunakan dana sendiri, mengajukan pembiayaan, mencari investor, hingga memanfaatkan Securities Crowdfunding.
Namun, setiap sumber modal memiliki karakteristik, persyaratan, biaya, dan risiko yang berbeda. Karena itu, pengusaha perlu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dana, kondisi arus kas, serta tahap pertumbuhan bisnis.
Berikut 10 cara mendapatkan modal usaha yang dapat dipertimbangkan.
1. Menggunakan Modal Pribadi
Cara mendapatkan modal usaha yang paling sederhana adalah menggunakan dana pribadi. Sumbernya dapat berasal dari tabungan, hasil penjualan aset, atau dana lain yang memang dialokasikan untuk bisnis.
Cara ini memungkinkan pemilik mempertahankan kendali penuh atas usaha dan tidak memiliki kewajiban pembayaran kepada pihak lain.
Namun, jumlah modal yang tersedia biasanya terbatas. Karena itu, penggunaan dana pribadi tetap perlu diperhitungkan agar tidak mengganggu kebutuhan keuangan pribadi.
2. Memutar Kembali Laba Usaha
Bisnis yang sudah menghasilkan laba dapat menggunakan sebagian keuntungan untuk menambah modal.
Strategi ini dapat digunakan untuk:
-
Menambah persediaan
-
Membeli peralatan
-
Meningkatkan kapasitas produksi
-
Memperluas pemasaran
-
Membuka cabang
Dengan memutar laba, pengusaha dapat mengembangkan bisnis menggunakan sumber dana yang berasal dari aktivitas usaha.
3. Mencari Mitra Bisnis
Mitra bisnis dapat menjadi sumber tambahan modal sekaligus memberikan akses ke jaringan, keahlian, atau pasar baru.
Namun, kerja sama perlu memiliki kesepakatan yang jelas mengenai:
-
Besaran modal masing-masing pihak
-
Pembagian kepemilikan
-
Pembagian keuntungan
-
Tanggung jawab setiap pihak
-
Mekanisme penyelesaian jika terjadi perselisihan
Semakin besar nilai kerja sama, semakin penting kesepakatan dituangkan secara tertulis.
4. Mengajukan Pinjaman atau Pembiayaan
Pinjaman atau pembiayaan dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan modal tidak dapat dipenuhi dari dana internal.
Sumbernya dapat berasal dari bank, koperasi, perusahaan pembiayaan, maupun penyedia pembiayaan lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. Sebelum mengambil pembiayaan, perhatikan:
-
Jumlah dana yang dibutuhkan
-
Tenor
-
Biaya atau imbal hasil
-
Agunan jika dipersyaratkan
-
Kemampuan membayar
-
Dampaknya terhadap arus kas bisnis
Jangan hanya mempertimbangkan nominal dana yang dapat diperoleh. Pastikan kewajiban yang muncul masih sesuai dengan kemampuan bisnis.
Jika Anda secara khusus mencari pinjaman modal usaha tanpa jaminan, pahami terlebih dahulu karakteristik, persyaratan, biaya, tenor, dan risiko dari masing-masing pilihan sebelum mengajukan.
Baca juga:
5. Memanfaatkan KUR atau Pembiayaan untuk UMKM
Pelaku UMKM dapat mempertimbangkan program atau produk pembiayaan yang memang ditujukan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah.
Salah satu contohnya adalah Kredit Usaha Rakyat atau KUR. Namun, ketersediaan, plafon, suku bunga, persyaratan, dan ketentuan program dapat berubah sehingga pengusaha perlu memeriksa informasi terbaru dari penyalur resmi.
Pilihan ini lebih tepat dipertimbangkan setelah pengusaha mengetahui kebutuhan modal dan kemampuan pembayaran bisnis.
6. Mencari Investor
Mencari investor merupakan alternatif bagi bisnis yang membutuhkan tambahan modal dan memiliki rencana pertumbuhan.
Berbeda dengan pinjaman, investasi dapat melibatkan kepemilikan atau hak tertentu bagi investor sesuai struktur transaksi yang disepakati.
Karena itu, sebelum menerima investasi, pengusaha perlu memahami konsekuensi terhadap:
-
Kepemilikan bisnis
-
Pengambilan keputusan
-
Pembagian keuntungan
-
Hak investor
-
Kewajiban perusahaan
Bisnis juga perlu menyiapkan informasi yang dapat membantu calon investor memahami model bisnis, kinerja, kebutuhan modal, dan rencana penggunaan dana.
7. Memanfaatkan Securities Crowdfunding
Securities Crowdfunding atau SCF merupakan salah satu alternatif permodalan melalui mekanisme pasar modal. Dalam skema ini, bisnis atau penerbit dapat menawarkan efek kepada pemodal melalui penyelenggara yang memperoleh izin dari OJK.
Instrumen yang ditawarkan dapat berupa saham atau efek lainnya sesuai struktur penawaran dan ketentuan yang berlaku.
SCF dapat dipertimbangkan oleh bisnis yang membutuhkan tambahan modal dan telah memiliki kesiapan usaha serta dokumen yang diperlukan.
Namun, SCF berbeda dengan pinjaman. Pada penawaran saham, misalnya, investor memperoleh kepemilikan sesuai struktur penawaran. Karena itu, pengusaha perlu memahami konsekuensi setiap instrumen sebelum memilihnya.
8. Mencari Angel Investor atau Venture Capital
Untuk bisnis dengan potensi pertumbuhan tertentu, angel investor atau venture capital dapat menjadi alternatif.
Angel investor umumnya merupakan individu yang menanamkan modal pada bisnis dan dalam beberapa kasus turut memberikan pengalaman maupun jaringan.
Sementara itu, venture capital berinvestasi pada bisnis dengan kriteria dan prospek pertumbuhan tertentu.
Keduanya berbeda dengan pinjaman karena struktur investasinya dapat melibatkan kepemilikan bisnis. Karena itu, pengusaha perlu memahami ketentuan investasi sebelum membuat kesepakatan.
9. Memanfaatkan Trade Credit dari Supplier
Trade credit terjadi ketika supplier memberikan kelonggaran pembayaran atas barang atau bahan yang dibeli.
Contohnya, pengusaha menerima barang terlebih dahulu dan melakukan pembayaran setelah periode tertentu sesuai kesepakatan.
Skema ini dapat membantu menjaga arus kas, terutama untuk bisnis yang membutuhkan persediaan secara rutin.
Namun, fasilitas tersebut biasanya bergantung pada hubungan bisnis, rekam jejak pembayaran, serta kesepakatan dengan supplier.
10. Memanfaatkan Aset atau Piutang Bisnis
Aset dan piutang yang dimiliki bisnis juga dapat dipertimbangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan kas, tergantung skema yang tersedia dan ketentuan penyedianya.
Misalnya, bisnis dapat memanfaatkan aset produktif melalui skema pembiayaan tertentu atau mempercepat penerimaan kas dari piutang melalui mekanisme anjak piutang.
Pengusaha perlu memahami biaya, kewajiban, dan konsekuensi hukum dari setiap skema sebelum menggunakannya.
Bagaimana Memilih Cara Mendapatkan Modal Usaha?
Setelah mengetahui berbagai pilihan di atas, jangan langsung memilih berdasarkan nominal dana yang ditawarkan.
Pertimbangkan lima hal berikut.
1. Tentukan Tujuan Penggunaan Modal
Tentukan terlebih dahulu apakah modal digunakan untuk:
-
Memulai bisnis
-
Modal kerja
-
Membeli aset
-
Menambah persediaan
-
Membuka cabang
-
Ekspansi bisnis
Tujuan penggunaan dana akan membantu menentukan sumber modal yang relevan.
2. Hitung Kebutuhan Modal
Buat perhitungan kebutuhan dana secara rinci. Pisahkan kebutuhan investasi awal, modal kerja, biaya operasional, dan dana cadangan.
Dengan begitu, pengusaha tidak mencari modal lebih besar dari kebutuhan tanpa perencanaan yang jelas.
3. Perhatikan Kemampuan Arus Kas
Jika menggunakan pinjaman atau pembiayaan, pastikan bisnis memiliki kemampuan untuk memenuhi kewajiban pembayaran.
Jangan sampai tambahan modal justru membuat arus kas operasional terlalu terbebani.
4. Pahami Konsekuensi Kepemilikan
Jika memilih investor atau skema berbasis saham, pahami bagaimana transaksi tersebut dapat memengaruhi kepemilikan dan pengambilan keputusan dalam bisnis.
5. Pelajari Ketentuan dan Risikonya
Baca seluruh dokumen dan ketentuan sebelum mengambil keputusan. Untuk instrumen investasi atau pembiayaan, pahami pula risiko yang mungkin muncul.
Cara Mendapatkan Modal Usaha untuk Ekspansi
Kebutuhan modal untuk ekspansi biasanya berbeda dengan modal untuk memulai bisnis.
Bisnis yang sudah berjalan dapat membutuhkan dana untuk:
-
Menambah kapasitas produksi
-
Membuka lokasi baru
-
Membeli mesin
-
Menambah kendaraan operasional
-
Memperluas distribusi
-
Mengembangkan produk
-
Meningkatkan pemasaran
Karena itu, pengusaha perlu menyiapkan data bisnis yang lebih lengkap, seperti laporan keuangan, rekam jejak usaha, rencana penggunaan dana, serta proyeksi bisnis.
Untuk kebutuhan modal dalam skala besar, pengusaha dapat membandingkan beberapa alternatif, mulai dari pembiayaan, investor, hingga Securities Crowdfunding.
Jika kebutuhan modal berada di kisaran miliaran rupiah, Anda juga dapat mempelajari modal usaha Rp5 miliar hingga Rp10 miliar serta berbagai pilihan permodalan yang dapat digunakan untuk ekspansi.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mencari Modal Usaha?
Sebelum menghubungi pemberi modal, investor, atau penyelenggara permodalan, siapkan informasi dasar mengenai bisnis Anda.
Setidaknya, siapkan:
-
Legalitas usaha
-
Profil bisnis
-
Laporan keuangan
-
Rekam jejak usaha
-
Kebutuhan dana
-
Rencana penggunaan dana
-
Proyeksi bisnis
-
Dokumen pendukung lainnya
Persiapan tersebut membantu pengusaha menentukan kebutuhan modal sekaligus memudahkan proses penilaian dari pihak yang memberikan atau menghimpun modal.
FAQ Cara Mendapatkan Modal Usaha
Bagaimana cara mendapatkan modal usaha?
Cara mendapatkan modal usaha dapat dilakukan melalui modal pribadi, laba usaha, mitra bisnis, pinjaman atau pembiayaan, investor, KUR, maupun Securities Crowdfunding sesuai kebutuhan dan persyaratan yang berlaku.
Apa cara mendapatkan modal usaha tanpa pinjaman?
Beberapa alternatifnya adalah menggunakan modal pribadi, memutar laba, mencari mitra bisnis, mencari investor, atau mempertimbangkan skema Securities Crowdfunding.
Bagaimana cara mendapatkan modal usaha dalam jumlah besar?
Untuk kebutuhan modal besar, pengusaha dapat mempertimbangkan investor, pembiayaan, atau Securities Crowdfunding. Kesiapan legalitas, laporan keuangan, rekam jejak, dan rencana penggunaan dana menjadi hal penting untuk disiapkan.
Apakah Securities Crowdfunding merupakan pinjaman?
Tidak. Securities Crowdfunding memiliki struktur berbeda dari pinjaman. Dalam SCF, bisnis dapat menawarkan efek kepada pemodal melalui penyelenggara sesuai ketentuan yang berlaku.
Apa yang harus dilakukan sebelum mencari modal usaha?
Tentukan tujuan penggunaan dana, hitung kebutuhan modal, siapkan dokumen bisnis, evaluasi kemampuan arus kas, lalu bandingkan karakteristik dan konsekuensi dari setiap sumber modal.
Kesimpulan
Ada banyak cara mendapatkan modal usaha, mulai dari menggunakan dana pribadi hingga mencari investor atau memanfaatkan Securities Crowdfunding.
Tidak ada satu sumber modal yang otomatis sesuai untuk semua bisnis. Pilihan perlu disesuaikan dengan tujuan penggunaan dana, jumlah modal yang dibutuhkan, tahap bisnis, kondisi arus kas, serta konsekuensi dari skema yang dipilih.
Karena itu, sebelum mencari modal, pastikan kebutuhan dana sudah dihitung dan rencana penggunaannya jelas.
Siap Membahas Kebutuhan Permodalan Bisnis?
Jika bisnis Anda sedang menyiapkan ekspansi dan ingin mengetahui alternatif permodalan yang dapat dipertimbangkan, Anda dapat berdiskusi dengan tim LBS Urun Dana.
👉 Chat WhatsApp Esa
👉 Chat WhatsApp Rasyid
Pelajari terlebih dahulu struktur, persyaratan, dan risiko setiap pilihan sebelum mengambil keputusan.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






