artikel

calendar_today

18 September 2025

Wadiwaw! Cara Racik Forecast Penjualan, Anti Amburadul Bisnis Lancar Betul!

Dunia bisnis bergerak cepat, penuh kejutan dan persaingan ketat. Perilaku konsumen berubah secepat kilat, harga bahan baku melonjak tanpa aba-aba. Dalam situasi ini, insting saja tidak cukup. Dibutuhkan alat presisi, dan disinilah forecast penjualan berperan penting.

Bagi perusahaan yang mencari pendanaan, baik melalui bank maupun securities crowdfunding, forecast penjualan adalah dokumen utama yang meyakinkan investor. Tanpa proyeksi jelas, sulit menilai potensi pertumbuhan. Forecast adalah fondasi yang menunjukkan arah bisnis sekaligus kesiapan melangkah ke level berikutnya.

Apa Itu Forecast Penjualan?

Forecast Penjualan adalah ramalan penjualan atau proyeksi permintaan yang dibuat dengan mempertimbangkan berbagai asumsi dan faktor bisnis. Menurut Mohammad Zainul (2019) dalam buku Manajemen Operasional, forecast penjualan merupakan proyeksi teknis dari permintaan pelanggan potensial pada periode tertentu dengan berbagai asumsi. Pemilihan metode peramalan dipengaruhi oleh: 

1. Sifat produk – Apakah produk termasuk kebutuhan pokok, musiman, atau barang mewah?

2. Saluran distribusi – Semakin kompleks distribusinya, semakin detail data yang dibutuhkan.

3. Ukuran perusahaan dibanding pesaing – Perusahaan besar biasanya punya lebih banyak data dan akses metode analisis canggih.

Baca juga: Uhuy! Cara Gampang Hitung Rumus Break Even Point, Omzet Bejibun, Rugi Bye-Bye!

4. Tingkat persaingan – Pasar yang ketat menuntut forecast yang lebih akurat agar strategi bisa tepat sasaran.

5. Ketersediaan data historis – Data masa lalu yang lengkap membuat proyeksi lebih mudah dan realistis.

Dari faktor-faktor tersebut, jelas bahwa forecast penjualan menjadi pusat dari seluruh perencanaan perusahaan. Menurut Heizer dan Render (2009), tujuan forecast antara lain:

1. Menentukan kebijakan perencanaan produk.
2. Mengelola barang jadi dan kapasitas produksi.
3. Mengoptimalkan penggunaan mesin dan tenaga kerja.
4. Mengarahkan investasi pada aktiva tetap.
5. Merancang kebutuhan bahan baku.
6. Menyusun rencana aliran kas perusahaan.

Dengan kata lain, forecast membantu bisnis memperkirakan biaya sekaligus mengukur potensi pasar yang bisa dikuasai di masa depan.

Forecast penjualan adalah salah satu alat utama dalam perencanaan bisnis. Dengan forecast yang akurat, perusahaan bisa memperkirakan jumlah produksi, menentukan kebutuhan bahan baku, mengatur aliran kas, hingga menyusun strategi pemasaran yang tepat. Forecast membantu pengusaha melihat masa depan bisnis dengan lebih realistis, bukan sekadar mengandalkan intuisi.

Rumus Forecasting Penjualan 

Dalam dokumen penelitian Sistem Penentuan Metode Forecast dan Perhitungan Forecast Penjualan oleh Dara Kusumawati (2013), dijelaskan bahwa forecast penjualan dapat dilakukan dengan analisis tren menggunakan metode garis lurus (Least Square) dan metode garis lengkung (Kuadrat). Selain itu, akurasi forecast bisa diuji menggunakan Standar Kesalahan Forecast (SKF). Berikut rumusnya: 

1. Metode Least Square (Garis Lurus)

Metode ini digunakan untuk melihat tren penjualan berdasarkan hubungan linear antara waktu (X) dan penjualan (Y). Rumusnya:

Persamaan garis:

Rumus koefisien:

Keterangan:

Y = variabel terikat (penjualan)

X = variabel bebas (periode waktu)

a = konstanta

b = koefisien arah regresi

n = jumlah data

2. Metode Kuadrat (Garis Lengkung)

Jika tren penjualan menunjukkan pola melengkung (non-linear), metode kuadrat lebih cocok dipakai. Rumusnya:

Dengan sistem persamaan:

Keterangan:

a, b, c = konstanta/koefisien regresi

X = periode waktu

Y = penjualan

3. Standar Kesalahan Forecast (SKF)

Untuk menentukan metode mana yang lebih akurat, perlu dihitung Standar Kesalahan Forecast. Nilai SKF yang lebih kecil menunjukkan forecast yang lebih mendekati kenyataan. 

Baca juga: Cengli! Trik Cepat Hitung HPP Produk, Harga Akurat Bisnis Makin Kuat!

Rumusnya:

Keterangan:

Y = penjualan aktual

Z = hasil forecast

n = jumlah data yang dianalisis

Dengan menggunakan rumus Least Square atau Kuadrat, pelaku usaha dapat memproyeksikan tren penjualan ke depan. Sementara itu, penggunaan Standar Kesalahan Forecast memastikan metode yang dipakai benar-benar sesuai dengan kondisi data.

Contoh Forecast Penjualan: Studi Kasus Dealer Motor 

Sebuah dealer motor di kota besar yang sedang berkembang. Selama enam bulan terakhir, tim penjualan mereka mencatat angka yang cukup konsisten naik dari bulan ke bulan. Inilah data aktual penjualannya: Bulan 1: 100 unit, Bulan 2: 112 unit, Bulan 3: 119 unit, Bulan 4: 133 unit, Bulan 5: 141 unit dan Bulan 6: 152 unit. 

Manajemen ingin tahu berapa kira-kira penjualan bulan ke-7 agar bisa menyiapkan stok motor, suku cadang, tenaga mekanik, hingga promosi. Untuk menghitung tren, kita butuh beberapa nilai ringkasan data:

Lalu kita masukkan ke dalam rumus:

Maka model persamaan garis tren adalah:

Untuk bulan ke-7, kita masukkan 𝑋 = 7 X=7:

Artinya, diler bisa memperkirakan penjualan sekitar 203 unit motor di bulan ke-7.

Tips Forecast untuk Pendanaan Syariah di Securities Crowdfunding

Saat mengajukan pendanaan syariah melalui securities crowdfunding, forecast penjualan bukan sekadar angka, melainkan bukti keseriusan usaha dan gambaran nyata bagi calon investor. Berikut langkah praktis agar forecast siap dipresentasikan:

1. Gunakan data historis yang bersih dan memadai

Minimal 6–12 periode agar pola pertumbuhan usaha bisa terbaca jelas dan tidak menyesatkan.

2. Bandingkan beberapa metode forecasting

Uji tren lurus maupun kuadrat, lalu pilih metode dengan nilai Standar Kesalahan Forecast (SKF) terkecil agar proyeksi lebih meyakinkan.

3. Susun tiga skenario forecast

Tampilkan versi konservatif, moderat, dan optimistis untuk menunjukkan kesiapan menghadapi berbagai kondisi pasar.

4. Tautkan forecast ke rencana operasional dan arus kas

Investor ingin tahu bukan hanya angka penjualan, tapi bagaimana dana akan dialokasikan serta bagaimana proyeksi margin dan pengembalian bisa tercapai.

Baca juga: Mantap Jiwa! 5 Model Crowdfunding di Indonesia Agar Bisnis Berkibar Deal-dealan Lancar!

5. Perbarui forecast secara berkala

Forecast adalah dokumen hidup yang harus selalu mencerminkan kondisi terbaru bisnis, selaras dengan prinsip keterbukaan informasi dalam pendanaan syariah.

Melalui forecast penjualan yang matang, kini saatnya membawa bisnis Anda naik kelas dengan pendanaan syariah di LBS Urun Dana. Sebagai securities crowdfunding yang amanah LBS Urun Dana telah menyalurkan lebih dari Rp238,7 miliar pendanaan kepada ratusan pelaku usaha, dengan total 882 bisnis mendaftar dan peluang pendanaan mulai dari Rp10 miliar. 

Transparan, diawasi OJK, dan berlandaskan prinsip syariah, LBS Urun Dana menjadi mitra tepat untuk mewujudkan rencana ekspansi sekaligus menarik investor yang peduli pada pertumbuhan usaha halal. Ajukan sekarang

search

Informasi Terbaru

Ingin investasi yang amanah dan sesuai prinsip Islam?

Temukan investasi halal dari bisnis yang sesuai prinsip Islam hanya di LBS Urun Dana!

Investasi Sekarang

Copyright 2026. PT LBS Urun Dana berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

@lbsurundanaLBS Urun Dana@LbsUrunDanaLBS TVLBS Urun Dana

PT LBS Urun Dana adalah penyelenggara layanan urun dana yang menyediakan platform berbasis teknologi untuk penawaran efek (securities crowdfunding) di mana melalui platform tersebut penerbit menawarkan instrumen efek kepada investor (pemodal) melalui sistem elektronik yang telah mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan.

Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 tahun 2025 tentang “Penawaran Efek Melalui Layanan Urun Dana Berbasis Teknologi Informasi” Pasal 75, kami menyatakan bahwa :

  • “OTORITAS JASA KEUANGAN TIDAK MEMBERIKAN PERSETUJUAN TERHADAP PENERBIT DAN TIDAK MEMBERIKAN PERNYATAAN MENYETUJUI ATAU TIDAK MENYETUJUI EFEK INI, TIDAK JUGA MENYATAKAN KEBENARAN ATAU KECUKUPAN INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI. SETIAP PERNYATAAN YANG BERTENTANGAN DENGAN HAL TERSEBUT ADALAH PERBUATAN MELANGGAR HUKUM.”
  • “INFORMASI DALAM LAYANAN URUN DANA INI PENTING DAN PERLU MENDAPAT PERHATIAN SEGERA. APABILA TERDAPAT KERAGUAN PADA TINDAKAN YANG AKAN DIAMBIL, SEBAIKNYA BERKONSULTASI DENGAN PENYELENGGARA.”; dan
  • “PENERBIT DAN PENYELENGGARA, BAIK SENDIRI MAUPUN BERSAMA-SAMA, BERTANGGUNG JAWAB SEPENUHNYA ATAS KEBENARAN SEMUA INFORMASI YANG TERCANTUM DALAM LAYANAN URUN DANA INI.”

PENGUNGKAPAN RISIKO PERUBAHAN STATUS EFEK SYARIAH

Efek saham yang ditawarkan melalui platform LBS Urun Dana telah sesuai dengan ketentuan POJK Nomor 17 tahun 2025 dan SEOJK Nomor 3/SEOJK.04/2022. Terdapat risiko perubahan status Efek Syariah beserta konsekuensi yang timbul dari perubahan status tersebut.

Konsekuensi dari perubahan status tersebut antara lain:

  • Efek tersebut dapat mengalami penurunan permintaan atau berkurangnya likuiditas akibat tekanan jual dari investor.
  • Efek tersebut dapat dihapus (delisting) dari platform LBS Urun Dana apabila dalam jangka waktu yang telah ditentukan oleh Penyelenggara, Penerbit tidak melakukan perbaikan yang memadai atas ketidaksesuaian dengan prinsip syariah. Penyelenggara berwenang untuk menghentikan penawaran dan menghapus efek tersebut dari daftar efek yang tersedia di platform sesuai dengan ketentuan dan prosedur internal yang berlaku.

Sebelum melakukan investasi melalui platform LBS Urun Dana, anda perlu memperhitungkan setiap investasi bisnis yang akan anda lakukan dengan seksama. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan analisa (due diligence), yang diantaranya (namun tidak terbatas pada); Analisa kondisi makro ekonomi, Analisa Model Bisnis, Analisa Laporan Keuangan, Analisa Kompetior dan Industri, Risiko bisnis lainnya.

Investasi pada suatu bisnis merupakan aktivitas berisiko tinggi, nilai investasi yang anda sertakan pada suatu bisnis memiliki potensi mengalami kenaikan, penurunan, bahkan kegagalan. Beberapa risiko yang terkandung pada aktivitas ini diantaranya:

Risiko Usaha

Risiko yang dapat terjadi dimana pencapaian bisnis secara aktual tidak memenuhi proyeksi pada proposal/prospektus bisnis.

Risiko Gagal Bayar

Gagal bayar atas efek bersifat sukuk, seperti kegagalan penerbit dalam mengembalikan modal dan bagi hasil/marjin kepada investor.

Risiko Kerugian Investasi

Sejalan dengan risiko usaha dimungkinkan terjadi nilai investasi yang diserahkan investor menurun dari nilai awal pada saat dilakukan penyetoran modal sehingga tidak didapatkannya keuntungan sesuai yang diharapkan.

Dilusi Kepemilikan Saham

Dilusi kepemilikan saham terjadi ketika ada pertambahan total jumlah saham yang beredar sehingga terjadi perubahan/penurunan persentase kepemilikan saham.

Risiko Likuiditas

Investasi anda melalui platform layan urun dana bisa jadi bukan merupakan instrumen investasi yang likuid, hal ini dikarenakan instrumen efek yang ditawarkan melalui platform hanya dapat diperjualbelikan melalui mekanisme pasar sekunder pada platform yang sama, dimana periode pelaksanaan pasar sekunder tersebut juga dibatasi oleh peraturan. Anda mungkin tidak dapat dengan mudah menjual saham anda di bisnis tertentu sebelum dilaksanakannya skema pasar sekunder oleh penyelenggara. Selain itu, untuk efek bersifat sukuk, anda tidak dapat melakukan penjualan sukuknya hingga sukuk tersebut jatuh tempo atau mengikuti jadwal pengembalian modal yang sudah ditentukan.

Risiko Pembagian Dividen

Setiap Investor yang ikut berinvestasi berhak untuk mendapatkan dividen sesuai dengan jumlah kepemilikan saham. Seyogyanya dividen ini akan diberikan oleh Penerbit dengan jadwal pembagian yang telah disepakati di awal, namun sejalan dengan risiko usaha pembagian dividen ada kemungkinan tertunda atau tidak terjadi jika kinerja bisnis yang anda investasikan tidak berjalan dengan baik.

Risiko Kegagalan Sistem Elektronik

Platform LBS Urun Dana sudah menerapkan sistem elektronik dan keamanan data yang handal. Namun, tetap dimungkinkan terjadi gangguan sistem teknologi informasi dan kegagalan sistem, yang dapat menyebabkan aktivitas anda di platform menjadi tertunda.

Kebijakan Keamanan Informasi

Kami berkomitmen melindungi keamanan pengguna saat menggunakan layanan elektronis urun dana dengan:

  • Implementasi ISO/IEC 27001:2022 ISMS guna mewujudkan Confidentiality, Integrity dan Availability informasi.

  • Selalu mentaati segala ketentuan dan peraturan terkait keamanan infromasi yang berlaku di wilayah Republik Indonesia serta wilayah tempat dilakukannya pekerjaan.

  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan (continuous improvement) terhadap kinerja Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Bank Kustodian

  • Peran Bank Kustodian terbatas pada pencatatan, penyimpanan dan penyelesaian transaksi.

  • Bank Kustodian tidak bertanggung jawab atas klaim dan gugatan hukum yg ditimbulkan dari risiko investasi dan risiko-risiko lainnya di luar cakupan peran Bank Kustodian yang telah disebutkan di atas, termasuk kerugian yang ditimbulkan oleh kelalaian pihak-pihak lainnya.

Warning Penipuan atas nama LBS.ID