artikel
7 Januari 2026
Mantul! Panduan Financing: Pengertian Jenis Hingga Strategi Ekspansi Bisnis!
Financing atau pembiayaan adalah proses penyediaan dana yang diperlukan untuk menjalankan atau mengembangkan bisnis, baik melalui pinjaman, kredit, atau cicilan. Berbagai lembaga keuangan, seperti bank dan investor swasta, menawarkan berbagai opsi pembiayaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengusaha.
Bagi pengusaha, financing bukan hanya penting untuk perusahaan besar, tetapi juga untuk UMKM yang ingin tumbuh dan berkembang. Pembiayaan yang tepat bisa menjadi strategi jitu untuk mengoptimalkan peluang dan mempercepat pertumbuhan bisnis. Mari belajar bersama bagaimana financing dapat menjadi bagian dari strategi bisnis yang efektif.
Apa Itu Financing?
Financing adalah proses mencari pendanaan untuk berbagai tujuan, seperti memulai bisnis, melakukan pembelian, atau ekspansi. Dana dapat diperoleh dengan dua cara utama: meminjam uang (pendanaan utang) dari lembaga keuangan atau mengundang pihak lain untuk menjadi pemegang saham atau mitra, sebagaimana dijelaskan oleh Investopedia.
Menurut Alamsyah Agit dkk (2023) dalam buku Manajemen Keuangan Bisnis, pendanaan mencakup aktivitas yang berfokus pada penyediaan dana yang dibutuhkan untuk mendukung operasional bisnis perusahaan. Beberapa cara yang dilakukan dalam proses pendanaan ini meliputi penerbitan saham, penerbitan obligasi, pembayaran dividen, hingga pembayaran bunga obligasi.
Sementara itu, Asep Suherman (2024) menambahkan bahwa fungsi pendanaan sangat berpengaruh terhadap keputusan pendanaan dan kebijakan struktur modal. Keputusan pendanaan ini melibatkan analisis yang cermat dari berbagai sumber dana yang paling efisien dan ekonomis bagi perusahaan, agar dapat memenuhi kebutuhan investasi dan operasionalnya dengan tepat.
Fungsi Utama Financing
Financing memainkan peran penting dalam pengembangan usaha. Bagi pengusaha yang membutuhkan pendanaan bisnis Rp300 juta hingga Rp10 miliar, memahami fungsi utama dari financing akan sangat membantu dalam mengelola arus kas dan meraih tujuan bisnis. Berikut adalah lima fungsi utama financing dalam pendanaan bisnis:
1. Menyediakan Modal Usaha untuk Operasional Sehari-hari
Financing membantu pengusaha untuk memastikan modal kerja yang cukup, seperti dana untuk membeli bahan baku, membayar gaji, dan biaya operasional lainnya. Dengan adanya pendanaan bisnis yang memadai, bisnis dapat terus berjalan tanpa hambatan, meskipun dalam kondisi arus kas yang tidak stabil.
2. Mendukung Ekspansi dan Pertumbuhan Usaha
Dengan menggunakan financing, pengusaha dapat memperoleh dana untuk ekspansi usaha, seperti membuka cabang baru atau mengembangkan produk. Pendanaan bisnis memberikan akses ke sumber daya yang diperlukan untuk memperbesar pasar dan meningkatkan kapasitas operasional.
3. Mengatasi Keterbatasan Dana untuk Peluang Bisnis
Salah satu manfaat utama dari financing adalah untuk mengatasi keterbatasan dana. Ketika peluang bisnis besar datang, pendanaan bisnis memungkinkan Anda untuk mendapatkan akses ke dana yang lebih besar daripada yang tersedia secara internal, sehingga bisa memanfaatkan kesempatan tersebut.
Baca juga: Kasih Paham! Perbedaan Revenue dan Income, Wajib Tahu Biar Bisnis Gak Tekor!
4. Menjaga Likuiditas Bisnis
Dalam dunia bisnis, menjaga likuiditas sangatlah penting. Financing dapat membantu pengusaha dalam mengelola arus kas yang terhambat, memungkinkan bisnis untuk tetap memenuhi kewajiban finansial seperti pembayaran gaji, tagihan, dan pembelian bahan baku.
5. Mengurangi Risiko dan Meningkatkan Daya Saing
Dengan financing, bisnis dapat mengurangi risiko yang dihadapi, misalnya dengan mendiversifikasi produk atau pasar. Selain itu, pendanaan bisnis yang tepat juga memungkinkan pengusaha untuk meningkatkan daya saing melalui inovasi produk, pemasaran yang lebih efektif, dan peningkatan infrastruktur.
Dengan memanfaatkan financing secara optimal, pengusaha bisa menjaga kelancaran operasional dan meraih pertumbuhan yang lebih stabil dalam bisnis. Pendanaan bisnis yang cerdas adalah kunci untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dengan lebih baik.
Jenis-Jenis Financing
Setiap pengusaha memiliki berbagai opsi pendanaan bisnis untuk mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan usahanya. Berikut adalah beberapa jenis financing yang umum digunakan oleh pengusaha untuk memperoleh modal yang dibutuhkan:
1. Bootstrapping
Pendanaan menggunakan dana pribadi atau keuntungan yang dihasilkan dari bisnis itu sendiri, tanpa melibatkan pihak luar. Cocok untuk pengusaha yang ingin mempertahankan kontrol penuh atas bisnis.
2. Kredit Bank Konvensional
Pinjaman yang diberikan oleh bank dengan jaminan atau tanpa jaminan. Menawarkan jumlah dana besar, namun prosesnya ketat dan membutuhkan riwayat kredit yang baik.
3. Venture Capital
Pendanaan dari investor untuk bisnis dengan potensi pertumbuhan tinggi, biasanya di tahap awal. Investor Venture Capital akan mengambil ekuitas perusahaan sebagai imbalannya.
4. Hadiah Kompetisi Bisnis
Pendanaan yang diberikan melalui kompetisi bisnis, biasanya berupa hadiah uang tunai. Selain dana, kompetisi ini juga menawarkan eksposur bagi bisnis.
5. Angel Investor
Individu yang berinvestasi di bisnis kecil atau startup, biasanya di tahap awal, dengan imbalan ekuitas atau utang konversi. Mereka juga bisa menjadi mentor bagi pengusaha.
6. Pinjaman Koperasi
Pendanaan melalui koperasi dengan bunga lebih rendah dan persyaratan yang lebih fleksibel dibandingkan dengan bank. Cocok untuk usaha kecil dan menengah.
7. Securities Crowdfunding
Pendanaan yang dilakukan melalui platform online dengan menawarkan saham atau surat utang kepada masyarakat luas, memungkinkan pengusaha mendapatkan dana dari banyak investor.
Strategi Financing untuk Ekspansi dan Proyek Bisnis
Pendanaan yang tepat sangat penting untuk mendukung ekspansi bisnis dan pelaksanaan proyek. Di bawah ini, kami akan membahas beberapa strategi yang dapat membantu Anda mengatasi tantangan finansial dan mempercepat pertumbuhan bisnis.
1. Tentukan Tujuan Pendanaan yang Jelas
Sebelum mencari sumber pendanaan, pastikan Anda memahami tujuan Anda secara jelas, apakah untuk ekspansi pasar, peningkatan kapasitas produksi, atau pengembangan produk baru. Tujuan yang jelas akan memudahkan Anda dalam memilih sumber pendanaan yang tepat.
2. Pilih Pendanaan yang Sesuai dengan Karakter Bisnis
Setiap bisnis memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Pilihlah jenis pendanaan yang sesuai dengan tahap perkembangan bisnis Anda, apakah itu melalui pinjaman, pendanaan dari mitra, atau dana pribadi. Pendanaan yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan tanpa membebani keuangan bisnis.
3. Analisis Risiko dengan Cermat
Setiap bentuk pendanaan membawa risiko tersendiri. Penting untuk menganalisis risiko terkait utang, kewajiban ekuitas, atau bahkan kehilangan kontrol jika melibatkan pihak luar. Pastikan Anda memahami konsekuensi jangka panjang dari pendanaan yang dipilih.
4. Cek Kesiapan Bisnis untuk Mengelola Pendanaan
Sebelum mendapatkan pendanaan, pastikan bisnis Anda siap dalam hal pengelolaan dana. Memiliki sistem keuangan yang solid dan proyeksi cash flow yang realistis sangat penting untuk memastikan pendanaan dapat digunakan dengan efektif dan tidak menyebabkan masalah finansial di masa depan.
Baca juga: Starter On! 7 Jurus Membuat Rencana Bisnis 2026 Biar Usaha Ngebut dan Terarah
5. Gunakan Proyeksi Keuangan untuk Menilai Kebutuhan Pendanaan
Buat proyeksi keuangan yang jelas untuk mengetahui berapa banyak dana yang dibutuhkan dan kapan. Proyeksi arus kas, laba rugi, dan neraca akan membantu merencanakan jumlah pendanaan yang sesuai dengan kebutuhan bisnis dan meyakinkan investor atau pemberi pinjaman.
6. Pilih Sumber Pendanaan yang Sesuai dengan Struktur Modal
Evaluasi struktur modal bisnis Anda dan tentukan kombinasi utang dan ekuitas yang tepat. Pastikan rasio utang terhadap ekuitas seimbang untuk menghindari membebani keuangan bisnis.
7. Tingkatkan Kredibilitas Bisnis
Pengusaha dengan reputasi baik lebih mudah mendapatkan akses ke pendanaan. Bangun rekam jejak yang solid dan perbaikan laporan keuangan agar lebih menarik bagi pemberi dana.
Solusi Pendanaan Cepat Cair Rp300 Juta - Rp10 Miliar
Financing yang tepat adalah kunci untuk mewujudkan proyek besar Anda. Tanpa modal yang cukup, proyek ambisius hanya akan berhenti di atas kertas. LBS Urun Dana hadir untuk memberikan solusi pendanaan bisnis yang cepat dan terpercaya.
Melalui Program FAST 17, LBS Urun Dana memberikan pendanaan mulai dari Rp300 juta hingga Rp10 miliar dengan proses cepat hanya dalam 17 hari kerja sesuai ketentuan yang berlaku. LBS menawarkan pendanaan berbasis kelayakan usaha dan proses yang transparan, memungkinkan pengusaha untuk mengakses dana yang dibutuhkan dengan cepat.
Didirikan oleh Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, LBS Urun Dana mempertemukan pengusaha dengan investor melalui instrumen sukuk dan saham. Hingga kini, lebih dari 900 perusahaan telah didanai dengan total penyaluran mencapai Rp270 miliar.
Sektor yang Dapat Mengajukan Pendanaan:
a. Transportasi & Logistik
b. Fashion
c. Manufaktur
d. Kuliner
e. Hospitality
f. Konstruksi & Properti
g. Pergudangan
h. FMCG
i. Pertanian & Perkebunan
Kriteria Usaha untuk Pendanaan Cepat Cair:
a. Kebutuhan dana minimal Rp300 juta
b. Omzet tahunan minimal Rp1,5 miliar
c. Usaha telah berjalan minimal 1 tahun
d. Berbadan hukum PT atau CV
e. Laporan keuangan sederhana.
Baca juga: Laris Manis! Profil Sukuk Panca Karsa, Emiten yang Fulfill Rp10 Miliar Dalam 2 Jam!
Alur Pengajuan Pendanaan:
a. Pengajuan di lbs.id
b. Verifikasi bisnis dan legal
c. Persetujuan Komite Investasi
d. Listing proyek dan pendanaan oleh investor
Ajukan pendanaan sekarang dan percepat ekspansi bisnis Anda dengan LBS Urun Dana. Proses cepat, hasil maksimal!






