pendanaan
27 Juli 2026
Naufal Mamduh
Bedah Skema Pembiayaan Syariah, Dari Bank, Koperasi hingga Securities Crowdfunding
Mencari modal usaha yang sesuai syariah bukan lagi pilihan terbatas. Kini ada beberapa skema yang bisa dipilih sesuai skala bisnis, ketersediaan agunan, dan kesiapan laporan keuangan Anda. Tapi sebelum memutuskan, ada hal-hal penting yang perlu Anda pahami tentang masing-masing opsinya.
Apa Itu Pembiayaan Syariah atau Kredit Syariah?
Menurut OJK dalam POJK No. 10/POJK.05/2019, pembiayaan syariah atau kredit syariah adalah penyaluran dana yang seluruh mekanisme operasionalnya wajib berlandaskan hukum Islam, diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah, dan bebas dari unsur riba, gharar, maisir, serta zhulm.
Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, MA, pakar fikih muamalah dan Founder LBS Urun Dana memberikan catatan penting: pembiayaan syariah harus bebas tidak hanya dari riba, tetapi juga dari akad yang cacat dan praktik rekayasa transaksi yang tidak memindahkan kepemilikan secara riil. Label "syariah" saja tidak cukup. Substansi akadnya yang menentukan.
1. Bank
Opsi paling umum untuk modal usaha skala menengah ke atas. Skema yang tersedia mencakup pembiayaan modal kerja, investasi, hingga sindikasi untuk proyek besar. Dalam skema ini keuntungan dan kerugian harus ditanggung bersama secara adil sesuai porsi modal masing-masing pihak. Pastikan juga tidak ada klausul denda keterlambatan yang diakumulasikan menjadi tambahan utang, karena ini dinilai mengandung unsur riba.
2. Fintech Syariah
Fintech berbasis syariah berperan sebagai perantara antara pengusaha dengan pemberi dana, dengan seluruh transaksi mengacu pada fatwa DSN MUI. Prosesnya relatif lebih cepat dan digital, cocok untuk pengusaha yang butuh modal usaha dalam waktu singkat.
Plafon pembiayaannya umumnya lebih terbatas dibanding perbankan, dan lebih sesuai untuk kebutuhan operasional jangka pendek.
3. Koperasi Syariah
Koperasi syariah menjadi pilihan yang sering diabaikan padahal aksesnya lebih inklusif, terutama bagi pengusaha kecil yang belum memenuhi syarat perbankan formal. Prinsipnya berbasis ta'awun (tolong menolong) dengan akad yang mengacu pada fatwa DSN MUI.
Baca juga: Simak Yuk! 10 Perbedaan Pendanaan Syariah dan Konvensional, Jangan Salah Pilih!
Keunggulannya: proses pengajuan lebih fleksibel dan hubungan dengan anggota lebih personal. Namun kapasitas pendanaannya terbatas untuk skala bisnis yang butuh modal usaha besar.
4. Pegadaian Syariah
Pegadaian syariah menyediakan pembiayaan berbasis agunan barang halal yang telah mendapat sertifikat dari MUI dan berada di bawah pengawasan Dewan Pengawas Syariah. Cocok untuk kebutuhan dana cepat dengan jaminan aset yang dimiliki.
Kelemahannya ada pada keterbatasan plafon yang sangat bergantung pada nilai agunan yang diserahkan.
5. Securities Crowdfunding: Sukuk dan Saham
Opsi paling modern dalam ekosistem pembiayaan syariah atau kredit syariah saat ini. Securities crowdfunding adalah mekanisme penggalangan dana dari banyak investor melalui platform digital berizin OJK. Berikut 2 skema pendanaan yang ditawarkan oleh securities crowdfunding.
Sukuk: Perusahaan menerbitkan surat berharga syariah dengan imbal hasil sesuai akad ijarah atau mudharabah. Pendanaan via sukuk umumnya mensyaratkan jaminan fisik sebagai underlying aset.
Baca juga: Ngeri! Rent Expense Membengkak, Ini Strategi Pengusaha agar Bisnis Tetap Untung
Saham: Inilah yang membedakan securities crowdfunding dari hampir semua opsi lainnya. Pendanaan melalui saham tidak memerlukan jaminan fisik. Pengusaha menawarkan sebagian kepemilikan perusahaan kepada investor, dan investor berbagi keuntungan sesuai porsi saham yang dimiliki. Bagi pengusaha dengan rekam jejak bisnis yang kuat namun aset fisik terbatas, ini bisa menjadi jalan masuk yang paling fleksibel.
Disclaimer: Kelima skema tadi merupakan gambaran umum dan tidak mencerminkan secara utuh skema pendanaan LBS Urun Dana.
Mana yang Paling Tepat?
Pilihan terbaik bergantung pada skala bisnis, ketersediaan agunan, dan kesiapan laporan keuangan Anda. Memilih modal usaha berbasis syariah bukan sekadar soal menghindari bunga, ini soal memastikan setiap transaksi sah secara akad, adil dalam pembagian risiko, dan berkah dalam prosesnya.
Pelajari setiap opsi dengan cermat, konsultasikan dengan ahlinya, dan pilih yang paling sesuai dengan kondisi bisnis Anda.

PROFIL PENULIS
Naufal Mamduh
SEO Content Writer
Berpengalaman lebih dari lima tahun di dunia jurnalistik, khususnya di desk politik, hukum, dan teknologi. Ia juga pernah berkecimpung sebagai konsultan komunikasi sebelum akhirnya bergabung bersama LBS Urun Dana sebagai SEO Content Writer sejak Desember 2024. Gaya penulisannya dikenal tajam, komunikatif, dan mampu menghubungkan isu sosial dengan perspektif bisnis terkini secara relevan dan inspiratif.






